Belum Masuk Radar John Herdman, 4 Pemain Keturunan Ini Dinilai Cocok untuk Perkuat Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Mantan pesepakbola Indonesia yang pernah menimba ilmu di Belanda, Yussa Nugraha, pernah mengungkap sejumlah pemain Eropa yang sering direkomendasikan netizen untuk dinaturalisasi agar dapat memperkuat Timnas Indonesia.
Sejak John Herdman menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, para penggemar Garuda terus menantikan kemungkinan hadirnya pemain keturunan baru yang bisa memperkuat skuad Garuda.
Apalagi, tim Merah Putih tengah menghadapi berbagai agenda penting dalam waktu dekat, salah satunya adalah ajang FIFA Series 2026.
- canadasoccer.com
Meskipun Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang cukup baik, beberapa pemain andalan yang tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih belum dapat bergabung karena berbagai kendala.
Dalam konteks ini, nama Yussa Nugraha kerap menjadi sorotan. Mantan pemain yang pernah membela Feyenoord U-15 itu kini aktif sebagai kreator konten di YouTube, dengan fokus membagikan wawancara bersama pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa.
Popularitas Yussa semakin meningkat seiring dengan maraknya proses naturalisasi pemain keturunan yang kini memperkuat Timnas Indonesia.
Ia bahkan diketahui telah mewawancarai sejumlah pemain jauh sebelum mereka resmi menjalani proses naturalisasi, seperti Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Ivar Jenner, Justin Hubner, hingga Mees Hilgers.
Tak mengherankan jika para penggemar Timnas Indonesia sering merekomendasikan berbagai nama pemain yang disebut memiliki darah Indonesia untuk diwawancarai oleh Yussa di kanal YouTube miliknya.
Dalam salah satu kontennya, Yussa Nugraha kemudian mengungkap beberapa pemain yang kerap direkomendasikan oleh para penggemar dan dinilai memiliki potensi. Berikut beberapa di antaranya.
- leedsunited.com
Nama Joel Piroe sempat ramai diperbincangkan oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Striker asal Belanda yang bermain untuk klub Liga Inggris, Leeds United, sempat disebut-sebut memiliki darah keturunan Indonesia.
Namun, Yussa Nugraha menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menyebut bahwa Piroe tidak memiliki garis keturunan Indonesia.
"Dari informasi yang aku dapatkan, Joel Piroe itu tidak ada darah Indonesianya, dia itu ada darah dari Suriname dan juga Hindia atau India kalau nggak salah," kata Yussa Nugraha di kanal youtubenya.
"Joel Piroe itu enggak ada darah Indonesianya guys, aku bilang ke kalian kalau dia fix nggak bisa memperkuat Timnas Indonesia karena memang gak ada darah Indonesianya," sambungnya.
Dengan demikian, Joel Piroe dipastikan tidak memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
- onsoranje.nl
Pemain berikutnya adalah Million Manhoef, pesepakbola yang kini memperkuat klub Stoke City di divisi Championship, kasta kedua Liga Inggris.
Manhoef dikabarkan memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek di pihak ibu. Pemain berusia 24 tahun tersebut sebelumnya sempat membela klub Eredivisie, Vitesse Arnhem, selama empat musim.
Pada pertengahan musim 2023/2024, ia memutuskan untuk menerima tawaran Stoke City dan melanjutkan kariernya di Inggris.
Jika suatu saat bergabung dengan Timnas Indonesia, Manhoef dinilai dapat menjadi pemain yang melengkapi komposisi skuad. Ia dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai penyerang, winger, gelandang, hingga bek tengah.
Kemampuannya itu juga didukung produktivitas yang cukup baik. Saat masih membela Vitesse Arnhem pada musim 2022/2023, Manhoef berhasil mencatatkan sembilan gol dan lima assist dari 33 pertandingan.
Yussa Nugraha menyebut bahwa Manhoef memiliki darah keturunan Belanda, Indonesia, dan Suriname, dengan kakek dari pihak ibu berasal dari Surabaya.
Namun, peluangnya untuk membela Timnas Indonesia tetap tidak mudah karena ia pernah memperkuat Timnas Belanda U-21 bersama Ryan Flamingo.
"Dan dia bermain sebagai starter, bermain reguler, jadi untuk Million misal dia mau bermain di timnas Indonesia, dia juga harus menunggu beberapa tahun untuk membela timnas Indonesia," ucapnya.
- Ryan Flamingo
- Instagram @ryanflamingo
Nama Ryan Flamingo juga sempat ramai dibicarakan sebagai calon pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia.
Bek tengah berusia 23 tahun tersebut bahkan pernah menjabat sebagai kapten Timnas Belanda U-21 dan menjalani debut bersama tim tersebut pada 12 Oktober 2023.
Saat ini, Flamingo bermain untuk klub Eredivisie, PSV Eindhoven.
Perhatian publik Indonesia terhadap dirinya sempat meningkat setelah ia mengunggah bendera merah putih di media sosial pribadinya, yang memunculkan spekulasi bahwa ia tertarik membela Timnas Indonesia.
Namun, peluang tersebut tidak dapat terealisasi dalam waktu dekat. Jika ingin memperkuat Timnas Indonesia, Flamingo harus menunggu beberapa tahun karena statusnya sebagai pemain Timnas Belanda U-21.
Menurut Yussa Nugraha, Flamingo memiliki garis keturunan Jawa-Suriname dari pihak buyutnya.
"Dia sudah banyak capsnya bersama timnas u-21 Belanda jadi untuk dia bisa bermain misal dia memilih untuk bermain untuk Timnas Indonesia dia harus menunggu berapa tahunnya sekitar 2 sampai 5 tahun Kalau nggak salah," tutupnya.
- Instagram @mauresmoo
Nama lainnya adalah Mauresmo Hinoke, pemain muda yang sempat memperkuat Timnas Indonesia U-20 di bawah asuhan Indra Sjafri.
Hinoke tampil cukup menonjol sebagai winger dalam ajang Toulon Cup 2024 yang berlangsung di Prancis. Ia bahkan menjadi rekan setim Jens Raven di skuad Garuda Nusantara.
Pemain yang kini membela klub kasta kedua Liga Belanda, TOP Oss, tersebut dikenal sebagai winger yang cukup produktif dengan catatan tujuh gol dari 63 pertandingan.
Dalam ajang Toulon Cup 2024, Hinoke juga sempat mencetak gol saat Timnas Indonesia U-20 menghadapi Jepang. Pada pertandingan tersebut, Garuda Nusantara harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 1-4.
Gol Indonesia dicetak oleh Hinoke melalui tendangan penalti pada menit ke-70 setelah dirinya dijatuhkan oleh pemain lawan di dalam kotak penalti.
Selain mencetak gol, Hinoke juga tampil cukup impresif sepanjang pertandingan. Pergerakan cepatnya di sisi sayap beberapa kali merepotkan lini pertahanan Jepang.
Duetnya bersama Jens Raven bahkan sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya bagi tim lawan.
Penampilan individu Hinoke yang atraktif, termasuk aksi solo run dan kemampuannya mengacak-acak pertahanan Jepang, membuatnya mendapat banyak pujian dari para penggemar sepak bola Indonesia.
Para suporter Garuda bahkan berharap ia dapat segera menjadi Warga Negara Indonesia, mengikuti jejak Jens Raven yang lebih dulu resmi mendapatkan status tersebut.
Namun, harapan tersebut akhirnya tidak dapat terwujud. Yussa Nugraha mengungkapkan bahwa Hinoke tidak memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia meskipun memiliki darah keturunan dari Maluku Utara.
Hal itu disebabkan karena garis keturunannya berasal dari generasi kelima, yang tidak memenuhi ketentuan naturalisasi sesuai regulasi yang berlaku.
"ah aku udah juga dapat informasi kalau dia itu keturunan generasi kelima dari Maluku Utara yaitu halmahera. Jadi kalau nggak salah di peraturan yang saat ini itu kalau pemain tersebut keturunan garis keturunannya itu dari generasi kelima atau ke atas dia tidak eligible buat memperkuat Timnas Indonesia," terang Yussa Nugraha. (ind)
Load more