PSSI Gigit Jari, Winger Eropa yang Nyaris Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Makin Bersinar di Liga Belanda
- Instagram @mauresmoo
tvOnenews.com - Karier Mauresmo Hinoke justru menanjak tajam di Belanda setelah peluangnya membela Timnas Indonesia resmi tertutup.
Sempat digadang-gadang menjadi tambahan amunisi Garuda, proses naturalisasi pemain keturunan itu harus dihentikan karena terbentur regulasi FIFA.
Kini, winger kiri kelahiran Breda, 26 Februari 2005 tersebut tampil impresif bersama TOP Oss di kasta kedua Liga Belanda (Eerste Divisie) musim 2025/2026.

- instagram.com/toposs
Pelatih anyar Garuda, John Herdman, dipastikan tak bisa memproses naturalisasi satu pemain muda yang sedang bersinar di Belanda karena terganjal regulasi FIFA.
Aturan menyebutkan bahwa seorang pemain hanya bisa berpindah federasi melalui jalur keturunan maksimal generasi ketiga (kakek atau nenek).
Sementara darah Indonesia Hinoke berasal dari generasi keempat, yakni buyut. Kondisi itu membuat proses naturalisasinya tak bisa dilanjutkan.
Meski gagal menjadi WNI, Hinoke sempat merasakan atmosfer membela Merah Putih.
Ia dibawa oleh Indra Sjafri ke ajang Toulon Cup 2024 bersama Timnas Indonesia U-20. Karena turnamen tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA, ia tetap bisa tampil.
Bahkan, ia mencetak satu gol indah saat menghadapi Jepang dan momen tersembut sempat membuat namanya ramai diperbincangkan.
Kini, fokus Hinoke sepenuhnya tertuju pada klubnya. Bersama TOP Oss, ia menunjukkan perkembangan signifikan.
Sepanjang musim 2025/2026, pemain 21 tahun itu telah mencatatkan 26 penampilan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, ia mengoleksi empat gol dan satu assist.

- Instagram/Mauresmo Hinoke
Salah satu momen paling dramatis terjadi pada akhir 2025 saat TOP Oss menang 4-3 atas FC Eindhoven.
Masuk sebagai pemain pengganti, Hinoke tampil sebagai pahlawan lewat gol penentu di masa injury time.
Ia menegaskan bahwa keputusan pelatih memasukkannya di 30 menit terakhir adalah bagian dari strategi untuk mengubah tempo pertandingan dan hasilnya terbukti efektif.
Performa konsisten Hinoke menjadi sinyal bahwa kegagalan naturalisasi tak menghentikan laju kariernya.
Dengan kontrak profesional yang masih berlaku hingga pertengahan 2027, peluangnya untuk terus berkembang di Belanda terbuka lebar.
Di tengah ketatnya persaingan sepak bola Eropa, Hinoke justru menjadikan situasi ini sebagai motivasi pembuktian diri.
Meski tak lagi berpeluang membela Timnas Indonesia, ia tetap menunjukkan bahwa kualitasnya layak diperhitungkan.
Dari mimpi Garuda yang pupus, Mauresmo Hinoke kini menulis kisah baru—bersinar terang di panggung Belanda. (asl)
Load more