Curhatan Emil Audero setelah Jadi Korban Pelemparan Petasan Suporter Inter Milan
- Lega Serie A
tvOnenews.com — Kiper Cremonese Emil Audero Mulyadi mengaku tidak habis pikir dengan aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum suporter Inter Milan. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu mempertanyakan alasan di balik pelemparan petasan yang diarahkan kepadanya.
Insiden tersebut terjadi saat Cremonese menjamu Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, akhir pekan lalu. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Cremonese 0-2, pertandingan sempat diwarnai kejadian serius pada awal babak kedua.
Emil Audero terkapar di lapangan setelah terkena lemparan petasan dari tribun penonton. Akibat insiden tersebut, Audero mengalami luka robek di paha kanan serta gangguan pendengaran sementara.
Meski demikian, ia masih mampu melanjutkan pertandingan hingga usai.
Beruntung, Audero tidak mengalami cedera serius. Namun, kiper berusia 29 tahun itu tetap menyayangkan aksi suporter yang membahayakan keselamatan pemain.
"Saya ingin bertanya kepada siapa pun yang melempar petasan itu mengapa. Mengapa Anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri Anda sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini," kata Audero, dikutip dari Cremona Sport, Kamis (4/2/2026).

- REUTERS/Matteo Ciambelli
Mantan kiper Inter Milan tersebut menegaskan bahwa sepakbola seharusnya menjadi sarana penyampai nilai-nilai positif, bukan ajang kekerasan.
"Sepakbola semestinya menyampaikan nilai-nilai, dan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam hal itu. Sepakbola adalah tentang kesenangan, keterampilan, kualitas, komitmen, dan gairah," tambahnya.
"Itu adalah prinsip-prinsip yang ingin dan harus kita sampaikan. Itulah mengapa apa yang terjadi tidak dapat diterima, terutama pada saat yang sensitif seperti ini," tegas Audero.
Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti insiden tersebut. Pelaku pelemparan petasan diketahui merupakan suporter Inter Milan berusia 19 tahun dan berhasil ditangkap setelah teridentifikasi melalui rekaman kamera stadion.
Akibat ulah oknum suporternya, Inter Milan turut menerima sanksi. Kementerian Dalam Negeri Italia menjatuhkan hukuman berupa larangan kehadiran suporter Inter Milan dalam tiga laga tandang Serie A.
Insiden ini kembali menjadi sorotan terkait pentingnya menjaga keamanan dan sportivitas dalam dunia sepakbola.
Load more