Timnas Indonesia Terima Kabar Buruk, AFC Resmi Setop Proses Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031
- AFC.com
Jakarta, tvOnenews.com - AFC resmi membatalkan proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 yang sebelumnya diikuti sejumlah negara, termasuk Indonesia. Keputusan ini pun berdampak langsung terhadap peluang Timnas Indonesia untuk kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi di Asia tersebut.
Pembatalan tersebut diumumkan melalui surat resmi yang ditandatangani Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John. Surat itu bertanggal 19 Maret 2026 dan dikirimkan kepada seluruh asosiasi anggota yang ikut dalam proses penawaran.
Kabar ini dengan cepat menyebar luas dan menjadi perhatian publik sepak bola Asia. Indonesia yang sebelumnya masuk dalam daftar peminat kini harus menunda ambisinya akibat keputusan tersebut.
AFC memastikan bahwa seluruh tahapan bidding yang telah berjalan dihentikan sepenuhnya. Artinya, tidak ada lagi proses lanjutan untuk menentukan tuan rumah edisi 2031 maupun 2035 dalam waktu dekat.
Dalam penjelasannya, AFC menyatakan bahwa penghentian ini berlaku untuk dua edisi sekaligus. Tidak hanya Piala Asia 2031, tetapi juga edisi 2035 yang sebelumnya sudah memasuki tahap awal bidding.
"Kami merujuk pada surat kami tertanggal 27 November 2024 dan 27 Agustus 2025 serta ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Asosiasi Anggota Penawar atas minat mereka untuk berpartisipasi dalam proses penawaran Piala Asia AFC 2031 dan Piala Asia AFC 2035," tulis AFC.
"Sesuai dengan Pasal 8.1 dari Regulasi Penawaran untuk Kompetisi, dengan penyesalan kami sampaikan bahwa proses penawaran saat ini untuk Kompetisi akan dihentikan sepenuhnya," lanjutnya.
AFC mengungkapkan bahwa keputusan ini tidak terlepas dari komunikasi terbaru dengan FIFA. Perubahan pada kalender pertandingan internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut.
Salah satu poin krusial adalah adanya dorongan agar Piala Asia digelar pada tahun genap. Hal ini kemudian dikaji secara menyeluruh sebelum AFC akhirnya mengambil keputusan besar.
"Keputusan ini mengikuti komunikasi terbaru dari FIFA terkait perubahan yang diantisipasi terhadap kalender pertandingan internasionalnya, termasuk permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap, yang telah diselaraskan oleh AFC setelah melalui pertimbangan yang matang," ungkap AFC.
"Perkembangan ini akan berdampak signifikan terhadap penjadwalan dan perencanaan Kompetisi, sehingga AFC menilai perlu menghentikan proses penawaran saat ini guna menghindari ketidakpastian dalam pengaturan tuan rumah," lanjutnya.
Sebelum proses ini dihentikan, Indonesia berada dalam persaingan dengan sejumlah negara lainnya. Di antaranya Australia, India, Korea Selatan, hingga Kuwait yang sama-sama mengajukan minat.
Selain itu, ada pula proposal tuan rumah bersama dari Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Hal ini membuat persaingan sebelumnya diprediksi berlangsung cukup ketat.
Indonesia sendiri bukan tanpa pengalaman dalam menggelar Piala Asia. Pada edisi 2007, Indonesia pernah menjadi tuan rumah bersama dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Untuk edisi 2035, beberapa negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Kuwait juga telah menunjukkan ketertarikan. Namun kini seluruh proses tersebut harus masuk tahap evaluasi ulang oleh AFC.
AFC menegaskan bahwa proses bidding akan kembali dibuka setelah penyesuaian selesai dilakukan. Seluruh federasi anggota diminta menunggu kejelasan jadwal dan mekanisme baru.
"Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh BMA atas waktu, upaya, dan minat yang telah ditunjukkan dalam berpartisipasi pada proses penawaran," kata AFC.
"Setelah pertimbangan ini diselesaikan dan proses penawaran baru diluncurkan, kami berharap dapat terus mengandalkan dukungan penuh serta partisipasi Anda," tutupnya.
(igp/rda)
Load more