Setahun Membela Timnas Indonesia, Thom Haye Ungkap Watak Asli Nathan Tjoe-A-On, Tak Disangka Diam-diam Begini ...
- Kolase tvOnenews.com/ X Persib / FIFA
tvOnenews.com - Setahun berseragam Timnas Indonesia, Thom Haye mulai membuka cerita tentang kedekatannya dengan rekan sesama pemain keturunan, Nathan Tjoe-A-On.
Tidak hanya kompak di lapangan, Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On ternyata juga punya kedekatan unik di luar pertandingan. Selalu jadi roommate selama setahun di Timnas Indonesia.
Debut bersama Timnas Indonesia hanya berselang lima hari, namun hubungan Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On langsung terjalin erat.
Kedekatan Sejak Hari Pertama
Thom Haye memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada 26 Maret 2024 saat menghadapi Vietnam di leg kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Saat itu, ia langsung mencetak assist penting untuk Jay Idzes. Sementara Nathan Tjoe-A-On lebih dulu merasakan laga internasional pada 21 Maret 2024 di leg pertama melawan lawan yang sama.
Meski bergabung di waktu yang berdekatan, keduanya langsung membentuk ikatan yang kuat — baik di dalam maupun luar lapangan. Salah satunya, karena sejak awal mereka selalu dipasangkan sebagai rekan sekamar.
“Dari pertama kali gabung Timnas, saya selalu sekamar dengan Nathan,” ungkap Thom Haye dalam wawancara bersama kanal YouTube Indosat Ooredoo Hutchison.
- Instagram - Persib Bandung
“Dia Seperti Anak Saya”
Dalam kesempatan yang sama, pemain Persib Bandung itu dengan nada santai menyebut Nathan Tjoe-A-On sebagai sosok yang ia jaga seperti anak sendiri.
“Dia tuh sedikit kayak 'anak' saya. Jadi saya jagain dia baik-baik,” ucap Thom Haye sambil tertawa.
Rupanya, panggilan tersebut bukan tanpa alasan. Thom Haye menjelaskan bahwa julukan itu sering muncul dari para suporter saat melihat mereka berjalan berdua di lapangan atau lokasi latihan.
“Suporter suka bercanda bilangnya ‘bapak dan anak’. Itu lucu banget,” tambahnya.
Roommate Tanpa Diskusi
Menariknya, penempatan keduanya sebagai roommate bukan hasil permintaan khusus. Menurut Haye, hal itu terjadi secara otomatis dari manajemen tim.
“Kita gak pernah membahasnya terlalu dalam. Tapi kayak otomatis, tiap kali dipanggil Timnas, pasti bareng terus,” katanya.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Kedekatan ini juga mencerminkan suasana tim yang sehat dan penuh semangat kekeluargaan.
“Team spirit kita benar-benar fun banget. Saya nyambung dengan semuanya di Timnas,” pungkas pemain berusia 30 tahun itu.
Kebersamaan yang Berdampak
Kisah sederhana ini memperlihatkan bagaimana kedekatan antarpemain bisa berdampak besar pada kekompakan tim. Tidak hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga chemistry di luar pertandingan yang memperkuat solidaritas skuad Garuda.
Kedua pemain keturunan Belanda ini kini menjadi pilar penting dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert untuk merebut tiket ke melalui round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Siapa sangka, “bapak dan anak” ini diam-diam menjadi simbol harmoni di tubuh timnas Indonesia. (ind)
Load more