Meski Piala Asia 2023 Sudah Selesai, Pujian Terhadap Marselino Ferdinan Tak Pernah Berhenti
- PSSI
tvOnenews.com - Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan kembali menjadi perbincangan meski Piala Asia 2023 telah selesai.
Marselino Ferdinan mampu mencuri perhatian banyak pihak setelah tampil sangat apik bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.
Marselino Ferdinan mampu menjadi motor serangan Timnas Indonesia meski usianya baru 19 tahun.
Sepanjang turnamen berlangsung, pemain KMSK Deinze ini selalu menjadi starter dan tidak pernah digantikan oleh pelatih Shin Tae-yong.
Mantan pemain Persebaya Surabaya ini sukses mencatatkan satu gol pada saat skuad Garuda menghadapi Irak di laga pertama.
Berkat kerja kerasnya, Timnas Indonesia sukses lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Sayang, langkah Timnas Indonesia harus terhenti karena menelan kekalahan telak dari Australia dengan skor telak 0-4.
Meski demikian, banyak pihak memuji penampilan Marselino dan memprediksi akan menjadi pemain hebat di masa depan.
??A rising star that gave his all to his team!? @NEOM | #FutureStars | #AsianCup2023 pic.twitter.com/nNJVtgTdmB
— #AsianCup2023 (@afcasiancup) February 12, 2024
Sorotan pun diberikan oleh akun Twitter/X resmi Piala Asia 2023, @afcasiancup yang memberikan pujian kepada eks pemain Persebaya Surabaya itu.
"Bintang baru yang memberikan segalanya untuk timnya!," tulis akun X @afcasiancup dikutip Selasa (13/2).
Unggahan tersebut menampilkan aksi-aksi Marselino selama mengikuti Piala Asia 2023 bersama Timnas Indonesia.
Termasuk satu golnya pada saat Timnas Indonesia menghadapi Irak di laga pertama Grup D yang berakhir 1-3.
Sementara itu, Marselino kepada media Belgia, HBVL mengaku senang dan bangga bisa membawa Timnas Indonesia ke babak 16 besar.
"Saya sangat bangga dengan apa yang kami capai. Turnamen kami adalah pengalaman yang luar biasa," ujar Marselino Ferdinan dikutip dari HBVL.
Menurut Marselino, menanti kelolosan Timnas Indonesia ke 16 besar merupakan momen yang sangat luar biasa.
Pasalnya, Indonesia harus menggantungkan nasib ke tim lain untuk bisa lolos ke fase berikutnya.
"Lolosnya kami ke babak gugur bergantung pada hasil laga antara Kirgistan dan Oman, yang harus berakhir imbang bagi kami. Gol penyama kedudukan Kirgistan baru tercipta pada menit ke-88. Momen itu memberi kami kegembiraan," lanjutnya. (fan)
Load more