Belum Selesai Soal Pelatih, Timnas Indonesia Kembali Dapat Kabar Buruk, Media Belanda: Salah Satu Pemain Garuda Harus...
- Kolase foto Mees Hilgers dan Patrick Kluivert
tvOnenews.com - Nasib sial seolah belum mau menjauh dari Timnas Indonesia.
Setelah gonjang-ganjing soal posisi pelatih kepala yang masih belum menemukan kejelasan, kini kabar buruk lain datang dari Eropa, tepatnya dari Belanda.
Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga tampaknya sangat cocok menggambarkan situasi yang tengah dialami bek andalan Garuda, Mees Hilgers.

- FC Twente
Bagaimana tidak, bek Timnas Indonesia itu mengalami cedera parah saat kondisinya di klub sedang tidak menentu.
Hilgers, yang saat ini dibekukan oleh FC Twente akibat menolak perpanjangan kontrak, menderita cedera ligamen cruciatum ketika berlatih bersama klub Eredivisie tersebut.
Cedera ini menjadi pukulan telak bagi sang pemain, yang baru saja mulai menemukan kepercayaan diri di level internasional bersama Indonesia.
FC Twente mengonfirmasi kabar menyedihkan itu melalui situs resminya.
"Mees Hilgers mengalami cedera lutut saat menjalani sesi latihan pekan ini. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa cedera tersebut merupakan cedera ligamen cruciatum atau kruisband," tulis FC Twente.
"Kami mendoakan agar Mees cepat pulih dan kuat menjalani masa pemulihan!" lanjut pihak klub.
Media Belanda, De Telegraaf, menambahkan bahwa cedera tersebut merupakan salah satu yang paling berat dialami pesepak bola profesional.

- Instagram/Mees Hilgers
"Hilgers kini harus menjalani operasi serta masa rehabilitasi panjang. Umumnya, proses pemulihan untuk cedera semacam ini memerlukan waktu sekitar sembilan bulan," tulis De Telegraaf.
Jika perkiraan itu benar, maka Hilgers (yang lahir di Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001) baru bisa kembali bermain pada Agustus 2026.
Artinya, pemain berusia 24 tahun itu nyaris dipastikan absen dari seluruh agenda internasional Timnas Indonesia tahun depan, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan Piala AFF 2025.
Padahal, Hilgers merupakan salah satu pilar penting dalam lini belakang skuad Garuda.
Gaya bermainnya yang tenang, cerdas dalam membaca permainan, serta kemampuan membangun serangan dari belakang membuatnya menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong di berbagai laga penting.
Load more