John Herdman Gigit Jari, Timnas Indonesia Dipastikan Tak Bisa Gantikan Iran Jadi Peserta Piala Dunia 2026
- Instagram/teammellifootball | kitagaruda.id
tvOnenews.com - Dunia internasional saat ini tengah menahan napas melihat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian tak terkendali.
Titik nadir ketegangan ini pecah menyusul serangan rudal masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke jantung kedaulatan Iran pada 28 Februari 2026 silam.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Iran. Serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga memakan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk anak-anak yang tidak berdosa.

- ANTARA/Andolu Ajansi/pri
Sebagai bentuk perlawanan, Iran membalas dengan menggempur Tel Aviv, menargetkan bandara di Dubai, hingga menghujani pangkalan militer AS di berbagai titik Timur Tengah.
Perang tersebut tak hanya berdampak kepada aktivitas warga sipil, tapi juga ikut membuat tim nasional sepak bola Iran harus mengubur mimpi mereka di Piala Dunia 2026.
Team Melli di ambang gagal main di Piala Dunia 2026

- Instagram/teammellifootball
Badai peperangan ini rupanya mulai merembet ke lapangan hijau. Keikutsertaan Timnas Iran, yang dijuluki Team Melli, di ajang bergengsi Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk.
Dengan kondisi dalam negeri yang tengah dalam status darurat perang, eksistensi mereka di panggung internasional menjadi sangat diragukan.
Melansir laporan media China, 163.com, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taji, memberikan pernyataan emosional melalui televisi nasional mengenai masa depan timnya.
Ia mengisyaratkan bahwa mundurnya Iran dari turnamen akbar tersebut merupakan kemungkinan yang nyata.
"Mengingat peristiwa hari ini dan serangan oleh Amerika Serikat, kecil kemungkinan kita (Timnas Iran) dapat mengharapkan Piala Dunia, tetapi pada akhirnya, ini harus diputuskan oleh otoritas olahraga," ujar Mehdi Taji, seperti dikutip dari 163.com pada Selasa (3/3/2026).
Timnas Indonesia jadi pengganti?

- Instagram/teammellifootball | Instagram/timnasindonesia
Spekulasi liar pun bermunculan. Jika Iran benar-benar angkat kaki atau dipaksa mundur oleh FIFA karena situasi politik, pertanyaannya adalah siapa yang berhak mengisi slot kosong tersebut?
Secara matematis dan berdasarkan performa di kualifikasi zona Asia (AFC), Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak berada di barisan terdepan.
UEA diunggulkan berkat peringkat tinggi mereka di kualifikasi, sementara Irak memiliki modal kuat setelah sebelumnya menumbangkan UEA di babak play-off regional.
Lantas, bagaimana dengan harapan publik tanah air yang bermimpi melihat Timnas Indonesia masuk sebagai pengganti?
Meskipun antusiasme fans Garuda sangat tinggi, secara regulasi, peluang ini hampir bisa dikatakan tertutup rapat karena beberapa tembok besar, seperti performa Indonesia di kualifikasi Asia belum menempatkan Skuad Garuda di daftar tunggu teratas.
Selain itu, secara teknis Timnas Indonesia tidak mencapai fase play-off antarkonfederasi, sehingga posisi kita jauh di bawah Irak atau UEA dalam urutan prioritas.
FIFA juga memiliki standar baku dalam menentukan tim pengganti. Biasanya, mereka akan menunjuk tim dengan prestasi terbaik di babak kualifikasi terakhir atau tim yang gugur di fase final play-off, bukan berdasarkan sistem undangan bebas atau popularitas semata.
Meski mimpi melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia tetap membara di hati para suporter, tampaknya jalur melalui mundurnya Iran bukanlah jalan keluar yang realistis bagi Skuad Garuda. (ism)
Load more