Media Inggris Bandingkan Son Heung-min dengan Cristiano Ronaldo, Disebut Bisa Picu Perpecahan Timnas
- Reuters - Luciano Gonzalez / Anadolu
tvOnenews.com - Media ternama Inggris membandingkan situasi Son Heung-min di Timnas Korea Selatan dengan Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, di tengah konflik internal yang mulai membayangi masa depan sang kapten.
Pemain yang selama ini menjadi salah satu simbol terbesar sepak bola Korea Selatan tersebut kini disebut berpotensi menjadi pusat perpecahan di dalam skuad berjuluk Ksatria Taeguk.
Bahkan, situasinya dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo yang juga pernah menghadapi persoalan serupa bersama Timnas Portugal yang diasuh oleh Jorge Jesus.
- REUTERS/Daniel Becerril
Dalam laporannya, The Guardian menilai sepak bola Korea Selatan sedang berada di persimpangan jalan. Konflik internal antarpemain dan berbagai persoalan di tubuh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dinilai semakin memperkeruh situasi setelah Piala Dunia 2026.
Pada 30 Oktober waktu setempat, The Guardian melalui laporan jurnalis John Duerden mengidentifikasi tiga persoalan utama yang tengah membayangi sepak bola Korea Selatan, yakni perselisihan di dalam skuad, penggerebekan polisi, serta ketidakpastian mengenai masa depan Son Heung-min di tim nasional.
Media tersebut secara khusus membandingkan Son dengan kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo.
Keduanya sama-sama pernah berstatus sebagai bintang Premier League, identik dengan nomor punggung 7, serta berhasil mencatatkan berbagai rekor bersama tim nasional masing-masing.
Namun, The Guardian menilai kedua pemain tersebut juga memiliki risiko berada di tengah perpecahan internal tim.
Meski demikian, Son dianggap memiliki karakter berbeda dari Ronaldo. Ia dinilai bukan sosok yang akan bersikeras mempertahankan posisinya hingga akhir atau menyampaikan pernyataan panjang seperti yang pernah dilakukan megabintang Portugal tersebut.
The Guardian juga menyoroti kontroversi mengenai penyebutan julukan "Nomor 7 dan 'orang itu'" yang mencuat dalam audit parlemen Majelis Nasional Korea Selatan.
Persoalan tersebut semakin menjadi perhatian setelah Lee Yong-soo, Pelaksana Tugas Presiden KFA, gagal memberikan jawaban tegas terkait tuduhan bahwa sejumlah pemain tim nasional menyebut Son dengan istilah merendahkan, alih-alih menggunakan namanya.
Bahkan, situasi ini dinilai lebih serius dibandingkan kontroversi yang dikenal sebagai "Table Tennis Gate" pada Piala Asia 2024. Kala itu, perselisihan antara Son Heung-min dan Lee Kang-in sempat menjadi sorotan besar publik Korea Selatan.
Mengutip sejumlah laporan, The Guardian menyebut beberapa pemain penting kelahiran 1996, seperti Kim Min-jae, Hwang In-beom, dan Hwang Hee-chan, tampaknya menginginkan awal baru dengan pelatih serta kapten berbeda setelah Piala Dunia.
Meski begitu, media Inggris tersebut menegaskan bahwa akar persoalan konflik internal itu hingga kini belum terungkap secara jelas.
Kondisi tersebut membuat para penggemar semakin frustrasi. Mereka menilai berbagai kontroversi yang muncul belum mendapatkan penjelasan memadai dari pihak terkait.
Sebagian penggemar bahkan menduga media mulai memberikan respons dengan memberitakan adanya boikot pemain terhadap peliputan Piala Dunia.
Selain persoalan internal, masa depan dan peran Son Heung-min di Timnas Korea Selatan juga menjadi pembahasan penting.
The Guardian menilai kontribusi Son masih menyisakan sejumlah momen berkesan, termasuk gol tendangan bebasnya saat menghadapi Uzbekistan. Namun, perdebatan mengenai perannya kini telah berkembang lebih jauh.
Jika sebelumnya pembahasan hanya berkutat pada posisi terbaik Son Heung-min, apakah dimainkan sebagai pemain sayap atau di tengah, kini muncul pertanyaan yang lebih besar mengenai apakah ia masih layak menjadi starter.
Di tengah ketidakpastian tersebut, The Guardian melihat Piala Asia 2027 yang akan dimulai pada Januari mendatang sebagai kesempatan penting bagi Son untuk meninggalkan warisan positif bersama tim nasional.
Memimpin Korea Selatan meraih gelar juara Piala Asia dinilai bisa menjadi pencapaian berarti dalam perjalanan karier internasionalnya.
Sementara itu, pelatih sementara Timnas Korea Selatan, Robert Moreno, tetap menunjukkan kepercayaannya kepada Son. Ia memanggil sang kapten bersama seluruh pemain kunci kelahiran 1996 dan menegaskan bahwa Son Heung-min masih menjadi pemimpin tim nasional.
Load more