Nova Arianto Dicoret dari Timnas Indonesia Senior, Tak Masuk Kriteria John Herdman?
- Kitagaruda.id
Prestasinya pun nyata. Saat menangani Timnas Indonesia U-16 dan U-17, Nova berhasil membawa Garuda Muda meraih hasil positif, termasuk lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2025.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilannya dalam membangun sistem dan karakter permainan.
Kekhawatiran pun muncul jika Nova harus bergeser menjadi asisten pelatih John Herdman. Gaya dan filosofi permainan yang sudah mengakar dikhawatirkan akan terkikis karena ia harus menyesuaikan diri dengan pendekatan khas sang pelatih kepala.
Padahal, tim-tim asuhan Nova selama ini dinilai atraktif dan menghibur bagi penikmat sepak bola nasional.
Fokus U-20 dan Peluang Pelatih Lokal Lain
Akhirnya, PSSI memastikan Nova Arianto tidak masuk dalam kandidat asisten pelatih lokal Timnas Indonesia senior. Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Sumardji, yang menyebut Nova akan fokus penuh menangani Timnas Indonesia U-20.
“Nova sudah kami plot kan jadi pelatih Timnas Indonesia U-20. Karena kan dia punya tanggung jawab yang cukup besar, karena kan agendanya U-20 ini kan ke depan juga banyak, sehingga dia lebih fokus ke searah sana,” kata Sumardji pada awak media, Rabu (7/1/2026).
John Herdman sendiri telah resmi ditetapkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dan akan didampingi oleh asisten pelatih asing. Di sisi lain, PSSI tetap menyediakan slot khusus bagi pelatih lokal sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya kepelatihan nasional.
Sumardji menegaskan bahwa peluang bagi pelatih lokal tetap terbuka luas, termasuk mereka yang saat ini aktif menangani klub di Super League maupun Championship.
“Ya tadi saya bilang bukan hanya dua namanya, itu banyak sekali yang akan kita. Saya juga dapat masukan dari beberapa teman-teman yang memang sudah punya lisensi di kepelatihan,” ujarnya.
“Nanti biar kembali lagi, biar dipilih sendiri oleh John mau pilih siapa,” jelasnya.
BTN menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan John Herdman. PSSI hanya menyodorkan nama-nama potensial tanpa mencampuri kebijakan teknis pelatih kepala.
Federasi pun menegaskan ingin menciptakan komposisi staf pelatih yang lebih seimbang, tidak melulu diisi oleh pelatih asing, demi memastikan transfer ilmu berjalan optimal. (udn)
Load more