News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemain yang Dipanggil Timnas Dapat Gaji atau Cuma Uang Saku Saja? Begini Penjelasannya

Tidak sedikit para pecinta sepak bola yang penasaran apakah pesepakbola digaji saat membela tim nasional (timnas) atau hanya uang saku saja. Bermain sepak bola
Minggu, 19 November 2023 - 13:37 WIB
Skuad Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Stadion Basra, Irak
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Tidak sedikit para pecinta sepak bola yang penasaran apakah pesepakbola digaji saat membela tim nasional (timnas) atau hanya uang saku saja. 

Bermain sepak bola untuk timnas menjadi salah satu pencapaian penting bagi setiap pesepakbola, tidak di negara-negara dengan budaya sepak bola yang sangat kental Eropa dan Amerika Latin, namun juga di Asia dan Afrika. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain meningkatkan kebanggaan, bisa bermain di timnas tentu saja bisa menambah nilai dari seorang pemain.

Lantas bagaimanakah sistem pembayaran mereka ketika membela timnas? 

(Foto: PSSI)

Pada Piala Dunia 2018 silam, hadiah yang disiapkan mencapai Rp5,4 triliun dan juaranya mendapatkan Rp531 miliar. 

FIFA pun membebaskan setiap negara untuk membagi uang hadiah ini pada para pemain dan seberapa besar mereka menggaji para pemain mereka. 

Contohnya penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe yang memiliki bayaran sekitar Rp326 miliar selama Piala Dunia 2018. 

Alih-alih mengambilnya, uang gaji tersebut ia donasikan untuk kegiatan amal yang menyediakan aktivitas olahraga untuk anak-anak dengan disabilitas. 

Jumlah gaji yang diterima oleh pemain timnas juga bergantung dengan level kompetisi yang mereka ikuti. 

Selain gaji para pemain juga akan mendapatkan bonus yang besarannya tentu berbeda-beda bergantung pada pemberi otoritas. 

(Foto: PSSI)

Namun biasanya angka yang pemain dapatkan di timnas lebih kecil dari yang mereka dapatkan di klub. Akan tetapi tak sedikit para pemain yang menganggap kalau bermain untuk timnas bukanlah soal uang. 

Sebab contohnya, mereka yang tampil di Piala Dunia berpeluang disaksikan 2,2 miliar pemirsa televisi. Saluran ini otomatis akan membuka pintu pada sponsorship dan endorsement. 

Di sisi lain, klub yang membayar pemain lebih tinggi sering kali protes pada federasi karena memulangkan pemain dalam kondisi kelelahan dan cedera. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu UEFA menyiapkan sejumlah angka kompensasi atas pemain yang absen karena pertandingan timnas. Bagi sejumlah pemain adalah hal yang tabu untuk mencari uang dengan menggunakan lambang negara di dada. 

Lantas bagaimana dengan pemain timnas Indonesia? Belum ada penjelasan resmi terkait hal ini. Bahkan bonus yang didapat pemain ketika berhasil mendapat gelar juara saja biasanya dirahasiakan. (amr)

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni pada setiap tahunnya menjadi refleksi bagi setiap individu maupun kelompok.
Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran hebat melanda kawasan pada penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Tim gabungan hingga saat ini terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT