GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

John Herdman Gigit Jari, 3 Pemain Keturunan Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan kompak menolak bela Timnas Indonesia. John Herdman harus memutar strategi naturalisasi jelang 2026?
Senin, 23 Februari 2026 - 16:52 WIB
John Herdman dan Pascal Struijk
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com | Vancouver Whitecaps FC - Instagram Pascal Struijk

tvOnenews.com - Ambisi besar tengah disiapkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam membangun skuad kompetitif menuju 2026. 

Salah satu strateginya adalah mendekati sejumlah pemain keturunan di Eropa untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, Herdman dijadwalkan terbang ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari 2026 guna melakukan pendekatan langsung kepada para pemain diaspora. 

Namun, upaya tersebut tak sepenuhnya berjalan mulus.

Sejumlah nama yang memiliki darah Indonesia justru belum tertarik mengenakan seragam Merah Putih.

Berikut tiga pemain keturunan yang untuk saat ini memilih menolak panggilan Timnas Indonesia.

1. Pascal Struijk (Leeds United)

Bek jangkung milik Leeds United ini menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan Timnas Indonesia. 

Struijk memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu, dan secara regulasi FIFA memenuhi syarat untuk berganti federasi.

Musim ini, ia tampil reguler bersama Leeds dan dikenal sebagai bek modern dengan kemampuan distribusi bola yang baik serta duel udara kuat berkat tinggi badan 190 sentimeter.

Dengan pengalaman bermain di kompetisi kasta tertinggi Inggris, kualitas Struijk jelas akan menjadi tambahan besar bagi lini belakang Garuda.

Namun, sang pemain belum membuka pintu untuk Indonesia. Ia masih memendam ambisi membela Timnas Belanda yang berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.

"Menyenangkan melihat betapa bersemangatnya para penggemar dan betapa mereka menginginkan saya di sana (Indonesia). Ini menunjukan betapa besarnya negara sepakbola itu," kata Pascal Struijk dikutip dari ESPN.

"Bermain untuk negara ibu saya (Indonesia_ bukanlah sesuatu yang saya fokuskan. Belanda? Mari berharap itu terjadi suatu hari nanti," lanjut Pascal Struijk.

Pernyataan itu menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menembus skuad senior De Oranje.

2. Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)

Nama berikutnya adalah Jayden Oosterwolde, pemain serbabisa yang kini memperkuat raksasa Turki, Fenerbahce.

Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya dan juga memenuhi syarat membela Indonesia maupun Suriname.

Oosterwolde tampil konsisten di Turki dan dikenal fleksibel karena bisa bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah. 

Kecepatan dan fisiknya menjadi nilai plus yang membuatnya dipantau banyak pihak.

Meski begitu, ia secara terbuka menyatakan masih ingin memperjuangkan tempat di Timnas Belanda.

“Ibu saya berasal dari Indonesia. Ia menghubungi saya setiap bulan dan menanyakan apakah saya ingin bermain Indonesia atau Suriname,” kata Jayden Oosterwolde kepada A Spor dikutip dari @TimnasXtra.

“Namun, saya masih ingin bermain untuk Belanda. Saya merasa punya peluang dan itulah hal yang ingin saya perjuangkan,” lanjut mantan pemain FC Twente dan Parma ini.

Keputusannya memperlihatkan bahwa peluang tampil di level tertinggi Eropa masih menjadi prioritas utama.

3. Laurin Ulrich (FC Magdeburg)

Berbeda dari dua nama sebelumnya, Laurin Ulrich tidak sepenuhnya menutup peluang. 

Winger muda milik VfB Stuttgart yang saat ini dipinjamkan ke 1. FC Magdeburg itu masih fokus memperkuat Timnas Jerman kelompok usia.

Ulrich mencatat kontribusi assist di kompetisi kasta kedua Jerman musim ini dan dipandang sebagai talenta muda potensial.

Ia juga masuk radar federasi Jerman di level junior.

“Saya tahu ada permintaan (untuk membela Timnas Indonesia), tapi saya kini bermain untuk Jerman. Saya menilai itu penting bagi saya,” kata Laurin Ulrich dikutip dari Podcast FC Madgeburg.

“Namun, saya tidak akan pernah bilang tidak. Jadi, saya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan (membela Timnas Indonesia),” tutup Laurin Ulrich.

Pernyataan tersebut memberi secercah harapan bahwa peluang masih terbuka di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan naturalisasi telah menjadi bagian dari strategi memperkuat Timnas Indonesia. 

Regulasi FIFA memungkinkan pemain berpindah federasi selama memenuhi kriteria keturunan dan belum tampil di laga kompetitif level senior untuk negara lain.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya administratif, melainkan pilihan karier pemain itu sendiri.

Banyak dari mereka masih melihat peluang membela negara Eropa sebagai prioritas, terutama menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia 2026.

Bagi John Herdman, situasi ini tentu menjadi ujian tersendiri.

Ia harus meyakinkan para pemain bahwa proyek Timnas Indonesia memiliki visi jangka panjang yang menarik dan kompetitif di level Asia.

Meski saat ini ketiganya belum bersedia, dinamika sepak bola selalu berubah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan tidak mungkin suatu saat nanti, pintu yang kini tertutup bisa terbuka lebar untuk Merah Putih.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laga Panas di Ternate! Malut United Siap Putus Kutukan Lawan Persija Jakarta

Laga Panas di Ternate! Malut United Siap Putus Kutukan Lawan Persija Jakarta

Malut United menegaskan fokus penuh untuk mengamankan tiga poin saat menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026.
Tongtek Sahur Berujung Tawuran di Sukolilo Pati, Sejumlah Remaja Sujud di Kaki Orang Tua Setelah Diamankan Polisi

Tongtek Sahur Berujung Tawuran di Sukolilo Pati, Sejumlah Remaja Sujud di Kaki Orang Tua Setelah Diamankan Polisi

Aksi tongtek menjelang sahur di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berujung tawuran antar pemuda dan viral di media sosial.
Komplotan Maling Motor "Koboi" di Tanjung Duren Jakbar Akhirnya Diringkus Polda Metro Jaya

Komplotan Maling Motor "Koboi" di Tanjung Duren Jakbar Akhirnya Diringkus Polda Metro Jaya

Tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus komplotan pencuri sepeda motor bersenjata api yang beraksi di Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat.
Menteri Transmigrasi Soroti Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot, Apresiasi Komitmen ITB

Menteri Transmigrasi Soroti Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot, Apresiasi Komitmen ITB

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi  ketima membuka Pameran Program Ekspedisi Patriot yang digelar di Gedung CADL, Kampus Ganesha ITB, Kota Bandung, Senin (23/2/2026). 
Dick Advocaat Mundur dari Timnas Curacao, Mimpi ke Piala Dunia Buyar karena Alasan Keluarga

Dick Advocaat Mundur dari Timnas Curacao, Mimpi ke Piala Dunia Buyar karena Alasan Keluarga

Dick Advocaat sebelumnya telah menghitung hari menuju turnamen terbesar sepak bola dunia itu. Ia berencana menjadikan Piala Dunia sebagai panggung terakhir dalam karier panjangnya sebagai pelatih.
Minim Aduan, BPKN Ingatkan OJK untuk Penegakan Regulasi Pasar Kripto

Minim Aduan, BPKN Ingatkan OJK untuk Penegakan Regulasi Pasar Kripto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk dapat menegakan aturan penindakan dugaan pelanggaran sektor aset kripto.
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Minggu, 15 Maret 2026
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum maksimal, muncul nama Jelte Pal, penyerang berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam di Liga Belanda.
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT