Omongan Marc Klok Terbukti Jelang Timnas Indonesia Hadapi China, Kevin Diks Merasakan Sendiri hingga Ketakutan
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Jakarta, tvOnenews.com - Hal yang pernah dibicarakan oleh Marc Klok kini terbukti menjelang Timnas Indonesia menghadapi China, seiring dengan pernyataan Kevin Diks yang mengaku ketakutan.
Tim asuhan Patrick Kluivert kini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi China dan Jepang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dua laga ini sangat penting karena menentukan hajat skuad Garuda ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Tim tvOne/Taufik Hidayat
Jelang duel yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (5/6/2025) esok, Timnas Indonesia sudah berkumpul di Jakarta.
Kevin Diks termasuk yang telat karena dia harus membela klubnya terlebih dulu, FC Copenhagen, di lanjutan Liga Denmark dan Piala Denmark.
Bek kanan berusia 28 tahun itu tampil dalam kedua laga tersebut dan berhasil membantu klubnya menjadi juara dalam dua turnamen.
Diks baru tiba di Jakarta pada Minggu (1/6/2025) lalu, termasuk yang terakhir selain Maarten Paes.
Pada Selasa (3/6/2025) kemarin, beredar kabar bahwa Diks merasa ketakutan jelang Timnas Indonesia menghadapi China.
Ketakutan itu adalah soal membawa sang anak, Naya, ke Jakarta karena dikhawatirkan akan ada banyak orang yang memfotonya nanti.
“Kami agak takut untuk membawa Naya ke Jakarta karena semua gambar dan unggahan yang akan ada,” kata Diks dalam tangkapan layar yang beredar melalui media sosial X oleh akun @idextratime.
Hal ini seakan membuktikan omongan Marc Klok pada Januari lalu, yang mengungkap betapa gilanya para suporter Timnas Indonesia, terutama di media sosial.
Pada Januari 2025 lalu, Klok berbicara tentang sejumlah pemain yang hendak menjalani naturalisasi, dan mengatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa kegilaan di Indonesia begitu luar biasa.
- X/MarcKlok_23
Sebab, mereka tidak akan bisa berjalan-jalan seperti biasa di jalanan karena semua orang akan mengikuti Anda.
"Para pemain yang memilih Indonesia tidak tahu apa yang menanti mereka. Mereka akan langsung mendapatkan pengikut yang banyak [di media sosial] dan tidak bisa berjalan di jalanan. Orang-orang di sini tergila-gila kepada sepak bola," kata Klok kepada NOS pada Januari lalu.
Load more