John Herdman Harap-harap Cemas, Konflik Timur Tengah Bisa Ganggu Kedatangan Pemain Diaspora ke Timnas
- PSSI
tvOnenews.com - Timnas Indonesia dijadwalkan segera beraksi dalam ajang FIFA Series pada akhir Maret mendatang.
Turnamen internasional tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dengan menghadirkan tiga tim tamu yaitu Saint Kitts and Nevis, Bulgaria, serta Kepulauan Solomon.
Namun, jelang pelaksanaan turnamen tersebut muncul kekhawatiran yang cukup serius terkait kedatangan pemain diaspora yang merumput di Eropa.
Kekhawatiran itu berkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Situasi geopolitik yang memanas tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional, khususnya rute yang biasa dilalui pesawat dari Eropa menuju Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Hal ini diakui langsung oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
Ia mengatakan bahwa federasi sepak bola Indonesia saat ini memantau perkembangan situasi tersebut karena dapat berdampak pada perjalanan para pemain diaspora yang akan memperkuat Timnas Indonesia.

- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Menurut Arya, jalur penerbangan dari Eropa menuju Indonesia kerap melintasi wilayah udara Timur Tengah.
Jika konflik semakin memanas dan berdampak pada penutupan ruang udara di beberapa negara, maka maskapai penerbangan kemungkinan harus mengalihkan rute perjalanan.
Kondisi tersebut tentu bisa membuat waktu tempuh menjadi lebih lama atau bahkan menimbulkan pembatalan penerbangan tertentu.
“Tapi juga saya sedikit khawatir mengenai hal ini penerbangan teman-teman kalau yang bisa bertanding dari Eropa dan sebagainya. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu. Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak,” ujar Arya Sinulingga kepada media di Lapangan C Senayan, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini PSSI masih terus memantau perkembangan situasi global tersebut.
Federasi juga belum dapat memastikan skema perjalanan yang paling aman bagi para pemain diaspora yang akan bergabung dengan skuad Garuda.
“Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana. Apakah lewat Amerika Serikat atau tidak, kita belum tahu juga. Nanti kita lihat urgensi skuad-skuadnya bagaimana, dari apakah pelatih bisa mencari langkah-langkah. Nanti kita secara teknis akan melihat mana yang terbaik,” jelas Arya.

- FIFA.com
Kondisi ini tentu membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan.
Pelatih asal Inggris tersebut sedang mempersiapkan era baru skuad Garuda setelah resmi dipercaya menukangi tim nasional.
FIFA Series Maret 2026 menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk melihat kemampuan para pemain sekaligus membangun chemistry tim.
Turnamen ini juga menjadi momentum bagi sejumlah pemain diaspora untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Banyak dari mereka bermain di klub-klub Eropa sehingga perjalanan menuju Indonesia sangat bergantung pada kelancaran transportasi udara internasional.
Jika jalur penerbangan terganggu, bukan tidak mungkin beberapa pemain akan mengalami keterlambatan bergabung dalam pemusatan latihan atau bahkan terancam absen.
Hal tersebut tentu dapat memengaruhi strategi tim yang telah disusun oleh pelatih.
Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di SUGBK.
Pertandingan ini menjadi laga pembuka bagi skuad Garuda dalam FIFA Series.
Jika berhasil meraih kemenangan, Timnas Indonesia akan melaju ke babak berikutnya untuk menghadapi pemenang dari pertandingan antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Turnamen ini diharapkan menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk meningkatkan peringkat FIFA sekaligus menguji kekuatan tim menghadapi lawan dari berbagai konfederasi.
Selain itu, pertandingan di kandang sendiri juga memberikan kesempatan bagi para pendukung Garuda untuk kembali menyaksikan aksi tim kebanggaan mereka secara langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (adk)
Load more