Timnas Indonesia Bisa Turunkan Starting XI Full Pemain Keturunan Eks Liga Eropa di Piala AFF 2026: Thom Haye Jadi Tumpuan Garuda
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Dengan skema 3-4-3, posisi penjaga gawang berpotensi dipercayakan kepada Cyrus Margono yang kini memperkuat Persija Jakarta. Pengalaman bermain di Eropa membuatnya tampil tenang dan matang di bawah mistar.
Musim lalu, Margono sempat tampil di kasta teratas Liga Kosovo bersama KF Dukagjini. Ia mencatatkan 12 penampilan dengan kontribusi empat assist di semua ajang.
Di lini belakang, trio Jordi Amat, Dion Marxk, dan Shayne Pattynama diproyeksikan menjadi tembok pertahanan utama. Pengalaman Jordi Amat di La Liga dan Premier League menjadikannya figur sentral di jantung pertahanan.
Sementara itu, Dion Marxk yang dikenal kuat dalam duel udara sedangkan Shayne Pattynama menawarkan agresivitas serta kemampuan membangun serangan. Meski berposisi natural sebagai bek sayap, Shayne dinilai fleksibel untuk bermain sebagai bek tengah kiri.

- Persija
Di lini tengah, peran sentral akan diemban Thom Haye yang kini membela Persib Bandung. Ia akan didampingi Ivar Jenner dari Dewa United yang dikenal energik dan disiplin dalam bertahan.
Sektor sayap diprediksi diisi Eliano Reijnders dan Stefano Lilipaly. Reijnders menawarkan kecepatan dan dribel, sementara Lilipaly menyumbang pengalaman serta visi permainan.
Di lini depan, Rafael Struick akan berperan sebagai penyerang cair yang membuka ruang. Dua ujung tombak, Jens Raven dan Mauro Zijlstra, siap menjadi tumpuan utama dalam urusan gol.
Raven dikenal dengan penyelesaian akhirnya yang klinis di kotak penalti. Sementara Zijlstra memiliki kekuatan tembakan serta insting posisi yang tajam.
Perkiraan Starting XI Timnas Indonesia Full Pemain Keturunan di Super League:
Cyrus Margono; Jordi Amat, Dion Marxk, Shayne Pattynama; Eliano Reijnders, Thom Haye, Ivar Jenner, Stefano Lilipaly; Rafael Struick, Jens Raven, Mauro Zijlstra.
Dengan komposisi ini, Timnas Indonesia berpeluang tampil kompetitif meski mengandalkan skuad lapis kedua. Kombinasi pengalaman Eropa dan adaptasi kompetisi lokal bisa menjadi senjata utama Garuda.
Kini, publik tinggal menanti apakah formula tersebut mampu mengantarkan Indonesia meraih gelar perdana Piala AFF 2026. Harapan itu terbuka, asalkan konsistensi dan mental juara benar-benar terjaga.
Load more