Kritik Ivan Kolev ke Timnas Indonesia di Tengah Isu Bakal jadi Pelatih Bulgaria, FIFA Series 2026
- chernomoretz1919.com
tvOnenews.com - Pelatih asal Bulgaria Ivan Kolev membagikan pengalamannya selama berkarier di Indonesia menjelang partisipasi Timnas Bulgaria dalam FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Dalam wawancara dengan media Bulgaria Darik Radio dan Dsport Kolev banyak menyoroti kondisi sepak bola Indonesia dari berbagai aspek, mulai dari infrastruktur hingga tantangan lingkungan.
Nama Kolev sendiri bukan sosok asing di Tanah Air. Ia pernah menangani Timnas Indonesia dalam dua periode, yakni 2002–2004 dan 2007.
Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak panjang di level klub dengan melatih sejumlah tim besar seperti Persija Jakarta dan Persipura Jayapura.
- Persija
Tak hanya itu, perjalanan kariernya di Indonesia juga mencakup klub-klub lain seperti Mitra Kukar, Sriwijaya FC, hingga PS TNI. Sebagian besar karier kepelatihannya memang dihabiskan di Indonesia sebelum akhirnya kembali ke negara asalnya.
Saat ini, Kolev menangani Chernomorets Burgas yang berkompetisi di kasta kedua Liga Bulgaria. Meski sudah kembali ke Eropa, ia mengaku masih mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia karena memiliki kedekatan emosional dengan banyak pihak di sana.
"Saya berharap kondisinya sudah membaik karena saat itu situasinya cukup serius, pengelolaan sepak bola diatur oleh negara sementara klub diwajibkan membangun stadion sendiri dan tidak banyak yang bersedia mengeluarkan dana besar," ujar Ivan Kolev.
"Karena itu pemerintah daerah yang merawat stadion, tetapi kondisinya tidak terlalu baik kecuali lapangannya, dan hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia sulit berkembang meski memiliki pemain-pemain bagus namun tidak didukung fasilitas memadai," jelasnya.
Selain infrastruktur, Kolev juga menyoroti faktor cuaca yang menurutnya akan menjadi tantangan bagi tim-tim yang datang ke Indonesia. Ia menilai suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi bisa memengaruhi performa pemain, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan kondisi tersebut.
"Kelembapannya sangat tinggi dengan suhu berkisar antara 30 hingga 33 derajat sepanjang hari, sehingga adaptasi pemain tidak akan mudah, tetapi juga tidak akan terlalu lama karena mereka masih muda dan bisa menyesuaikan diri lebih cepat jika programnya tepat," tutur Kolev.
Load more