News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Dampak Mengerikan Kasus Paspoortgate bagi Timnas Indonesia, Nomor 2 Paling Menakutkan

Paspoortgate di Liga Belanda berdampak serius untuk Timnas Indonesia. Mulai pemain dibekukan, naturalisasi bisa terhambat, hingga reputasi PSSI ikut tercoreng.
Kamis, 2 April 2026 - 15:21 WIB
Pemain Timnas Indonesia Dean James di Go Ahead Eagles
Sumber :
  • Go Ahead Eagles

Jakarta, tvOnenews.com - Skandal Paspoortgate yang tengah mengguncang sepak bola Belanda ternyata membawa dampak serius bagi Timnas Indonesia. Bukan hanya soal administrasi, kasus ini mengancam kekuatan skuad Garuda dari berbagai sisi sekaligus.

Paspoortgate bermula ketika para pemain keturunan Belanda yang telah dinaturalisasi menjadi WNI ternyata masih tercatat berstatus warga negara Uni Eropa di klub masing-masing. Padahal, Indonesia dan Belanda sama-sama tidak mengenal sistem kewarganegaraan ganda, sehingga status hukum mereka harus segera diperbarui begitu proses naturalisasi selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak pertama dan paling terasa adalah pembekuan sejumlah pemain kunci Timnas Indonesia di level klub. Mereka adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen) — keempatnya dinonaktifkan sementara oleh masing-masing klubnya.

Situasinya bahkan lebih parah dari yang dibayangkan. Sejumlah pemain harus berdiam diri di rumah sambil menunggu kepastian hukum, karena klub-klub di Belanda mendapat imbauan resmi untuk tidak menurunkan maupun melibatkan mereka dalam sesi latihan sampai status kewarganegaraan benar-benar sah secara hukum.

Meski tidak berdampak langsung, namun kasus ini jelas memengaruhi Timnas Indonesia. Apa saja? berikut daftarnya.

1. Ritme Permainan Terganggu di Momen Krusial

Kehilangan menit bermain di level klub adalah mimpi buruk bagi setiap pesepakbola profesional. Ironisnya, kasus ini meledak justru di saat para pemain naturalisasi tersebut sedang berada di puncak performa dan sangat dibutuhkan Timnas Indonesia.

Tanpa jam terbang rutin bersama klub, ketajaman dan kesiapan fisik mereka saat dipanggil ke skuad Garuda pun menjadi tanda tanya besar. Ini tentu menjadi kekhawatiran serius bagi pelatih kepala John Herdman yang tengah membangun fondasi tim.

2. Naturalisasi Pemain Baru Kian Terjal

Efek domino Paspoortgate tak berhenti di situ. Dengan mencuatnya kasus ini, PSSI diyakini akan semakin kesulitan menaturalisasi pemain baru, terutama mereka yang berdarah Belanda atau masih aktif berkompetisi di Liga Belanda.

Klub-klub Eredivisie kini jauh lebih waspada dan selektif dalam menangani status kewarganegaraan pemainnya. Artinya, jalur naturalisasi yang selama ini menjadi andalan PSSI untuk mendongkrak kualitas timnas berpotensi menghadapi hambatan birokrasi yang jauh lebih ketat ke depannya.

3. Reputasi Program Naturalisasi Indonesia Tercoreng

Tak hanya soal teknis, citra Indonesia di komunitas sepak bola Belanda ikut terpukul. Jurnalis Belanda mengkritik keras proyek naturalisasi Timnas Indonesia usai polemik paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On mencuat di Eredivisie, bahkan secara blak-blakan menyebut program ini telah merugikan para pemain itu sendiri.

Sorotan negatif dari media Belanda ini dikhawatirkan membuat para pemain keturunan yang belum menyatakan pilihan menjadi ragu untuk bergabung dengan Merah Putih. Padahal, Indonesia masih membutuhkan banyak pemain diaspora berkualitas untuk menghadapi agenda padat ke depan.

4. Validitas Pertandingan Terancam Dibatalkan

Paspoortgate juga membuka persoalan serius di ranah kompetisi. NAC Breda mengajukan permintaan pertandingan ulang setelah Dean James diturunkan dalam kondisi diduga tidak memenuhi syarat sebagai pemain EU, dan langkah serupa diambil TOP Oss setelah Nathan Tjoe-A-On tampil untuk Willem II.

Jika tuntutan-tuntutan ini dikabulkan otoritas liga, hasil sejumlah pertandingan yang melibatkan pemain terdampak berpotensi dianulir. Situasi ini tentu semakin memperumit posisi para pemain Indonesia di mata manajemen klub masing-masing.

5. Beban Administrasi PSSI Berlipat Ganda

Di balik semua ini, ada pelajaran mahal yang harus segera diambil PSSI. Izin kerja untuk pemain non-EU di Belanda mensyaratkan gaji minimum lebih dari 600 ribu euro per tahun bagi pemain berusia di atas 21 tahun — angka yang tidak bisa dipenuhi semua klub, terutama yang berkompetisi di divisi bawah.

Ke depan, PSSI wajib membangun sistem administrasi yang lebih solid, termasuk memastikan setiap pemain yang dinaturalisasi langsung diurus seluruh dokumen legalnya secara tuntas dan tepat waktu. Paspoortgate adalah alarm keras bahwa kelalaian administratif bisa berdampak jauh melampaui sekadar urusan kertas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paspoortgate memang menjadi ujian berat, tapi bukan akhir dari segalanya. PSSI dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia kini dituntut bergerak cepat, berkoordinasi langsung dengan KNVB, agen pemain, serta pihak imigrasi Belanda demi menemukan solusi terbaik.

Yang pasti, skuad Garuda tidak boleh larut terlalu lama dalam persoalan ini. Agenda besar sudah menanti, mulai dari Piala AFF 2026 hingga FIFA Matchday Juni dan Timnas Indonesia butuh semua pemain terbaiknya dalam kondisi prima dan fokus penuh di atas lapangan. (fan)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Media Vietnam 'Girang' Pemain Timnas Indonesia Tersandung Masalah di Liga Belanda: Kabar Baik untuk Vietnam

Salah satu media Vietnam ikut menyoroti masalah administrasi yang menimpa pemain diaspora Timnas Indonesia. Hal itu disebut jadi kabar baik bagi Timnas Vietnam.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus jelaskan bahwa terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan untuk mengawal kasus penyiraman air keras
Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Ucapan Santai Thom Haye soal Kemungkinan Persib Juara di Liga Super

Persib Bandung kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar Liga Super 2025-2026. Hingga pekan ke-25, Maung Bandung masih ...
Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi Beberkan Fakta Baru yang Mencengangkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras di Bekasi

Polisi bocorkan fakta baru yang mencengangkan di balik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi
Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Respons Pedas Ono Surono Terkait Rumahnya Digeledah KPK

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono lontarkan respons pedas terkait rumahnya digeledah KPK saat mengunjungi Sumedang, Jumat (3/4/2026).

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT