Media Thailand Sebut Singapura Resmi Pindah ke Grup A, Batal Hadapi Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
- Kitagaruda.id
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-22 dipastikan batal berjumpa dengan Singapura pada fase grup SEA Games 2025, menyusul perubahan komposisi grup yang terjadi secara mendadak. Kepastian itu membuat jadwal pertandingan yang sebelumnya sudah tersusun rapi harus kembali diutak-atik oleh panitia penyelenggara.
Semula, Singapura ditempatkan di Grup C bersama Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Grup ini tercatat sebagai grup paling gemuk dengan empat kontestan, sementara Grup A dan B masing-masing hanya dihuni tiga tim sehingga terlihat timpang dari sisi jumlah pertandingan.
{{imageId:382764}}
Ketidakseimbangan tersebut kemudian berubah setelah Kamboja yang berada di Grup A memutuskan untuk menarik diri. Situasi itu memicu usulan agar Grup A kembali terisi tiga tim, demi menjaga ritme kompetisi yang dinilai lebih ideal jelang turnamen kick-off.
Singapura, sebagai tim dari Pot 4, akhirnya diusulkan untuk dipindahkan ke Grup A. Meski prosesnya tergolong singkat, federasi peserta dan panitia akhirnya menyepakati pemindahan ini demi menutup kekosongan slot yang ditinggalkan Kamboja.
Perpindahan Singapura otomatis menghapus peluang duel melawan Timnas Indonesia U-22 yang awalnya terjadwal pada fase grup. Keputusan ini datang hanya sepekan sebelum turnamen berlangsung.
Padahal, Grup C sempat disebut sebagai grup neraka karena persaingan dengan empat penghuni di dalamnya. Kini, formatnya berubah, tersisa hanya tiga tim dan berpotensi memangkas jumlah laga yang harus dijalani skuad Garuda Muda di fase awal.
Melansir dari Bangkok Post, Thailand akan menghadapi Singapura di laga kedua fase grup. Sedangkan pada laga pertama, Thailand bakal bertemu Timor Leste.
Hal ini membuat skenario baru yang kini menunggu tim tuan rumah di fase grup. Thailand tampaknya justru diuntungkan karena tetap mendapatkan tiga lawan di Grup A pasca Kamboja mundur.
Sementara itu, Timor Leste menjadi lawan pembuka yang akan langsung menentukan langkah awal Thailand pada ajang tersebut. Tekanan tuan rumah semakin besar karena harus memenuhi target juara sekaligus menjaga stabilitas penyelenggaraan.
{{imageId:302956}}
Singapura pun kini memikul beban adaptasi cepat setelah dipindah hanya beberapa hari jelang kompetisi. Mereka harus menyusun ulang strategi karena calon lawan berubah dari Indonesia ke Thailand dan Timor Leste.
Kamboja sendiri memutuskan mengundurkan diri karena alasan keamanan. Keputusan mundur tersebut menjadi titik awal berubahnya seluruh peta persaingan fase grup.
Faktor keamanan disebut sebagai pertimbangan utama, mengingat situasi internal Kamboja jelang turnamen dianggap belum kondusif untuk keberangkatan tim.
Dengan keluarnya Kamboja, otomatis slot pertandingan di 5 Desember yang sebelumnya menjadi panggung Indonesia melawan Singapura kini kosong. Kekosongan itu memunculkan jeda panjang pada kalender kompetisi Timnas Indonesia U-22 di Grup C.
Alhasil pada 5 Desember nanti, Grup C hanya menyisakan duel Myanmar kontra Filipina. Situasi ini diprediksi mengubah intensitas persaingan, karena Indonesia tak lagi memiliki laga di hari yang sama.
Timnas Indonesia U-22 baru memulai kiprahnya pada 8 Desember melawan Filipina, sebelum kemudian menantang Myanmar pada 12 Desember. Jarak antar-laga yang lebih renggang bisa menjadi keuntungan dari sisi kebugaran pemain.
Skuad asuhan pelatih Indra Sjafri datang ke SEA Games 2025 dengan status sebagai juara bertahan. Dua tahun lalu, skuad Garuda Muda merebut medali emas setelah mengalahkan Thailand di babak final.
Status kampiun pada edisi sebelumnya membuat sorotan terhadap Indonesia semakin tajam di Kamboja, Thailand, dan Singapura. Julukan 'raja sementara SEA Games' melekat pada skuad Garuda Muda yang kini dinakhodai oleh generasi dengan pengalaman level senior.
(igp/aes)
Load more