Juventus Menang Telak, Fabio Grosso Akui Jay Idzes dkk Beda Level: Bianconeri Kembali ke Zona Liga Champions
- Juventus
tvOnenews.com - Juventus kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu raksasa Serie A. Kemenangan meyakinkan atas Sassuolo bukan hanya menambah tiga poin, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa Bianconeri pantas berada di papan atas klasemen Liga Italia.
Performa dominan itu bahkan membuat pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, secara terbuka mengakui perbedaan level antara timnya dan Juventus yang kini kembali merangsek ke empat besar.
Hasil telak tersebut sangat krusial bagi Juventus dalam persaingan papan atas Serie A musim 2025/2026. Tambahan poin membuat Si Nyonya Tua naik ke posisi keempat klasemen sementara dan menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan.
Sementara itu, Sassuolo yang diperkuat Jay Idzes harus menerima kenyataan pahit setelah tak berkutik menghadapi agresivitas dan kedalaman skuad Juventus.
Juventus Menang Banyak dan Naik ke Empat Besar
Juventus memastikan kemenangan 3-0 atas Sassuolo pada pekan ke-19 Liga Italia di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Selasa (6/1/2026) waktu setempat.
Tiga gol kemenangan Bianconeri lahir lewat gol bunuh diri Tarik Muharemovic, aksi Fabio Miretti, dan penyelesaian klinis Jonathan David.
Hasil ini membawa Juventus menempati peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 36 poin dari 19 pertandingan.
Mereka kini hanya terpaut tiga angka dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen. Posisi ini sekaligus menempatkan Juventus tepat di batas bawah zona Liga Champions, sebuah target realistis yang terus mereka kejar musim ini.
Sebaliknya, kekalahan membuat Sassuolo tertahan di papan tengah. I Neroverdi kini mengoleksi 23 poin dari 19 laga dan berada di sekitar peringkat 10–11, unggul cukup jauh dari zona degradasi, tetapi belum mampu bersaing dengan tim-tim papan atas.
Dominasi Bianconeri di Mapei Stadium
Sejak menit awal, Juventus langsung tampil menekan. Ancaman pertama dilepaskan Kenan Yildiz, meski masih bisa diamankan kiper Sassuolo, Arijanet Muric. Andrea Cambiaso kemudian ikut mencoba peruntungan, namun tembakannya belum menemui sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-16. Tekanan beruntun Juventus berujung gol bunuh diri Tarik Muharemovic yang salah mengantisipasi situasi di kotak penalti. Gol tersebut membuat Juventus semakin percaya diri dalam mengontrol permainan.
Memasuki babak kedua, dominasi Juventus semakin kentara. Fabio Miretti menggandakan keunggulan pada menit ke-62 setelah menerima assist dari Jonathan David.
Hanya berselang satu menit, David sendiri mencatatkan namanya di papan skor lewat duel satu lawan satu dengan Muric, memanfaatkan kesalahan di lini belakang Sassuolo yang melibatkan Jay Idzes.
Setelah unggul tiga gol, Juventus tetap memegang kendali permainan hingga laga usai. Sassuolo sempat mencoba keluar menekan, namun solidnya pertahanan Bianconeri membuat skor 3-0 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Fabio Grosso: Juventus Pantas, Kami Harus Naik Level
Usai pertandingan, pelatih Sassuolo Fabio Grosso tidak menutupi kekecewaannya. Ia secara sportif mengakui keunggulan Juventus dan menyebut tim lawan memang berada di level yang berbeda.
“Kami mempersiapkannya dengan cara yang berbeda dari cara kami bermain sebenarnya, tetapi Juventus pantas mendapat pujian untuk itu,” ujar Grosso, dikutip dari DAZN.
“Kami kalah, tetapi ini adalah bagian dari proses pertumbuhan.”
Pelatih kelahiran Roma tersebut menegaskan bahwa kekalahan ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi Jay Idzes dan kolega. Menurutnya, laga melawan tim sekelas Juventus menuntut peningkatan kualitas di segala aspek.
“Kami akan mengisi ulang energi kami dan belajar dari ini. Kami sangat senang dengan bagaimana musim ini berjalan, tetapi jelas tidak senang dengan penampilan malam ini,” lanjutnya.
“Juve pantas mendapat pujian karena mengambil kendali. Dalam pertandingan seperti ini Anda perlu meningkatkan level Anda dan berharap lawan tidak dalam kondisi 100 persen.”
Kemenangan ini semakin menegaskan posisi Juventus sebagai pesaing serius di papan atas Serie A. Sementara bagi Sassuolo, kekalahan telak dari Bianconeri menjadi pengingat keras bahwa untuk bersaing dengan tim elite, peningkatan level permainan adalah keharusan mutlak. (udn)
Load more