GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Alasan Wasit Anulir Gol Enner Valencia pada Laga Pembuka Piala Dunia 2022

Kontroversi pecah pada pertandingan pertama Piala Dunia 2022. Apa alasan wasit menganulir gol Enner Valencia untuk Ekuador di gawang Qatar? Ini penjelasannya.
Senin, 21 November 2022 - 06:37 WIB
Enner Valencia batal cetak gol cepat karena aturan offside.
Sumber :
  • fifa

Doha, Qatar – Kontroversi pecah pada pertandingan pertama Piala Dunia 2022. Apa alasan wasit menganulir gol  Enner Valencia untuk Ekuador di gawang Qatar? Ini penjelasannya.
Qatar memainkan pertandingan perdana di Piala Dunia 2022 saat bertindak sebagai tuan rumah pada Minggu malam (hingga memasuki Senin dini hari, 21 November 2022, di Indonesia). Namun sejarah memihak pada tim lawan.

Kendati Stadion Al Bayt nampak merah hati karena kehadiran pendukung tuan rumah, justru Ekuador merebut perhatian. Pertandingan baru berjalan dua menit, tim kuning sudah menggetarkan gawang Qatar dengan sundulan kapten Enner Valencia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ekuador bersorak merayakan gol pembuka. Penonton beratribut kuning pun bergembira di sela-sela pendukung Qatar di tribun.

Namun sukacita terhenti. Wasit tidak segera meniup peluit sebagai tanda pengesahan gol. Sang pengadil dari Italia menunggu laporan dari rekannya yang bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR) yang mengolah data dari rekaman video dan analisis komputer.

Tambahan informasi dari teknologi data chip yang tertanam di dalam bola Al Rihla juga menjadi bahan pertimbangan. Berdasarkan video, VAR kemudian menyarankan agar wasit Daniele Orsato untuk membatalkan gol Enner Valencia pada menit 3.

Fans Ekuador batal bersukacita. Kekecewaan berganti keheranan. Banyak penonton televisi pun tidak mengerti, mengapa wasit menggagalkan keunggulan tim asuhan Gustavo Alfaro?

Komentator Televisi Pun Bingung

Bahkan Dion Dublin, mantan striker tim nasional Inggris yang bertugas sebagai komentator di televisi, pun tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi di lapangan. Dublin berspekulasi, mungkin ada gerakan kaki yang terlalu tinggi saat pemain Ekuador, Felix Torres, menendang bola ke arah gawang.

Tapi rekaman VAR dan bantuan simulasi animasi 3D menjelaskan, Michael Estrada berada pada posisi offside karena dengkulnya berada di belakang kiper Saad Al Sheeb saat terjadi perebutan bola di area gawang Qatar.

Menurut aturan pertandingan internasional FIFA, pemain dari tim yang menyerang terperangkap dalam posisi offside bila anggota badannya berada di belakang kiper tim yang diserang meski masih ada satu pemain non-kiper yang tidak terlibat langsung dalam proses gol.

Hanya dengan bantuan VAR, wasit dapat membuktikan situasi sulit. Kendati kontroversial, sang pengadil telah membatalkan gol pertama Enner Valencia.

Sesudah pertandingan, banyak komentar yang mempertanyakan hasil VAR dan aturan pertandingan serta sistem teknologi FIFA yang kontroversial. Bahkan Dion Dublin kemudian tertawa seraya berkata, “Selalu ada penjelasan untuk semua jalan!”

Fans Ekuador Ejek Qatar

Komentar pun berseliweran di dunia maya. Banyak pihak menuding, FIFA sengaja ingin mendukung Qatar pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2022. Apalagi dugaan suap sudah muncul sebelum laga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Malah muncul video dari area tribun yang kemudian viral. Seorang pendukung Ekuador nampak beradu agumen dengan kelompok penonton Qatar sembari menuduh tuan rumah telah menyuap FIFA untuk pertandingan pertama Piala Dunia 2022.

Walau bagaimana pun, kontroversi tidak menghentikan fakta berikutnya. Qatar menjadi tuan rumah pertama yang mengalami kekalahan pada pertandingan pembuka Piala Dunia setelah Enner Valencia kemudian membuat dua gol lain untuk kemenangan Ekuador, 2-0. (raw)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Dishub Surabaya menyiapkan 15 titik parkir resmi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bocor! John Herdman Ungkap Ciri-ciri Pemain yang akan Dipanggil ke Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Bocor! John Herdman Ungkap Ciri-ciri Pemain yang akan Dipanggil ke Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

John Herdman mengungkap kriteria pemain Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027, dari mental, karakter, hingga kemampuan menghadapi tekanan besar.
Diduga Minimnya pengawasan saat Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya di duga bunuh diri

Diduga Minimnya pengawasan saat Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya di duga bunuh diri

WN India diduga tewas bunuh diri di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, pada Kamis (13/5/2026). Korban SN diduga depresi saat sebelumnya menjalani..
Reaksi Tak Terduga Dedi Mulyadi saat Lagi Emosi ke Mandor Proyek Galian Kabel eh Malah Diserbu Warga Minta Foto

Reaksi Tak Terduga Dedi Mulyadi saat Lagi Emosi ke Mandor Proyek Galian Kabel eh Malah Diserbu Warga Minta Foto

Dedi Mulyadi beri reaksi tak terduga ketika sedang emosi dengan mandor proyek galian kabel tetapi justru didatangi warga yang ingin minta foto dengan Gubernur.
Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

AC Milan mulai serius menyiapkan proyek jangka panjang di masa depan. Salah satu nama yang mendapat perhatian besar manajemen Rossoneri adalah Alphadjo Cisse.
Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT