Mengenal Julian Oerip, Winger AZ Alkmaar yang Bisa Bela Timnas Indonesia Meski Ayahnya Eks Petinggi KNVB
- Instagram @julianoerip
tvOnenews.com - Nama Julian Oerip kembali menjadi perbincangan suporter Timnas Indonesia setelah masuk Best XI menurut Sofa Score di Eerste Divisie Belanda.
Julian Oerip tampil gemilang ketika Jong AZ hadapi Den Bosch, Selasa (24/2). Di laga itu, bikin satu gol dan assist sekaligus penyama kedudukan di menit akhir.
Sebelumnya, Julian Oerip dikabarkan masuk daftar pemain yang diproyeksikan Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2023, namun hal itu gagal terealisasi.
Meski ayahnya pernah menjabat sebagai petinggi di Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB, namun peluang Julian Oerip untuk bermain bagi Timnas Indonesia masih terbuka.
Lalu, siapa sosok Julian Oerip?
Sekilas namanya sangat identik dengan orang Jawa. Anggapan itu tidak salah lantaran kakek dari pihak ayah Julian Oerip punya garis keturunan Surabaya, Jawa Timur.
Lebih dalam lagi, ayahnya yang pernah bertugas di KNVB sebagai pengemban bakat muda di Belanda juga punya nama serupa yakni Arthur Oerip.
Walau kental akan darah Indonesia, namun clan Oerip tersebut sudah lama menetap di Belanda. Terkhusus Julian Oerip, dia lahir di Alkmaar, 26 Oktober 2006.
Melihat latar belakang sang ayah, maka tak heran jika sejak usia belia, Julian Oerip sudah akrab dengan sepak bola. Awalnya, ia sekolah di akademi CSV Jong Holland dan AFC'34.
Saat usianya genap 11 tahun tepatnya pada 2017, pemuda berpostur 179 cm tersebut pindah ke AZ Alkmaar. Ia berproses di klub ini sebelum naik ke U-17, lima tahun berikutnya.
Tak sampai setahun di AZ Alkmaar U-17, Julian Oerip langsung bukukan 11 gol dan 5 assist dari 27 laga yang membuatnya promosi ke tim U-18 di musim yang sama.
Total Julian Oerip bermain di AZ Alkmaar U-18 selama dua tahun mulai dari 2022-2024. Di sana, dia mengoleksi 14 gol dan 3 assist dari 41 kali penampilan.
Barulah pada 2024, pemain serba bisa ini dipromosikan ke U-21 atau Jong AZ yang berkompetisi di Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda.
Padahal, usia Julian Oerip saat itu masih 18 tahun atau lebih muda tiga tahun dari yang semestinya. Yang lebih mengejutkan lagi, dia dipilih sebagai kapten tim.
Load more