GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eksklusif: Charlie Heus, Eks AC Milan Keturunan Jakarta yang Pernah Tangani Maldini hingga Rijkaard, Siap Bantu PSSI di Timnas Indonesia

Mengenal Charlie Heus, sosok yang pernah tangani Maldini hingga Rijkaard di AC Milan. Sang fisioterapis keturunan Jakarta mengaku siap bantu Timnas Indonesia.
Senin, 1 Desember 2025 - 17:47 WIB
Charlie Heus, Fisioterapis Keturunan Jakarta yang Pernah Tangani Skuad AC Milan
Sumber :
  • instagram.com/jcsportrevalidatie/

Jakarta, tvOnenews.com - Mengenal profil Charlie Heus, sosok yang pernah tangani Maldini hingga Rijkaard di AC Milan. Sang fisioterapis keturunan Jakarta mengaku siap bantu Timnas Indonesia.

Gelombang diaspora yang ingin berkontribusi bagi sepak bola Indonesia ternyata tidak hanya datang dari para pemain di atas lapangan hijau. Sosok profesional di balik layar dengan reputasi kelas dunia juga mulai menunjukkan ketertarikannya untuk memajukan Timnas Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tvOnenews.com secara eksklusif berhasil mewawancarai Charlie Heus, seorang fisioterapis senior yang memiliki rekam jejak mentereng di kancah sepak bola Eropa. Meski namanya mungkin asing di telinga publik umum, tangan dinginnya pernah merawat kebugaran legenda-legenda besar dunia.

Fisioterapis Keturunan Jakarta, Charlie Heus, yang Pernah Tangani Skuad AC Milan
Fisioterapis Keturunan Jakarta, Charlie Heus, yang Pernah Tangani Skuad AC Milan
Sumber :
  • instagram.com/jcsportrevalidatie/

Dalam wawancara tersebut, Charlie mengonfirmasi bahwa dirinya memiliki darah Indonesia yang mengalir deras di tubuhnya. Ikatan emosional dengan Nusantara berasal dari garis keturunan sang ibu yang lahir di masa kolonial.

"Ya, saya punya akar Indonesia, ibu saya lahir di Batavia pada tahun 1932. Pada tahun 1955, keluarga saya beremigrasi ke Belanda," ungkap Charlie membuka percakapan mengenai asal-usulnya.

Karier profesional Charlie di dunia medis olahraga dimulai setelah ia lulus sebagai fisioterapis pada tahun 1984. Tak puas hanya dengan gelar sarjana, ia kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar Master of Science di bidang Fisioterapi Olahraga.

Titik balik kariernya terjadi pada tahun 1985 ketika pelatih legendaris Sven-Göran Eriksson membawanya ke klub raksasa Italia, AS Roma. Di sana, ia dipercaya memegang tanggung jawab penuh atas departemen rehabilitasi olahraga hingga tahun 1987.

Setelah menimba ilmu di Italia, Charlie memutuskan kembali ke Belanda untuk membangun klinik rehabilitasi olahraganya sendiri. Namun, reputasinya yang gemilang membuat jasanya tetap diburu oleh klub-klub elite Benua Biru sebagai konsultan medis.

"Sejak 1987, saya menjabat sebagai konsultan medis olahraga untuk banyak klub top di Eropa. Termasuk AC Milan, Juventus, Bologna, Werder Bremen, Olympique Marseille, Djurgårdens IF, Hammarby, Ajax, dan PSV," jelasnya merinci portofolio kariernya.

Charlie Heus Bersama Pemain Maroko, Hakim Ziyech
Charlie Heus Bersama Pemain Maroko, Hakim Ziyech
Sumber :
  • instagram.com/jcsportrevalidatie/

Pengalamannya tidak hanya terbatas di level klub, melainkan juga merambah ke panggung terakbar sepak bola internasional. Ia pernah bekerja dengan Timnas Belanda pada Piala Dunia 1998 di Prancis dan kembali mendukung tim Oranje pada Euro 2000 saat menjadi tuan rumah.

Selama 41 tahun berkecimpung di industri ini, Charlie telah menangani sederet nama yang kini menjadi legenda hidup sepak bola. Daftar pasiennya mencakup pemain-pemain yang pernah merajai Eropa dan dunia dengan kemampuan teknis luar biasa.

"Saya telah bekerja dengan banyak pemain top, termasuk Edgar Davids, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Carlo Ancelotti. Ada juga Paolo Maldini, Ibrahim Ba, dan masih banyak lagi," tutur Charlie dengan rendah hati.

Di era modern saat ini, koneksinya dengan sepak bola Indonesia juga terjalin melalui salah satu pemain naturalisasi Persib Bandung. Charlie mengungkapkan bahwa ia juga bekerja sama dengan Marc Klok dalam menjaga kondisi fisik sang gelandang.

Melihat perkembangan Timnas Indonesia saat ini yang banyak dihuni pemain keturunan, Charlie memberikan pandangan optimisnya. Menurutnya, keahlian bermain di level tertinggi yang dibawa para pemain tersebut akan sangat berdampak positif.

"Ya, saya pikir dengan keahlian mereka bermain di level sepak bola tertinggi dan kecerdasan permainan mereka, pasti mereka bisa membawa Timnas Indonesia ke level berikutnya. Yang penting adalah para pemain sepak bola memiliki Professional Mindset yang sama," analisanya.

Charlie Heus dan Pemain Timnas Indonesia, Marc Klok
Charlie Heus dan Pemain Timnas Indonesia, Marc Klok
Sumber :
  • instagram.com/jcsportrevalidatie/

Namun, ia juga mengingatkan satu hal krusial yang harus diperhatikan oleh manajemen tim dalam mengelola skuad yang beragam. Menciptakan situasi harmonis untuk mengatasi perbedaan budaya adalah kunci agar tim bisa tampil solid.

Ketika ditanya mengenai peluangnya bergabung dengan staf kepelatihan Timnas Indonesia jika PSSI memanggil, Charlie memberikan jawaban yang realistis namun terbuka. Ia mengaku saat ini tidak sedang mencari pekerjaan tetap karena kesibukannya yang padat di Belanda.

"Saya tidak sedang mencari pekerjaan saat ini karena saya cukup sibuk dengan pekerjaan yang saya miliki di Belanda. Apa yang saya suka adalah jika saya bisa menjadi bagian dari tim, seperti yang saya lakukan dengan AC Milan dan tim lainnya sebagai Konsultan Medis Olahraga," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pintu diskusi akan selalu terbuka lebar jika tenaganya dibutuhkan sebagai tenaga ahli atau konsultan. Ia siap membantu PSSI jika mereka membutuhkan dukungan profesional dari orang yang memiliki latar belakang Indonesia.

"Jadi jika PSSI membutuhkan dukungan profesional dari orang-orang yang bekerja di bidang medis olahraga dengan warisan atau latar belakang Indonesia, maka pintu akan selalu terbuka untuk tawaran yang menarik," tegas Charlie.

Selain peran konsultan, Charlie juga memiliki hasrat mulia untuk mentransfer ilmunya kepada generasi penerus di Indonesia. Ia ingin berbagi pengetahuan dengan para fisioterapis olahraga muda yang bekerja di klub-klub profesional Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain ini, saya ingin mengajar dan berbagi pengetahuan dengan fisioterapis olahraga muda yang bekerja secara profesional di klub-klub," pungkasnya menutup wawancara.

(sub)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi amankan pengemudi dan penumpang mobil Calya hitam usai lawan arah menabrak sejumlah kendaraan hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar
Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab

Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab

Berikut tips puasa bagi penderita maag atau GERD ala dr Zaidul Akbar. Jangan lupa konsultasi juga dengan dokter anda.
All England 2026: Pelatih Tunggal Putra Sampaikan Pesan Penting untuk Alwi Farhan

All England 2026: Pelatih Tunggal Putra Sampaikan Pesan Penting untuk Alwi Farhan

Alwi Farhan jadi salah satu wakil Indonesia yang akan tampil di turnamen All England 2026 pada awal Maret mendatang.
Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Nama Patrick Kluivert kembali mencuat ke publik. Setelah tak lagi menukangi Timnas Indonesia, mantan striker Belanda itu dirumorkan masuk radar calon pelatih ..
Wabup Kulon Progo Angkat Bicara soal Dugaan Korupsi PT SAK, Modal Rp32 Miliar Tak Tersisa

Wabup Kulon Progo Angkat Bicara soal Dugaan Korupsi PT SAK, Modal Rp32 Miliar Tak Tersisa

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menyatakan penyertaan modal dari APBD kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Selo Adikarto (SAK) sebesar Rp 32 miliar
Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Komisi IX DPR RI menyoroti lambannya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), terkhusus di Jambi.
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Minggu, 15 Maret 2026
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik menegangkan pengemudi mobil Toyota Calya berwarna hitam nyaris diamuk massa di kawasan Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Atalanta mengusung misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua babak play-off Liga Champions. La Dea harus membalikkan defisit dua gol setelah tumbang 0-2 di Signal Iduna Park.
Segera Debut Bareng Yamaha di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Kaget Lihat Gaya Ekstrem Rekan Satu Tim

Segera Debut Bareng Yamaha di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Kaget Lihat Gaya Ekstrem Rekan Satu Tim

Toprak Razgatlioglu akan jadi salah satu pembalap debutan di ajang MotoGP 2026.
Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab

Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab

Berikut tips puasa bagi penderita maag atau GERD ala dr Zaidul Akbar. Jangan lupa konsultasi juga dengan dokter anda.
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.
Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Komisi IX DPR RI menyoroti lambannya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), terkhusus di Jambi.
All England 2026: Pelatih Tunggal Putra Sampaikan Pesan Penting untuk Alwi Farhan

All England 2026: Pelatih Tunggal Putra Sampaikan Pesan Penting untuk Alwi Farhan

Alwi Farhan jadi salah satu wakil Indonesia yang akan tampil di turnamen All England 2026 pada awal Maret mendatang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT