Fans Arsenal Tepuk Tangan saat Calvin Verdonk Catat Sejarah di Liga Champions, Ternyata Ini Alasannya
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Jakarta, tvOnenews.com - Para fans Arsenal terlihat bertepuk tangan saat Calvin Verdonk catat sejarah di Liga Champions. Bek kiri Lille tersebut menjadi pemain aktif Timnas Indonesia pertama di Liga Champions.
Les Dogues melanjutkan kiprahnya di pentas Eropa pada Rabu (14/10/2026) dini hari tadi WIB. Mereka bermain menghadapi Arsenal di Emirates Stadium, London.
Verdonk memiliki kesempatan bermain pada laga ini. Sebab, bek kiri utama Lille, Romain Perraud, berada dalam kondisi meragukan usai ditarik keluar dengan mengalami cedera dalam kemenangan 1-0 atas Le Havre pada Sabtu (10/10/2026) lalu.
Namun, Perraud tetap menjadi starter pada pertandingan di London tengah pekan ini. Sayangnya, itu tidak berakhir baik.
Lille sempat bertahan dengan solid di paruh pertama hingga tidak ada gol yang tercipta. Namun, pada akhirnya, kebuntuan terpecahkan di menti ke-64 melalui Jurrien Timber.
Eberechi Eze menggandakan skor hanya tiga menit kemudian. Pada menit ke-71, Arsenal mencetak gol pamungkas yang membuat mereka menang telak 3-0.
Perraud ada di lapangan dan sisinya adalah salah satu yang paling dieksploitasi oleh para pemain Arsenal. Namun, pelatih Davide Ancelotti menariknya keluar pada menit ke-78 untuk memasukkan Calvin Verdonk.
Bagi Verdonk, itu adalah penampilan perdananya di Liga Champions. Tak hanya itu, penampilan Verdonk juga menjadi sejarah bagi sepak bola Indonesia karena dia merupakan pemain Timnas Indonesia pertama yang tampil di kompetisi terelite Eropa.
Sebelumnya, memang ada Kevin Diks dan Emil Audero yang pernah tampil di sini. Namun, keduanya tampil ketika belum dinaturalisasi sebagai pemain Timnas Indonesia.
Ketika Verdonk memasuki lapangan, terdengar sayup-sayup tepuk tangan dari fans Arsenal di Emirates. Namun begitu, aksi dari para suporter The Gunners itu tidak ada kaitannya dengan Verdonk.
Sang bek kiri berusia 29 tahun masuk ke lapangan bersamaan dengan Olivier Giroud menggantikan Ayase Ueda. Striker veteran berusia 40 tahun itu merupakan legenda Arsenal, jadi para fans menghargai kembalinya Giroud ke Emirates Stadium walau sebagai lawan.
Giroud merupakan pemain Arsenal pada periode 2012 hingga 2018 silam. Dia pindah ke Chelsea pada Januari 2018 setelah melakoni total 253 pertandingan di semua ajang dengan mencetak 105 gol dan 38 assist.
Arsenal adalah tim yang paling sering dibela Giroud sepanjang kariernya. AC Milan di peringkat kedua dengan 132 laga dan Chelsea menyusul dengan catatan 119 pertandingan.
Selama di London Utara, Giroud membantu The Gunners memenangkan tiga trofi Piala FA dan tiga gelar juara Community Shield. Namun, gelar-gelar prestisiusnya diraih bersama Chelsea, seperti juara Liga Champions dan juga Liga Europa.
Dia juga menjadi juara Piala Dunia pada 2018 silam bersama Prancis. Sedangkan di AC Milan, Giroud pernah menjuarai Liga Italia alias Scudetto dalam satu kesempatan di musim 2021/2022. (rda)
Load more