Bursa Transfer Inter Milan: Mika Godts Pernah Ditawarkan ke Nerazzurri, tetapi Terkendala Taktik yang Kurang Cocok
- REUTERS/Ciro De Luca
Jakarta, tvOnenews.com - Mika Godts menjadi sorotan setelah tampil impresif bersama Timnas Belgia di Nations League. Winger muda itu menunjukkan kemampuan yang membuat Paris Saint-Germain tertarik merekrutnya.
PSG bahkan mengeluarkan 55 juta euro untuk memboyong Godts dari Ajax. Namun, klub asal Paris tersebut ternyata bukan satu-satunya tim yang pernah memantau perkembangan pemain kelahiran 2005 itu.
Inter Milan juga sempat mengikuti perkembangan Godts dalam beberapa tahun terakhir. Namanya bahkan pernah ditawarkan kepada Nerazzurri untuk dipertimbangkan dalam bursa transfer.
Namun, peluang Godts bergabung dengan Inter tidak pernah benar-benar terbuka. Menurut FcInterNews.it, persoalan utamanya berkaitan dengan kebutuhan taktik tim.
Godts dinilai memiliki kualitas yang mumpuni sebagai pemain menyerang. Hanya saja, karakter permainannya dianggap kurang cocok dengan sistem 3-5-2 yang digunakan Inter.
Pemain asal Belgia itu lebih nyaman beroperasi sebagai winger ofensif. Sementara itu, posisi sayap dalam skema Inter menuntut pemain bekerja keras sepanjang pertandingan.
Seorang wing-back tidak hanya dituntut membantu serangan. Pemain tersebut juga harus disiplin turun membantu pertahanan dan menjalankan tugas defensif.
Godts belum memiliki pengalaman bermain sebagai pemain sayap dengan tanggung jawab penuh di kedua sisi permainan. Kondisi itu membuat Inter ragu untuk memasukkannya ke dalam proyek tim.
Salah satu opsi yang mungkin adalah menempatkan Godts sebagai nomor 10. Peran tersebut memungkinkan dirinya bergerak lebih bebas dan memanfaatkan kemampuan menciptakan keunggulan di lini serang.
Namun, posisi tersebut bukan bagian utama dari sistem 3-5-2 Inter. Karena itu, kualitas Godts belum cukup untuk mengatasi persoalan kecocokan posisi di dalam skuad.
Situasi tersebut mengingatkan pada kasus Kvicha Kvaratskhelia. Winger Georgia itu juga pernah dikaitkan dengan Inter sebelum akhirnya tidak direkrut karena persoalan taktik.
Piero Ausilio disebut menilai Kvaratskhelia tidak sesuai dengan sistem 3-5-2 yang digunakan Inter. Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu penyesalan terbesar mantan direktur olahraga Nerazzurri itu.
Kasus Godts pun memiliki kemiripan dengan cerita Kvaratskhelia. Keduanya memiliki kualitas sebagai pemain sayap, tetapi kebutuhan sistem Inter membuat proses transfer sulit terealisasi.
Load more