News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Innalillahi, Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier dan Prestasinya

Riono Asnan, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 4 Maret 2026. Kepergian legenda Timnas Indonesia sekaligus mantan bek tangguh yang juga pernah berperan
Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WIB
Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Meninggal Dunia
Sumber :
  • instagram pssi

tvOnenews.com - Sepak bola Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok penting dalam sejarahnya. Legenda Timnas Indonesia, Riono Asnan, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Kabar duka ini menyelimuti dunia sepak bola nasional, terlebih bagi para pencinta klub legendaris Surabaya yang pernah menjadi rumah besar bagi sang pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepergian mantan bek tangguh yang juga pernah berperan sebagai gelandang ini diumumkan secara resmi oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui akun media sosial mereka. 

Dalam unggahannya, federasi sepak bola Indonesia tersebut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang pernah menjadi bagian dari skuad Garuda pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an.

“Turut berduka atas berpulangnya Riono Asnan, bek tengah dan gelandang Timnas Indonesia 1979-1983,” tulis PSSI dalam unggahan resminya.

Berdasarkan data dari Transfermarkt, Riono Asnan lahir di Surabaya pada 15 Januari 1958. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 68 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan sepak bola nasional.

Perjalanan Karier Riono Asnan Bersama Persebaya

Nama Riono Asnan tak bisa dipisahkan dari klub kebanggaan Kota Pahlawan, Persebaya Surabaya. Karier sepak bolanya berkembang bersama klub tersebut sejak usia muda.

Riono memulai perjalanan dari tim junior Persebaya. Berkat kemampuan bertahan yang solid dan kecerdasan membaca permainan, ia berhasil menembus skuad senior. 

Di masa itu, Riono dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.

Salah satu momen penting dalam karier awalnya terjadi pada ajang Piala Soeratin 1979. Saat itu, Riono menjadi bagian dari skuad Persebaya yang berhasil melaju hingga partai final. 

Dalam pertandingan puncak tersebut, ia dipercaya tampil sebagai starter di posisi bek.

Hubungan emosional Riono dengan Persebaya juga tercermin dari kutipan legendarisnya yang sangat dikenal oleh suporter klub tersebut, yakni “Darahku Ijo,” sebuah ungkapan yang menegaskan kecintaannya terhadap tim berjuluk Bajul Ijo.

Namun perjalanan kariernya tidak hanya berhenti di Surabaya. Setelah beberapa tahun membela Persebaya, Riono sempat melanjutkan karier bersama klub Galatama, Niac Mitra, selama dua musim.

Innalillahi, Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier dan Prestasinya
Innalillahi, Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier dan Prestasinya
Sumber :
  • Tangkapan layar facebook

Membela Timnas Indonesia di Era 1980-an

Penampilan konsisten bersama klub membuat Riono Asnan mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia tercatat menjadi bagian dari skuad Garuda pada periode 1979 hingga 1983.

Salah satu turnamen internasional yang diikutinya adalah SEA Games 1981. Saat itu, Riono dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia setelah tampil bersama klub Tunas Inti pada periode 1980–1982.

Selain itu, ia juga masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang berlaga di ajang Kualifikasi Piala Dunia 1982. Tim nasional kala itu berada di bawah arahan pelatih legendaris Indonesia, Endang Witarsa.

Kehadiran Riono dalam tim memberikan stabilitas di lini belakang. Kemampuannya membaca serangan lawan serta kepemimpinannya di lapangan menjadikannya salah satu pemain yang cukup diperhitungkan pada era tersebut.

Dari Pemain Hingga Pelatih

Menjelang akhir kariernya sebagai pemain, Riono Asnan sempat membela klub BPD Jateng. Di klub ini pula ia mulai menapaki jalan baru sebagai pelatih.

Saat masih aktif bermain, Riono juga merangkap sebagai asisten pelatih dan membantu pelatih kepala saat itu, Joko Malis. Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia kepelatihan.

Setelah gantung sepatu, ia dipercaya menangani sejumlah klub di Indonesia. Beberapa tim yang pernah ia latih antara lain PSIS Semarang, Persijap Jepara, Persiku Kudus, Persik Kediri, hingga Persid Jember.

Dedikasi panjangnya di sepak bola Indonesia membuat Riono dikenang sebagai salah satu figur yang berkontribusi baik sebagai pemain maupun pelatih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, di tengah bulan Ramadan 2026, dunia sepak bola nasional harus melepas salah satu putra terbaiknya. 

Kepergian Riono Asnan meninggalkan kenangan dan warisan penting bagi generasi pesepak bola Indonesia berikutnya. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tim Ekspedisi Patriot Ajari Warga Papua Barat Olah Biji Pala Jadi Hand Sanitizer Alami, Nilai Ekonominya Meningkat

Tim Ekspedisi Patriot Ajari Warga Papua Barat Olah Biji Pala Jadi Hand Sanitizer Alami, Nilai Ekonominya Meningkat

TEP UI melatih warga transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi hand sanitizer. Inovasi ini diharapkan membuka peluang usaha dan nilai tambah.
Ratifikasi Perjanjian Makkah Akan Selesai pada Oktober

Ratifikasi Perjanjian Makkah Akan Selesai pada Oktober

Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah dengan Arab Saudi, Turki dan Pakistan, ratifikasi paling cepat pada Oktober mendatang, tetapi tanggal pasti belum ditetapkan, kata seorang sumber di pemerintahan Turki.
Reaksi Manchester City setelah Dikabarkan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan

Reaksi Manchester City setelah Dikabarkan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan

Manchester City dikabarkan terbukti bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial Liga Premier. Klub menegaskan proses hukum masih berlangsung.
AC Milan Masih Cari Direktur Baru, 4 Nama Termasuk Eks Inter Jadi Incaran Serius Gerry Cardinale

AC Milan Masih Cari Direktur Baru, 4 Nama Termasuk Eks Inter Jadi Incaran Serius Gerry Cardinale

AC Milan kembali mencari sosok baru untuk mengisi posisi direktur olahraga. Gerry Cardinale ingin menghadirkan figur berpengalaman untuk membantu Ruben Amorim.
Pengakuan Mencengangkan Megawati Hangestri soal Hyundai Hillstate: Awalnya...

Pengakuan Mencengangkan Megawati Hangestri soal Hyundai Hillstate: Awalnya...

Pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi membeberkan fakta mengejutkan terkait perjalanan kariernya. Siapa sangka, opposite spiker Suwon Hyundai Hill
Rio Ngumoha Dicoret dari Skuad Inggris Vs Spanyol, Ada Aturan UEFA yang Jadi Penyebabnya

Rio Ngumoha Dicoret dari Skuad Inggris Vs Spanyol, Ada Aturan UEFA yang Jadi Penyebabnya

Rio Ngumoha harus dicoret dari skuad Inggris saat menghadapi Spanyol di Wembley. Winger Liverpool itu tersisih karena aturan UEFA membatasi 23 pemain.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT