Sempat Digadang-gadang Jadi Bintang Timnas Indonesia, Syamsir Alam Malah Melempem Kariernya, Umbar Kisah di Uruguay, Ternyata...
- Kolase foto tim tvOnenews
tvOnenews.com - Kisah Syamsir Alam, sempat digadang-gadang jadi bintang Timnas Indonesia namun kariernya sebagai atlet malah melempem.
Syamsir Alam merupakan mantan wonderkid Timnas Indonesia yang pernah bersinar di level junior, namun ia malah banting setir menjadi seorang bintang sinetron.
Pria kelahiran 6 Juli 1992 tersebut pernah tampil membela Timnas Junior U-14 dalam kejuaraan Asia di Bangkok, Thailand.
Syamsir Alam, eks Timnas Indonesia. Sumber: kolase tim tvOnenews
Ia juga pernah menempuh program pendidikan Socieded Anonima Deportiva (SAD) untuk mengembangkan pesepak bola muda Indonesia, yang dilakukan oleh PSSI di Uruguay selama 4 tahun.
Tahun 2007, ia pernah bermain bersama Timnas di kualifikasi Piala Asia U-19 di Vietnam.
Permainannya dalam laga tersebut berhasil memukau pecinta sepak bola di tanah air. Bahkan, Saymsir Alam pernah tercacat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Timnas Indonesia.
Kisah mantan pemain Timnas Indonesia U-23 Syamsir Alam ini memang tak pernah lepas dari kejadian menarik saat mengikuti SAD di Uruguay.
Syamsir Alam dan dua eks pemain Timnas Indonesia U-23 lainnya pernah ramai diberitakan karena terlibat konflik dengan anak jenderal di Uruguay.
Dilansir dari kanal YouTube Sport77, Syamsir Alam mengatakan bahwa kejadian bermula ketika ada orang Uruguay yang rasis kepadanya dan teman-temannya.
Awalnya, Syamsir Alam dan dua pemain Timnas lainnya mengabaikan perkataan rasis tersebut dan memberi pengertian kepada orang Uruguay itu.
Namun, kesabaran Syamsir habis. Ia lalu mengajak teman-temannya di asrama untuk mendatangi anak-anak Uruguay tersebut.
Syamsir Alam berusaha bersikap bijak untuk tidak main pukul karena saat itu ia merupakan seorang kapten tim. Namun, ketika ada salah satu teman yang tiba-tiba memukul orang Uruguay, situasi menjadi tidak terkendali.
"Saya balik ke hotel, dan bertertiak 'Hei, kita semua mau berantem ini'. Mereka semua keluar kamar pakai pull besi. Tapi saya bilang bahwa kita tidak boleh main pukul, karena status saya kapten saat itu jadi harus bisa bersikap bijak," kata Syamsir Alam.
Load more