Piala Dunia 2022 Resmi Dibuka, Presiden FIFA: Sepak Bola Menyatukan Dunia
- (ANTARA/Gilang Galiartha)
Gelombang kritik terbesar muncul dari berbagai laporan media Barat yang menyebut bahwa Qatar menabrak banyak hak asasi manusia dalam proyek pembangunan stadion-stadion Piala Dunia 2022.
Surat kabar Inggris, The Guardian, bahkan mengklaim dalam laporannya bahwa setidaknya 6.500 orang pekerja migran dari Asia Selatan meninggal dalam proses pembangunan stadion-stadion Piala Dunia.
Laporan tersebut memantik kritik yang semakin deras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Qatar, menambah sorotan perlakuan diskriminatif terhadap perempuan serta komunitas LGBTQ.
Namun, Infantino pasang badan untuk Qatar menyebut bahwa kritik yang datang dari Barat tak ubahnya sebuah "kemunafikan" senada dengan pejabat negeri itu sendiri yang merasa menjadi sasaran "rasisme" dan "standar ganda".
Infantino begitu yakin bahwa yang dilakukan dunia Barat terhadap Qatar adalah sebuah ketidakadilan paripurna sebagaimana ia sampaikan dalam jumpa pers pembukaan Piala Dunia di Doha, Sabtu (19/11) kemarin.
"Pemberian pelajaran moral ini begitu sepihak dan hanyalah kemunafikan. Saya tidak pada posisi untuk memberi pelajaran hidup kepada Anda, tetapi apa yang terjadi ini teramat sangat tidak adil," kata Infantino.
Meski sehari kemudian Infantino meyakini bahwa sepak bola adalah pemersatu dunia, agaknya ia tak bisa memungkiri bahwa di matanya upaya Qatar menyelenggarakan Piala Dunia 2022 sebagai sesuatu yang putih, tetapi bagi kritikus barat sebuah hal yang hitam pekat.(ant/mii)
Â
Load more