Pelatih Timnas Argentina Ogah Umbar Janji di Piala Dunia 2022, Trauma Memori Kelam di Korsel-Jepang
- ANTARA/AFP
Jakarta - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengatakan enggan memberikan "angin surga" terkait kans timnya juara di Piala Dunia 2022. Scaloni pun tidak bisa memberi janji tim Tango bakal menjadi kampuin dalam turnamen ini.
Timnas Argentina kerap menjadi salah satu favorit juara setiap pelaksanaan Piala Dunia 2022. Situasi demikian terjadi karena Argentina selalu berisikan pemain penuh bintang.Ā
Tercatat Timnas Argentina menorehkan dua kali titel juara Piala Dunia 2022. Adapun mereka juga tiga kali menjadi runner-up di turnamen ini.
Latar sejarah ciamik tidak ingin membuat Scaloni terbebani. Dia pun publik sepak bola Timnas Argentina untuk tidak memberikan harapan yang tinggi kepada para pemain karena segala sesuatunya bisa terjadi di sepak bola.
āKami tidak memberikan janji apa pun karena ini sepak bola. Ini tidak dapat diprediksi. Ini adalah permainan yang bagus, tetapi terkadang sangat tidak adil, sehingga tidak ada gunanya menjanjikan apa pun,ā ucap Scaloni dalam keterangannya kepada media dikutip dari TyC Sports.
āGenerasi ini telah mempertahankan cara bermain, kami akan terus memilikinya. Lalu ada persaingan, dan mungkin sedikit keberuntungan, yang merupakan dasar di Piala Dunia. Tetapi ketika itu berakhir, kami akan pulang dengan hampa, mengetahui kami telah meninggalkan segalanya, apa pun hasilnya," tuturĀ Scaloni.

Timnas Argentina ketika menjuarai Copa Amerika 2020 (dok. FIFA).
āKami akan bermain di Piala Dunia, dan menyadari membawa nama Argentina. Tetapi kami tidak merasa tertekan, karena ini adalah sepak bola. Kami hanya berusaha tampil di lapangan untuk memperlihatkan permainan kami,ā lanjutĀ Scaloni.
Scaloni lalu mencontohkan memori kelam Timnas Argentina di Piala Dunia 2002 yang juga digelar di kawasan Asia, yakni Korea Selatan dan Jepang. Saat itu, Timnas Argentina hanya menduduki peringkat ketiga Grup F di bawah Swedia dan Inggris.
āNanti akan ada banyak hal yang tidak dapat dinalar. Tahun 2002 bisa menjadi contoh sangat jelas. Timnas Argentina melakukan persiapan yang jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya. Orang-orang melihat kami tidak pantas mendapatkan hasil itu,ā ucap Scaloni.
Load more