PSSI Gigit Jari, Winger Keturunan Rp 86 Miliar yang Tolak Mentah-mentah Bela Timnas Indonesia Ini Bersinar di Inggris
tvOnenews.com - Nama Million Manhoef sempat ramai dikaitkan dengan program naturalisasi Timnas Indonesia.
Winger berusia 24 tahun itu disebut masuk radar tim scouting diaspora dan bahkan dipantau langsung saat tampil di ajang FA Cup dalam laga Sunderland kontra Stoke City di Stadium of Light pada Januari 2025 lalu.
Rumor tersebut semakin menguat karena Manhoef memang memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.

- instagram/million.m_
Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek dari Surabaya, yang membuatnya eligible secara regulasi FIFA untuk membela Timnas Indonesia.
Namun, harapan publik Tanah Air menggaet pemain Rp 86 miliar itu tampaknya harus pupus.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari VoetbalPrimeur, Manhoef buka suara soal spekulasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menembus tim nasional senior Belanda.
“Tentu saja saya lahir di sini dan saya melihat Oranje sebagai suatu kehormatan besar,” ujarnya.
Saat ini, Manhoef memang aktif membela Belanda di kelompok usia muda (U-21 dan U-23).
Target besarnya adalah mendapat panggilan dari pelatih tim senior, Ronald Koeman.
“Untuk saat ini saya belum mempertimbangkan untuk pindah. Saya punya tujuan untuk masuk ke tim utama,” tegasnya.
Di level klub, Manhoef tampil cukup konsisten bersama Stoke City.
Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta fleksibilitasnya di sektor sayap membuatnya menjadi salah satu pemain penting di lini serang.
Itulah sebabnya namanya sempat dinilai cocok menambah daya gedor Timnas Indonesia, terutama di posisi winger yang beberapa waktu terakhir dinilai belum sepenuhnya stabil.

- onsoranje.nl
Namun, dengan ambisi besar menembus skuad senior Belanda, peluang Indonesia praktis mengecil.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang agresif memburu pemain diaspora untuk memperkuat skuad Merah Putih.
Sejak era Shin Tae-yong hingga kini di bawah arahan pelatih anyar, pendekatan terhadap pemain keturunan Eropa terus dilakukan.
Akan tetapi, kasus Manhoef menjadi bukti bahwa tak semua pemain diaspora otomatis bersedia membela Indonesia.
Load more