John Herdman Naikkan Standar Naturalisasi Timnas Indonesia, Wajib Main di Liga Top Eropa?
- Major League Soccer
Di sisi lain, tren kembalinya pemain naturalisasi ke Super League Indonesia menunjukkan dinamika baru.
Kompetisi domestik kini tak lagi dipandang sekadar sebagai “langkah mundur”, melainkan opsi strategis yang realistis, baik bagi klub maupun Timnas Indonesia.
Setelah Shayne Pattynama dan Dion Markx, tiga nama lain kembali mencuat dan dikaitkan dengan klub-klub besar Tanah Air.
Nama Mauro Zijlstra menjadi sorotan utama. Striker berusia 21 tahun itu dikabarkan hampir merapat ke Persija Jakarta.
Media Belanda, VoetbalPrimeur, bahkan menyebut proses transfernya sudah memasuki tahap final.
"Mauro Zijlstra (21) kemungkinan akan melanjutkan kariernya di Indonesia, menurut sumber VoetbalPrimeur. Striker tersebut tampaknya akan meninggalkan FC Volendam dan hampir menandatangani kontrak dengan Persija Jakarta, salah satu klub papan atas di divisi teratas negara Asia tersebut," tulis Voetbalprimeur.
Jika resmi bergabung, Zijlstra bisa menjadi investasi jangka menengah bagi Persija, sekaligus membuka peluang baginya untuk tetap berada dalam radar Timnas Indonesia di era Herdman.
Nama berikutnya adalah Ragnar Oratmangoen. Winger Timnas Indonesia ini disebut membuka peluang bermain di Indonesia akibat minimnya menit bermain bersama FCV Dender.
Bagi Persib, Ragnar menawarkan profil winger modern: cepat, agresif, dan berpengalaman di level internasional.
Nama terakhir adalah Ivar Jenner. Gelandang bertahan Timnas Indonesia ini tengah berstatus tanpa klub usai berpisah dengan FC Utrecht.
Jika opsi bertahan di Eropa tak terwujud, Super League Indonesia disebut menjadi pilihan paling masuk akal.
Dewa United muncul sebagai kandidat terkuat, seiring kebutuhan mereka di sektor gelandang bertahan.
Jenner dikenal sebagai pemain dengan disiplin tinggi, visi bermain matang, serta kemampuan mengontrol tempo.
Era John Herdman menandai perubahan pendekatan: naturalisasi tetap dibuka, tetapi dengan standar yang jauh lebih ketat.
Bermain di liga top Eropa menjadi target utama, namun kompetisi domestik seperti Super League bisa menjadi solusi transisi yang realistis.
(tsy)
Load more