GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketika Gareth Bale Bicara, Tabir Kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid Akhirnya Terkuak

Gareth Bale akhirnya angkat bicara, gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu ruang ganti Real Madrid pada era kepelatihan Xabi Alonso perlahan menjadi lebih terang.
Kamis, 22 Januari 2026 - 23:51 WIB
Gareth Bale.
Sumber :
  • ANTARA/AFP/Gabriel Bouys/pri.

Jakarta, tvOnenews.com - Gareth Bale akhirnya angkat bicara, gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu ruang ganti Real Madrid pada era kepelatihan Xabi Alonso perlahan menjadi lebih terang.

Penunjukan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid pada musim panas lalu sempat disambut optimisme besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia datang menggantikan Carlo Ancelotti dengan reputasi mentereng setelah sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar dan tampil konsisten di level tertinggi. 

Alonso diharapkan menghadirkan pembaruan, baik dari sisi taktik maupun mentalitas.

Namun, ekspektasi itu tidak pernah sepenuhnya terwujud. Dalam waktu kurang dari setengah musim, proyek Alonso di Santiago Bernabeu justru berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. 

Dewan klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama setelah serangkaian hasil yang dinilai tidak mencerminkan standar Real Madrid.

Di bawah asuhan Alonso, Los Blancos kesulitan menemukan stabilitas. Mereka tertinggal cukup jauh dari Barcelona dalam persaingan gelar La Liga

Kekalahan dari rival abadinya itu di ajang Piala Super Spanyol menjadi momen krusial yang semakin menggerus kepercayaan manajemen terhadap sang pelatih.

Masalah Real Madrid tidak hanya berhenti pada performa di lapangan. Alonso juga disebut mengalami kendala dalam mengelola ruang ganti yang sarat bintang.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya hubungan yang kurang harmonis antara Alonso dengan beberapa pemain kunci, termasuk Vinicius Junior dan Rodrygo. Ketegangan internal tersebut berdampak pada kohesi tim serta suasana kerja sehari-hari.

Pandangan kritis mengenai kegagalan Alonso kemudian disampaikan Gareth Bale.

Mantan pemain Real Madrid itu menilai bahwa tantangan melatih klub sebesar Real Madrid tidak semata soal kecakapan taktik.

“Dia adalah pelatih hebat. Dia memenangkan gelar di Bayer Leverkusen dan melatih tim dengan sangat baik. Tetapi ketika Anda datang ke Real Madrid, Anda tidak hanya perlu menjadi pelatih, Anda perlu menjadi manajer. Anda harus mengelola ego di ruang ganti,” ujar Bale dalam wawancara dengan TNT Sport.

Menurut Bale, keberadaan para pemain bintang di Real Madrid menuntut pendekatan yang berbeda. Seorang pelatih harus mampu memahami dan mengelola karakter para superstar yang dapat menentukan hasil pertandingan dalam sekejap.

“Anda harus memanjakan ego. Anda tidak perlu melakukan terlalu banyak hal taktis. Di ruang ganti ada superstar yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Jadi memang benar dia ahli taktik yang baik, tetapi di Real Madrid, itu tidak cukup,” kata Bale.

Usai meninggalkan kursi kepelatihan, Xabi Alonso pun mengakui bahwa masa baktinya tidak berjalan sesuai harapan.

Dalam pernyataan terbuka, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada klub serta para pendukung.

“Perjalanan profesional ini telah berakhir dan tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat dan bangga karena telah melakukan yang terbaik,” tulis Alonso.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Real Madrid kemudian bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Meski sempat mengawali kiprah dengan kekalahan dari Albacete di Copa del Rey, Arbeloa mulai menunjukkan arah baru lewat hasil positif di La Liga dan penampilan menjanjikan di Liga Champions.

Sebuah babak baru pun dibuka, sementara era singkat Xabi Alonso menjadi catatan penting tentang betapa kompleksnya tantangan memimpin klub sebesar Real Madrid.(lgn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT