News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dengarkan Shin Tae-yong! Mantan Asisten Luis Milla Peringatkan Timnas Indonesia Waspadai Permainan Kotor Bahrain Ala Negara Arab, Begini Katanya

Mantan asisten pelatih Luis Milla, Bayu Eka Sari memberikan peringatan kepada Timnas Indonesia jelang menghadapi Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Senin, 7 Oktober 2024 - 13:07 WIB
Luis Milla dan Timnas Indonesia
Sumber :
  • Kolase Instagram Luis Milla dan tvOnenews.com/Julio Tri Saputra

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan asisten pelatih Luis Milla, Bayu Eka Sari memberikan peringatan kepada Timnas Indonesia jelang menghadapi Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Timnas Indonesia bakal melakoni laga lanjutan putaran ketiga Grup C kontra The Reds -julukan Bahrain- di Bahrain National Stadium pada Kamis (10/10/2024) malam WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jelang pertandingan tersebut, skuad Garuda mendapatkan sebuah nasihat dari Bayu Eka Sari, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.

tvonenews

Pria yang akrab disapa Bang Bes itu pernah menjadi asisten pelatih Luis Milla saat di Persib Bandung untuk musim 2023/2024.

Tak hanya itu, dirinya juga pernah menjabat sebagai penerjemah pelatih asal Spanyol itu saat berada di Timnas Indonesia.

Bang Bes menyebut jika Timnas Indonesia harus mewaspadai permainan kotor yang kerap dilakukan para negara di kawasan Arab, termasuk Bahrain.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah perbincangan dengan pengamat sepak bola Indonesia, Binder Singh atau Bung Binder.

Sebelumnya, Bang Bes dengan Bung Binder membahas terkait taktik permainan Bahrain kala mengalahkan Australia.

Bung Binder mengatakan bahwa Bahrain kerap melakukan sandiwara sehingga membuat para pemain Australia tidak fokus.

Timnas Indonesia dan Bahrain
Timnas Indonesia dan Bahrain
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

"Saya lihat para pemain Bahrain ini pinternya bukan cuman main bola, tetapi pinternya bersandiwara banyak sekali trik-trik mereka di atas lapangan ini," ujar Bung Binder dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin (7/10/2024).

"Ini yang mempengaruhi wasit dikit-dikit jatuh, jadi para pemain Australia ini nggak fokus untuk main bola yang sebenarnya akhirnya kena kartu merah," tambahnya.

Kemudian, menanggapi ucapan Bung Binder itu, Bang Bes pun merespons dengan menyebut jika hal tersebut menjadi hal yang biasa diterapkan negara-negara Arab.

Bang Bes menjelaskan bahwa kelakuan kotor yang dilakukan sejumlah negara itu bertujuan untuk mengimbangi kekuatan dari lawannya dengan harapan bisa meraih kemenangan.

Skuad Bahrain untuk Hadapi Timnas Indonesia
Skuad Bahrain untuk Hadapi Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram Resmi Federasi Sepak Bola Bahrain

 

"Itu yang kita sebut dalam dunia sepak bola negatif football, jadi istilahnya dia nggak mau main, dia mau mendelay, dia mau distract kita," jelas Bang Bes.

"Ini udah biasa dilakukan oleh negara-negara Arab yang istilahnya nggak punya kemampuan untuk bisa bermain," lanjutnya.

Tak hanya itu, Bang Bes juga menceritakan situasi yang pernah dialami Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Uni Emirat Arab pada Asian Games 2018.

Menurutnya, para pemain UEA juga menerapkan gaya mendelay bola sehingga membuat skuad Garuda kesal.

"Mungkin bisa ingat 2018 waktu Asian Games Indonesia kalah lawan UAE sama kayak begitu, mainnya bahkan tuh trik-trik mereka dikit-dikit jatuh," kata Bang Bes.

Berkaca pada kejadian itu, mantan asisten pelatih Luis Milla itu memberikan nasihat bijak kepada Timnas Indonesia jelang hadapi Bahrain.

Ia menyebut jika skuad Garuda harus mewaspadai permain kotor dari Bahrain sehingga tidak terpancing emosi dalam pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini yang harus dihindari oleh Indonesia ketika melawan Bahrain, karena Indonesia yang sekarang menurut saya Indonesia yang proaktif juga," pungkas Bang Bes.

(igp/yus)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pemuda Bulan Bintang mengajukan permohonan pengujian materiil Pasal 50A ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mendorong inovasi dan produktivitas, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam keamanan siber.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol

Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mendorong peran besar sektor swasta dalam upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Trending

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mendorong inovasi dan produktivitas, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam keamanan siber.
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT