FIFA Beri Lampu Hijau! 11 Pemain Diaspora Ini Bisa Jadi Generasi Emas Timnas Indonesia, dari Bek Utama di Liga Inggris hingga Talenta Muda Arsenal
- Instagram/Demiane Agustien
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA memberikan lampu hijau kepada 11 pemain keturunan yang diprediksi akan menjadi generasi emas Timnas Indonesia. Dengan demikian, PSSI tidak memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Program naturalisasi yang dijalankan PSSI kini tidak lagi semata-mata berfokus pada kebutuhan jangka pendek. Kebijakan tersebut mulai diarahkan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang untuk memperkuat Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.
Dalam beberapa tahun terakhir, pecinta sepak bola Tanah Air telah merasakan dampak signifikan dari kehadiran pemain diaspora. Figur seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Thom Haye terbukti mampu mendongkrak mentalitas serta kualitas permainan skuad Garuda ketika menghadapi tim-tim kuat di Asia.
Ke depan, potensi pemain keturunan yang bisa diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia masih sangat besar. Sejumlah nama dinilai memiliki kualitas tinggi karena berkompetisi di liga elite Eropa dengan standar permainan yang kompetitif.

- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah lini belakang. Indonesia masih membutuhkan bek tangguh dengan pengalaman di kompetisi papan atas Eropa guna menjaga stabilitas dan konsistensi pertahanan.
Beberapa pemain keturunan yang berkarier di Belanda, Jerman, hingga Inggris dinilai memiliki peluang besar untuk dipanggil. Mereka dianggap sesuai dengan kebutuhan tim dalam menghadapi persaingan ketat di level Asia.
Selain sektor pertahanan, lini tengah juga menjadi fokus penguatan. Timnas Indonesia membutuhkan gelandang kreatif dengan kekuatan fisik serta kemampuan membaca permainan untuk menghadapi tempo cepat di level internasional.
Pemain diaspora yang terbiasa dengan intensitas tinggi di Eropa diyakini mampu membawa perubahan signifikan. Mereka diharapkan meningkatkan penguasaan bola, kreativitas, dan kualitas distribusi serangan.
Di lini depan, pembenahan terus dilakukan. Timnas Indonesia membutuhkan striker tajam yang mampu mencetak gol secara konsisten di level tertinggi.
Beberapa pemain keturunan yang berkembang di akademi klub elite Eropa bahkan diprediksi menjadi bintang masa depan. Meski masih berusia muda, potensi mereka dinilai sangat besar dan menjanjikan bagi masa depan skuad Garuda.
Jika proses naturalisasi berjalan sesuai rencana, Timnas Indonesia berpeluang memiliki komposisi tim yang lebih seimbang. Kombinasi pemain lokal dan diaspora diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan target besar.
Piala Asia 2027 diproyeksikan sebagai ajang pembuktian generasi baru ini. Indonesia menargetkan hasil yang lebih baik dan ingin melangkah lebih jauh dibandingkan edisi sebelumnya.
Sementara itu, mimpi tampil di Piala Dunia 2030 kini semakin terbuka. Dengan perkembangan sepak bola nasional serta strategi jangka panjang yang terarah, peluang tersebut perlahan menjadi semakin realistis.
Selain itu, Timnas Indonesia juga berpotensi diperkuat oleh pemain muda keturunan yang menjanjikan. Berikut 11 nama yang bisa direkrut untuk dinaturalisasi.
1. Jordy Wehrmann
Jordy Wehrmann saat ini bermain untuk Madura United di Super League. Ia memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang bertahan.
2. Ilias Alhaft
Ilias Alhaft memperkuat Bangkok United di Liga Thailand. Ia dikenal sebagai pemain yang fleksibel karena mampu bermain di posisi sayap kanan, sayap kiri, hingga gelandang serang.
3. Tristan Gooijer
Tristan Gooijer adalah pemain bertahan yang saat ini dipinjamkan Ajax Amsterdam ke PEC Zwolle. Ia dikenal sebagai pemain serba bisa karena mampu tampil di beberapa posisi, mulai dari bek sayap hingga bek tengah.
4. Pascal Struijk
Pascal Struijk kini menjadi salah satu pilar penting Leeds United yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Inggris. Pemain berusia 26 tahun tersebut beroperasi sebagai bek tengah dan dikenal memiliki fisik kuat serta kemampuan membaca permainan.
5. Laurin Ulrich
Laurin Ulrich bermain untuk klub divisi kedua Liga Jerman, FC Magdeburg. Ia dapat berperan sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang, sehingga dinilai cocok sebagai penerus peran Thom Haye di Timnas Indonesia.
6. Luke Vickery
Luke Vickery musim ini membela Macarthur FC di Liga Australia. Ia bisa dimainkan sebagai penyerang sayap maupun striker, sehingga memberikan fleksibilitas di lini depan.
7. Jenson Seelt
Bek tengah berusia 22 tahun ini merupakan pemain pinjaman Sunderland yang kini membela Wolfsburg. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan sembilan penampilan di Bundesliga.
8. Demiane Agustien
Demiane Agustien merupakan gelandang serang kreatif yang menimba ilmu di akademi Arsenal. Ia dikenal memiliki visi bermain yang tajam, kreativitas tinggi, serta kemampuan mengatur dan mendistribusikan bola dengan baik, sehingga berpotensi memperkuat lini tengah Timnas Indonesia.
9. Tony Kouwen
Tony Kouwen adalah penjaga gawang muda yang tengah menjalani trial bersama Atletico Madrid. Ia memiliki refleks yang cepat, postur tubuh ideal, serta kemampuan distribusi bola modern, sehingga diproyeksikan menjadi aset jangka panjang di sektor penjaga gawang skuad Garuda.
10. Kayne van Oevelen
Kayne van Oevelen merupakan penjaga gawang muda yang saat ini memperkuat FC Volendam di Liga Belanda. Di usia 22 tahun, ia sudah menjadi pilihan utama di klubnya.
11. Mitchell van Rooijen
Mitchell van Rooijen bermain untuk TOP Oss di divisi kedua Liga Belanda. Pemain berusia 27 tahun ini mampu tampil sebagai gelandang tengah maupun bek sayap.
(fan)
Load more