GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bak Petir di Siang Bolong, Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Pemain Keturunan yang Berkarier di Eropa, Kok Bisa?

Timnas Indonesia terancam kehilangan salah satu talenta terbaiknya yang berkarier di Eropa, karena tidak memenuhi syarat dari FIFA untuk dinaturalisasi.
Minggu, 4 Agustus 2024 - 16:57 WIB
Timnas Indonesia Kehilangan Talenta Kelas Eropa
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia terancam kehilangan salah satu pemain keturunan yang berkarier di Eropa setelah tak memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.

Sosok tersebut adalah pemain FC Dordrecht U-21, Mauresmo Hinoke yang sempat memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Toulon Cup 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mauresmo Hinoke merupakan pemain yang direkomendasikan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri untuk dinaturalisasi.

Saat memperkuat Garuda Nusantara di Toulon Cup 2024, dia tampil impresif dan menjadi satu-satunya pencetak gol.

tvonenews

Penyerang berusia 19 tahun ini terancam batal dinaturalisasi karena garis keturunannya di atas kakek dan neneknya.

Hal ini pertama kali diungkapkan oleh pengamat sepak bola, Binder Singh di akun YouTube pribadinya beberapa hari lalu.

"Mauresmo Hinoke yang rencananya mau dinaturalisasi oleh PSSI, tapi saya mendapatkan informasi Hinoke sulit dinaturalisasi karena sudah lebih dari tiga garis keturunan," kata Bung Binder.

Kondisi ini membuat Hinoke tidak eligible untuk dinaturalisasi, karena FIFA membatasi seorang pemain bisa berpindah federasi jika punya keturunan maksimal kakek-nenek.


Mauresmo Hinoke. Foto: Instagram - Mauresmo Hinoke. 

Hinoke sendiri merupakan satu dari lima pemain keturunan yang direkomendasikan Indra Sjafri untuk dinaturalisasi.

"Yang tiga nama kemarin yang kita, kalau Jens Raven kan sudah masuk, ini di luar ya," kata manajer timnas U-20 Indonesia, Ahmad Zaki.

"Itu ada Tim (Geypens), kemudian ada Hinoke Mauresmo, dan satu lagi Dion (Markx). Itu yang direkomendasikan untuk dihadirkan," tambahnya.

Sementara itu, Indra Sjafri pun mengungkapkan bahwa ada satu pemain yang terhambat untuk dinaturalisasi.

Indra Sjafri bahkan terang-terangan tidak ingin melanggar regulasi jika dipaksakan untuk dinaturalisasi.

"Ya, kita ada rekomendasi, Ada lima (3 dan 2). Tapi ada masih terhambat sih. Kita juga tidak bisa melanggar regulasi," kata Indra Sjafri dikutip dari YouTube Arya Sinulingga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini menjadi kabar buruk bagi Timnas Indonesia yang akan kehilangan salah satu talenta terbaik dari Eropa.

Musim lalu, dia menjadi salah satu pemain kunci di FC Dordrecht U-21 dengan mencatatkan 18 kali penampilan serta mencetak tiga gol.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Prihantini? Alumnus ITB yang Bikin Geger Dunia Riset Internasional Lewat Dugaan "Fraud" di Denmark

Siapa Prihantini? Alumnus ITB yang Bikin Geger Dunia Riset Internasional Lewat Dugaan "Fraud" di Denmark

Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan klarifikasi resmi terkait kasus dugaan manipulasi riset (fraud) yang menyeret salah satu alumnusnya, Prihantini. 
Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Kampung Sembilangan, Desa Hurip Jaya, Babelan, Bekasi mengadu kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal jalan rusak ogah diperbaiki pejabat desa.
Orang Terdekat Ungkap Sifat Asli Alvino Sebelum Meninggal Dunia di Glamping Temanggung: Dari Semalam Kita Nangis

Orang Terdekat Ungkap Sifat Asli Alvino Sebelum Meninggal Dunia di Glamping Temanggung: Dari Semalam Kita Nangis

keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang meninggal dunia di dalam tenda Glamping, pada Rabu (27/5/2026). Orang terdekat ungkap sifat asli Alvino Evan Hakim
Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya bayi berusia 2,5 tahun dengan luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) yang ditemukan luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Masih Ingat Santriwati Hamil Lewat Mimpi? Terungkap Diduga Jadi Korban Kiai Cabul Pimpinan Ponpes Pekalongan

Polres Pekalongan membuka misteri santriwati hamil lewat mimpi diduga menjadi korban kiai cabul, AKF, pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan.
Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, MUI Sebut Sah Sesuai Syariat dan Hukum Negara

Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, MUI Sebut Sah Sesuai Syariat dan Hukum Negara

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, memberikan klarifikasi terkait pengadaan sapi kurban bantuan presiden (Banpres) yang bersumber dari APBN. 

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik tewasnya bayi berusia 2,5 tahun dengan luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) yang ditemukan luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Babelan Ngadu ke Dedi Mulyadi, Sindir Pejabat Ogah Perbaiki Jalan Rusak: Gak Boleh Dirapikan, Takut Miskin

Pemuda Kampung Sembilangan, Desa Hurip Jaya, Babelan, Bekasi mengadu kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal jalan rusak ogah diperbaiki pejabat desa.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT