News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kata Zainudin Amali soal Rapat Exco PSSI untuk Evaluasi Patrick Kluivert: Tidak Dalam Waktu Dekat

Kelanjutan masa depan Patrick Kluivert akan dibahas dalam rapat Exco PSSI.
Selasa, 14 Oktober 2025 - 13:27 WIB
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali
Sumber :
  • tvOnenews.com - Julio Tri Saputra

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum PSSI I, Zainuddin Amali, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu waktu dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk menentukan jadwal rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Rapat tersebut akan menjadi forum penting untuk membahas masa depan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Saat ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (13/10/2025), Amali memberikan penjelasan soal rencana rapat itu. Ia hadir di sana untuk menyaksikan laga uji coba antara Timnas U-23 Indonesia melawan Timnas U-23 India yang berakhir imbang 1-1.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainudin Amali
Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainudin Amali
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

 

Amali menegaskan bahwa rapat Exco tidak akan digelar dalam waktu dekat. Menurutnya, agenda tersebut akan menunggu selesainya urusan pribadi yang tengah dijalani oleh Erick Thohir.

Erick diketahui tengah mempersiapkan acara pernikahan putrinya yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. “Oh iya, tunggu Ketua Umum dulu. Beliau kan masih ada acara keluarga, menikahkan putrinya tanggal 18 dan 19 Oktober,” ujar Amali kepada awak media.

Ia juga menambahkan, seluruh pengurus PSSI menghormati momen bahagia tersebut. “Kita juga harus punya rasa, jangan ganggu dulu. Kasih waktu beliau menyelesaikan urusan keluarga,” tambahnya dengan santai.

Sebelumnya, Sumardji selaku manajer Timnas Indonesia sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN) telah menyebut bahwa nasib Patrick Kluivert akan ditentukan melalui rapat Exco PSSI. Ia memastikan hasil evaluasi akan menjadi bahan utama dalam pembahasan nanti.

Keputusan ini muncul usai hasil buruk yang dicatatkan tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim asuhan Kluivert kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, sehingga dipastikan gagal melangkah ke babak berikutnya.

Amali menyebut PSSI akan menunggu laporan resmi dari Ketua BTN sebelum mengambil keputusan. Ia menegaskan, laporan tersebut akan menjadi dasar utama untuk menentukan langkah berikutnya.

“Kita tunggu dulu laporan dari Ketua BTN sekaligus manajer timnas. Baru setelah itu kita bisa menentukan sikap yang tepat untuk tim nasional,” lanjutnya.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Sumber :
  • Fikri Yusuf-Antara

 

Ia juga menegaskan bahwa PSSI tidak akan bertindak sepihak meski tekanan publik semakin besar. Menurutnya, keputusan apa pun harus diambil bersama-sama melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

“Enggak bisa langsung diputus begitu saja. Ini organisasi besar, jadi keputusan diambil bersama dalam rapat Exco berdasarkan laporan resmi,” tegas Amali. Ia menilai hal ini penting untuk menjaga profesionalitas dan transparansi dalam tubuh federasi.

Ketika disinggung soal kapan rapat Exco akan dilakukan, Amali mengaku belum bisa memastikan waktunya. “Tidak ada lambat-lambatnya, nanti kalau sudah siap ya jalan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amali juga menanggapi pertanyaan soal kepulangan Patrick Kluivert dan staf pelatihnya ke Belanda setelah dua kekalahan di Jeddah. Dengan nada datar, ia menjawab, “Tanya dia saja, kita juga tidak tahu alasannya,” tutup Amali.

(aes)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rincian Lengkap Saham yang Masuk dan Keluar Rebalancing MSCI

Rincian Lengkap Saham yang Masuk dan Keluar Rebalancing MSCI

MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index.
PB PASI Targetkan Empat Medali di Asian Games 2026, Minimal Bawa Pulang Perunggu

PB PASI Targetkan Empat Medali di Asian Games 2026, Minimal Bawa Pulang Perunggu

PB PASI diketahui mengirimkan sebanyak 13 atlet atletik untuk Asian Games 2026. Meski demikian, federasi memilih realistis untuk mendapatkan minimal empat medali perunggu di ajang empat tahunan tersebut.
Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal dugaan penyiapan uang 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut untuk diserahkan ke Panitia Khusus atau Pansus Haji DPR RI.
Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Terdakwa korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex merespon soal dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menyebut bahwa dirinya telah memperkaya diri dengan penerimaan uang USD 5.233.800 dan Rp330 juta.
Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8) siang itu, bunyi derap sepatu Paskibraka yang bersahutan menciptakan irama kedisiplinan di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. 

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT