Mbappe Bongkar Alasan Tolak Liverpool, Padahal Klopp Sampai Sewa Jet Pribadi untuk Membujuknya
- REUTERS/Ana Beltran/File Photo
Jakarta, tvOnenews.com - Kylian Mbappe mengungkap cerita di balik keputusannya menolak Liverpool pada 2017, meski ketika itu dirinya sudah bertemu langsung dengan Jurgen Klopp dalam sebuah pertemuan rahasia di atas jet pribadi.
Penyerang Real Madrid tersebut bahkan mengaku hampir bergabung dengan Liverpool ketika masih memperkuat AS Monaco. Namun, Mbappe akhirnya memilih Paris Saint-Germain karena memiliki alasan khusus yang berkaitan erat dengan kota kelahirannya.
Kisah tersebut kembali mencuat setelah Klopp mengungkap detail upaya Liverpool memboyong Mbappe saat bertugas sebagai pengamat untuk Magenta TV pada Piala Dunia 2026. Klopp menyebut klub asal Merseyside itu sampai mengerahkan cara khusus agar pertemuan dengan keluarga Mbappe tidak diketahui publik.
Menurut Klopp, Liverpool mengeluarkan sekitar 500 juta euro atau setara Rp10,15 triliun dalam upaya yang ia sebut sebagai "transfer non-transfer" termahal yang pernah dilakukan klub. Liverpool bahkan menyiapkan jet pribadi untuk membawa keluarga Mbappe dari Nice dan menggelar pembicaraan secara tertutup di udara.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Mbappe masih berusia 18 tahun dan sedang menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa. Klopp ketika itu berusaha menjelaskan proyek Liverpool sekaligus meyakinkan Mbappe bahwa Anfield merupakan tempat yang tepat untuk melanjutkan perkembangan kariernya.
Mbappe kini mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut memang benar terjadi. Ia bahkan mengingat bagaimana pesawat pribadi itu terus berputar di udara ketika Klopp memaparkan rencana Liverpool kepadanya.
“Saya ingat kami berada di pesawat dan pesawat itu berputar-putar di udara sementara dia menjelaskan proyeknya,” kata Mbappe kepada The Athletic.
“Saya bilang, 'Anda tidak perlu meyakinkan saya. Anda adalah Jurgen Klopp, ini Liverpool, klub hebat, jadi tentu saja jika saya di sini, saya tertarik. Tapi saya punya hal lain, proyek lain, yang juga bagus," lanjutnya.
Mbappe menegaskan bahwa dirinya sudah memiliki ketertarikan terhadap Liverpool karena status klub tersebut dan sosok Klopp. Meski demikian, pemain asal Prancis itu juga menyadari bahwa ada pilihan lain yang sama menariknya untuk perkembangan kariernya.
“Saya berkata kepadanya, 'Keputusan apa pun yang saya ambil akan menjadi keputusan yang baik karena kita sedang membicarakan beberapa klub terbesar di dunia'," katanya.
Pada akhirnya, Mbappe mengambil keputusan yang berbeda dari keinginan Liverpool. Ia memilih PSG karena ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi bintang besar di Paris, kota tempat ia lahir dan tumbuh.
“Ini cerita yang lucu. Tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke PSG karena bagi saya, yang lahir dan besar di Paris, tidak ada perasaan yang lebih baik daripada menunjukkan bahwa saya bisa menjadi bintang di kota kelahiran saya," ucap Mbappe.
Keputusan tersebut juga tidak sepenuhnya sejalan dengan keinginan ibunya, Fayza Lamari, yang saat itu menjadi penasihat Mbappe. Lamari justru merupakan penggemar Klopp dan sangat berharap putranya melanjutkan karier bersama Liverpool.
Mbappe mengatakan ibunya bahkan sudah lebih dulu datang ke Liverpool untuk melihat langsung kota dan Stadion Anfield. Setelah merasakan atmosfer pertandingan, Lamari semakin yakin bahwa Liverpool merupakan pilihan yang tepat bagi putranya.
“Ibuku adalah penggemar berat Jürgen Klopp, dan destinasi favorit ibuku adalah Liverpool. Dia ingin aku pergi ke sana," katanya.
“Ibu selalu bilang, 'Liverpool — kamu akan berada di sana, bermain di Anfield, itu akan luar biasa untukmu.' Aku pun menjawab, 'Oke!'," ujarnya.
Lamari kemudian menjalani tahap awal negosiasi dengan Liverpool dan melihat langsung suasana klub. Menurut Mbappe, sang ibu terkesan dengan keramahan orang-orang di Liverpool serta atmosfer kekeluargaan yang ada di klub tersebut.
“Dia berkata, 'Ini klub yang luar biasa, semua orang sangat baik, ini klub keluarga, klub besar.'," katanya.
“Dia pergi ke Anfield dan jatuh cinta dengan stadion itu. Dia menonton beberapa pertandingan sendirian, untuk merasakan atmosfernya, karena dia ingin membayangkan saya berada di stadion ini," katanya.
Meski mendapat dorongan kuat dari sang ibu dan sudah bertemu Klopp secara langsung, keputusan akhir tetap berada di tangan Mbappe. Ia memilih bertahan di Prancis dan menerima tawaran PSG setelah sebelumnya tampil luar biasa bersama Monaco.
“Saat itu saya sedang bermain di Monaco. Saya harus mengambil keputusan. Dan ya, saya hampir bergabung dengan Liverpool," ucapnya.
Mbappe kemudian bergabung dengan PSG melalui skema pinjaman sebelum transfernya dipermanenkan. Biaya permanen yang dilaporkan mencapai sekitar 180 juta euro atau sekitar Rp3,66 triliun berdasarkan kurs saat ini.
Selama tujuh tahun di PSG, Mbappe berkembang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub sebelum meninggalkan Prancis dan bergabung dengan Real Madrid pada 2024. (fan)
Load more