Ernando Ari Tak Lagi Jadi Kiper Andalan Timnas Indonesia? Usai Maarten Paes Kini Giliran Emil Audero Unjuk Gigi, Ernando Cuma Jadi....
- Instagram/@nandoariiiss
tvOnenews.com - Ernando Ari kian tersingkir dari posisi kiper Timnas Indonesia. Usai Maarten Paes, kini giliran Emil Audero yang dipercaya jadi penjaga gawang di laga kontra China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, Juni mendatang.
Timnas Indonesia akan menghadapi laga krusial melawan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di tengah absennya Maarten Paes karena akumulasi kartu kuning, pelatih Patrick Kluivert memilih Emil Audero Mulyadi untuk berdiri di bawah mistar.
Pilihan ini seolah menjadi jawaban atas kebutuhan PSSI akan pelapis berkualitas selain Paes, yang selama ini menjadi pilihan utama sejak era Shin Tae-yong.
Paes memang tampil konsisten dalam perjalanan Indonesia menuju babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, risiko cedera atau skorsing tak bisa diabaikan. Kekhawatiran itu kini terwujud, dengan Paes harus menepi pada laga kesembilan Grup C melawan China, Kamis (5/6/2025).
Beruntung, skuad Garuda tak kekurangan opsi karena kini memiliki Emil Audero, penjaga gawang yang baru saja menyelesaikan musim bersama Palermo di Serie B dan berpengalaman di Serie A Italia.

- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Kehadiran Emil menjadi pembeda signifikan jika dibandingkan dengan masa kepelatihan Shin Tae-yong.
Saat itu, Maarten Paes tak memiliki pesaing selevel, hanya dibekingi oleh kiper-kiper dari Liga 1 seperti Ernando Ari, Nadeo Argawinata, atau Reza Arya.
Kini, dengan naturalisasi Emil Audero yang rampung tepat waktu, Patrick Kluivert punya opsi solid yang bisa mengisi kekosongan saat Paes absen.
Sementara itu, posisi Ernando Ari justru makin tersingkirkan. Kiper asal Persebaya Surabaya ini sempat menjadi andalan utama di awal era Shin Tae-yong, bahkan dipercaya tampil dalam beberapa laga krusial kualifikasi.
Namun, performanya belakangan menurun drastis, baik di level klub maupun tim nasional. Kepercayaan dirinya seolah merosot sejak turun pangkat menjadi kiper kedua, lalu kini hanya jadi opsi ketiga di bawah Emil dan Paes.
Musim ini, performa Ernando di Liga 1 dinilai mengecewakan. Ia kerap melakukan blunder fatal, termasuk kesalahan membaca bola silang saat Persebaya menghadapi PSIS dan Arema FC, yang berujung gol lawan.
Dalam duel kontra Persija Jakarta, ia juga gagal mengamankan bola dalam situasi satu lawan satu dengan Rayhan Hannan.
Ketiga laga tersebut berakhir imbang 1-1, di mana Ernando secara tidak langsung “menghapus” tiga poin penuh bagi timnya.
Masalah tak berhenti di situ. Pada pekan ke-33 Liga 1 2024/25, ia dikartu merah langsung usai melanggar keras pemain Borneo FC sebagai last man.
Serangkaian kesalahan itu jelas bukan modal ideal untuk tampil di ajang sekelas Kualifikasi Piala Dunia.
Kini, Ernando hanya diposisikan sebagai pelapis, bersaing dengan Nadeo dan Reza. Jika ingin kembali mendapatkan kepercayaan di timnas, ia harus membuktikan diri di klub.
Sayangnya, sejauh ini belum ada tanda-tanda pemulihan performa dari kiper 23 tahun tersebut.
Langkah PSSI mengamankan Emil Audero patut diapresiasi. Dalam situasi seperti ini, Indonesia tak perlu khawatir kehilangan kualitas saat Paes absen.
Emil bukan sekadar pelapis, melainkan penjaga gawang berpengalaman yang siap membawa timnas melangkah lebih jauh. (udn)
Load more