News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AFC Jegal Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026? Tudingan Pengamat Asing Ini Terbukti usai Arab Saudi dan Qatar Masuk Pot 1 Drawing

Skandal baru mencuat di AFC! Ranking terbaru FIFA diabaikan, Qatar dan Arab Saudi tetap dapat keistimewaan di drawing Piala Dunia 2026.
Jumat, 11 Juli 2025 - 18:13 WIB
AFC Main Kotor?
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik kembali mewarnai proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kali ini, Qatar dan Arab Saudi menjadi sorotan usai ditunjuk sebagai tuan rumah babak keempat, meskipun peringkat FIFA terbaru menempatkan mereka bukan sebagai dua tim terbaik Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan ini diumumkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Jumat (11/7/2025), bersamaan dengan rilis resmi pot undian babak keempat kualifikasi. 

Enam negara akan bersaing di fase ini, yakni Qatar, Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, dan Indonesia. 

Logo AFC
Logo AFC
Sumber :
  • AFC.com

 

Undian dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 17 Juli 2025 mendatang.

Namun, ada kejanggalan mencolok dalam proses penentuan pot yang digunakan AFC untuk drawing. 

Meskipun FIFA baru saja merilis update ranking edisi Juli, AFC justru memutuskan menggunakan peringkat bulan Juni 2025 sebagai dasar klasemen pot.

Pengamat sepak bola asal Irak, bahkan menyebut bahwa kejanggalan ini menjadi bau amis bagi AFC.

Kritik tajam langsung dilayangkan oleh akun pengamat sepak bola asal Irak, Iraq Football Podcast, yang menyebut situasi ini sebagai skandal yang dibuat sendiri oleh otoritas sepak bola Asia.

“Drama dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dan itu semua ulah sendiri,” @IraqFootballPod dalam unggahan di platform X.

Dalam analisisnya, akun tersebut menjelaskan bahwa Irak dan Indonesia sebelumnya sempat mengajukan diri menjadi tuan rumah babak keempat.

Namun akhirnya FIFA memilih Qatar dan Arab Saudi, dengan asumsi keduanya akan menempati Pot 1 berdasar ranking FIFA.

Namun fakta berkata lain. Penampilan buruk Arab Saudi di Piala Emas CONCACAF 2025 yang hanya menghasilkan 1 kemenangan, 1 imbang, dan 2 kekalahan membuat poin mereka anjlok, bahkan disalip Irak di ranking FIFA edisi Juli.

“Namun ... Arab Saudi tampil di bawah standar di Piala Emas CONCACAF, dan menghilangkan poin FIFA yang berharga.”

“(Berdasarkan ranking bulan Juli) Irak melompati Arab Saudi!” lanjut Iraq Football Podcast.

AFC kini dianggap mengambil jalan pintas yang merugikan keadilan kompetisi. 

Menurut Iraq Football Podcast, AFC menghadapi dilema besar karena dua tuan rumah tidak boleh berada dalam grup yang sama, sementara bila menggunakan ranking Juli, Qatar dan Arab Saudi sama-sama tidak berhak berada di Pot 1.

“Jadi AFC/FIFA sekarang menghadapi dilema: 1) Tidak menghiraukan ranking setelah bulan Juni 2025 dan menaruh Qatar serta Arab Saudi di pot tuan rumah, atau 2) Memakai ranking terbaru, tapi berpotensi terjadi bentrok,” tulis akun X @IraqFootballPod.

“Seluruh hal ini terlihat amis, ini bisa dihindari jika AFC menunggu ranking terbaru sebelum menunjuk host,” imbuhnya.

Tudingan adanya rekayasa seakan dibenarkan lewat pernyataan resmi AFC dalam rilisnya:

“Pemeringkatan (pot) dalam drawing didasarkan pada ranking FIFA untuk anggota AFC berdasarkan tanggal 13 Juni 2025,” tulis AFC keterangan resmi.

Jika berdasarkan ranking bulan Juli, Irak seharusnya masuk Pot 1, menggusur Arab Saudi ke Pot 2. 

Namun dengan keputusan AFC menggunakan ranking lama, Qatar dan Arab Saudi tetap aman sebagai unggulan sekaligus tuan rumah.

AFC dinilai sengaja “mengamankan” dua negara kuat demi kenyamanan logistik dan kepentingan lain. 

“Mereka memilih memberikan dua negara kuat sebuah keuntungan kandang dan menyudutkan FIFA,” tulis Iraq Football Podcast.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Skenario paling mungkin adalah AFC menggunakan ranking bulan lalu dan tidak menghargai performa naik Irak (dan penurunan Arab Saudi). Berantakan,” tegasnya. (dwi/fan)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

Retas Data Pemerintah Australia, OpenAI Minta Maaf

OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, minta maaf kepada Australia usai model kecerdasan buatannya mengakses tanpa izin sejumlah situs web pemerintah untuk mengumpulkan statistik layanan kesehatan Medicare.
Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Di laga final, Erick Thohir memastikan kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meramaikan laga final. 
700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 juta orang lebih di China menggunakan kecerdasan buatab (AI) generatif.
Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Pengembang tersebut diduga memberikan sejumlah uang kepada pihak-pihak di Kementerian ATR/BPN, terutama untuk mengurus hak guna bangunan (HGB).
Apartemen Milik Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni di Tebet Disita KPK, Diduga Pemberian Pengusaha

Apartemen Milik Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni di Tebet Disita KPK, Diduga Pemberian Pengusaha

Aset milik Vinna ini diduga pemberian dari seorang pengusaha bernama Eno Bowo Susilo (EBS) yang diketahui juga telah memberikan kendaraan roda empat.
Erick Thohir Pasang Badan untuk John Herdman, Sebut Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Erick Thohir Pasang Badan untuk John Herdman, Sebut Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Tampil timpang dengan 10 pemain, Timnas Indonesia hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang tanpa gol atas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 

Trending

Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Kantor Pengembang di Bandung Barat Digeledah KPK Terkait Kasus ATR/BPN dan Summarecon

Pengembang tersebut diduga memberikan sejumlah uang kepada pihak-pihak di Kementerian ATR/BPN, terutama untuk mengurus hak guna bangunan (HGB).
Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Di laga final, Erick Thohir memastikan kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meramaikan laga final. 
700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 Juta Orang Lebih di China Gunakan AI Generatif

700 juta orang lebih di China menggunakan kecerdasan buatab (AI) generatif.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT