Bukan Cuma Ole Romeny, Dulu Timnas Indonesia Punya Boaz Solossa! Bambang Pamungkas Sampai Angkat Topi
- VIVA/Persipura
Jakarta, tvOnenews.com - Di era modern, Timnas Indonesia tengah menemukan sosok penyerang tajam dalam diri Ole Romeny, striker berdarah Belanda-Indonesia yang kini menjadi andalan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam enam laga bersama skuad asuhan Patrick Kluivert, Ole Romeny sudah mencetak tiga gol, hanya absen mencetak gol saat Indonesia dibantai 6-0 oleh Jepang.
Dalam laga itu, Garuda bahkan tak mampu melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang akibat pressing ketat Wataru Endo dan kolega.
Namun jauh sebelum era Ole Romeny, Timnas Indonesia pernah memiliki striker lokal yang begitu ditakuti lawan—Boaz Solossa, sosok yang bahkan membuat legenda hidup Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, angkat topi.
- Kolase tvOnenews / Twitter/@PERSIPURA_
Sebagai sesama penyerang, Bambang Pamungkas atau Bepe tahu betul seperti apa kualitas Boaz ketika masih aktif membela Timnas Indonesia. Dalam kariernya sendiri, Bepe sudah mencatatkan banyak prestasi—mulai dari runner-up Piala Tiger (Piala AFF) sebanyak empat kali (2000, 2002, 2004, 2010), hingga menjadi top skor Piala Tiger 2002 dengan delapan gol.
Selain itu, Bepe juga tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dan top skor Timnas Indonesia versi FIFA dengan 77 caps dan 36 gol. Bersama Persija Jakarta, ia mempersembahkan sejumlah gelar seperti Liga Indonesia 2001, Piala Presiden 2018, dan Liga 1 2018.
Dalam podcast Sport 77, Bambang Pamungkas menceritakan pandangannya soal Boaz Solossa, legenda Persipura Jayapura yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia dari 2003 hingga 2018.
Boaz Solossa pertama kali dipanggil ke skuad Garuda oleh pelatih Peter Withe untuk mengikuti Piala Tiger 2004. Sejak saat itu, namanya melejit sebagai salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
“Setiap bintang itu memiliki kontroversi masing-masing. Boaz ada kontroversinya, ya kan, pemain yang lain juga ada,” ujar Bambang dikutip dari kanal YouTube Sport 77.
“Bahkan pemain luar negeri juga begitu, banyak kontroversi,” timpal Mamat Alkatiri dalam obrolan tersebut.
Namun, Bepe menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah kontroversinya, melainkan dedikasi di atas lapangan.
“Selama dia di lapangan memberikan 100 persen kemampuan dia, selesai masalah. Tapi kalau di lapangan dia tidak memberikan kemampuan terbaik, itu baru suatu masalah. Nah, itu yang gue lihat dari Boaz,” tutur Bepe.
Ia lalu mengenang momen saat Timnas Indonesia kembali bermain setelah masa dualisme pada 2013.
“Makanya ketika tahun 2013, ketika timnas balik lagi setelah dualisme, yang Boaz bikin gol buat Arab kalau nggak salah,” kenang Bepe.
“Kalah 2-1 waktu itu, kaptennya Boaz, dan gua seneng banget, walaupun gua udah memutuskan pensiun dari timnas,” lanjutnya.
Bepe mengaku dirinya memutuskan pensiun dari Timnas Indonesia pada 2012 karena merasa tidak sejalan dengan beberapa pihak di federasi. Namun, melihat Boaz tampil percaya diri sebagai kapten membuatnya bangga.
- Instagram @oleromeny
“Ketika tim nasional kembali lagi, gua seneng banget melihat Boaz bermain jadi kapten. Gua melihat dia nyaman sekali main di timnas,” kata Bepe.
“Karena sebelumnya gua belum pernah melihat Boaz Solossa senyaman itu di timnas Indonesia. Jadi ketika dia di timnas, pelatihnya waktu itu Jacksen F. Tiago, dia jadi kapten, dia merasa itu tim dia,” lanjutnya.
Menurut Bepe, rasa percaya diri dan kenyamanan itu mirip dengan apa yang Boaz tunjukkan saat bermain untuk Persipura Jayapura.
“Kepercayaan seperti ketika dia di Persipura, dan itu gua lihat Boaz paling bahagia di timnas Indonesia,” tutup Bambang Pamungkas. (ind)
Load more