FIFA Beri Restu, 4 Striker Eropa Ini Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia di Era John Herdman
- Instagram @robin.mirisola
tvOnenews.com - Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan amunisi baru di lini depan jelang agenda internasional mendatang.
Di tengah kebutuhan akan sosok predator tajam, empat striker berdarah Indonesia yang merumput di Eropa dikabarkan telah memenuhi regulasi FIFA untuk memperkuat skuad Garuda.
Jika proses administrasi dan komunikasi berjalan mulus, pelatih John Herdman berpotensi memiliki variasi serangan yang lebih tajam, cepat, dan kompetitif.
Berikut perkembangan terbaru empat nama yang tengah jadi sorotan:
1. Dean Zandbergen (VVV-Venlo)

- Instagram @vvv_venlo_1903
Striker milik VVV-Venlo ini menjadi kandidat paling siap secara regulasi.
Ia memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Depok dan disebut sudah memenuhi syarat perpindahan federasi sesuai aturan FIFA.
Secara performa, grafiknya sedang menanjak. Dalam tujuh laga terakhir di kasta kedua Belanda (Eerste Divisie), Zandbergen mencetak enam gol dan dua assist.
Total musim ini, ia membukukan enam gol dan tiga assist dari 25 pertandingan.
Ia juga pernah mengakui adanya komunikasi awal dengan perwakilan PSSI. Jika prosesnya dipercepat, namanya bisa menjadi opsi realistis untuk lini depan Garuda.
2. Robin Mirisola (KRC Genk)
Berstatus sebagai prospek jangka panjang, Mirisola memperkuat KRC Genk dan memiliki kontrak hingga 2030. Ia memiliki darah Yogyakarta dari sang ibu.
Musim ini, ia mencatat 17 penampilan liga dengan dua gol dan satu assist, serta merasakan atmosfer kompetisi Eropa di UEFA Europa League.
Pengalaman tersebut membuat mentalitasnya terasah sejak dini.
Menurut data Transfermarkt, nilai pasarnya kini menyentuh sekitar Rp43 miliar, angka yang menunjukkan potensinya cukup diperhitungkan di level Eropa.
3. Jael Pawirodihardjo (MVV Maastricht)

- Instagram @armenziyo
Masih 18 tahun, tetapi sudah mencuri perhatian. Bersama MVV Maastricht, Jael mencetak gol dalam debut profesionalnya di Eerste Divisie saat menghadapi De Graafschap.
Dengan darah Indonesia dari pihak ibu, jalur naturalisasinya terbuka jika ada pendekatan resmi.
Usianya yang muda menjadikannya aset jangka panjang yang bisa dibentuk sesuai kebutuhan taktik tim nasional.
4. Jelte Pal (Derde Divisie Belanda)

- instagram.com/jelte_pal
Nama Jelte Pal tak kalah mencolok. Lahir di Roosendaal pada 16 Oktober 2002, ia memiliki garis keturunan Indonesia dari Jakarta.
Musim ini di Derde Divisie B (kasta keempat Liga Belanda), ia tampil sangat produktif dengan 16 gol dan 4 assist dari 21 pertandingan. Ia menjadi top skor sementara di timnya dan bertengger di posisi ketiga daftar pencetak gol liga.
Statistik tersebut menunjukkan insting golnya tak bisa dianggap remeh, meski bermain di level semi-profesional.
Keempat striker ini memiliki ikatan darah Indonesia dan jalur regulasi yang memungkinkan untuk memperkuat Garuda sesuai aturan FIFA, tentu dengan catatan belum pernah membela tim senior negara lain dalam laga resmi kompetitif.
Dengan filosofi baru Herdman yang menekankan intensitas dan efektivitas serangan, tambahan opsi dari Eropa bisa meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.
Jika FIFA benar-benar memberi restu dan proses berjalan lancar, bukan tak mungkin lini depan Garuda akan memiliki wajah baru yang lebih tajam dalam waktu dekat. (asl)
Load more