Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Isu panas datang dari Belanda setelah media Malaysia, Palataoball, menuding tiga pemain keturunan Indonesia menggunakan paspor tidak sah.
Nama-nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Tim Geypens ikut terseret dalam kontroversi ini.
Namun, benarkah ada pemalsuan dokumen? Atau justru ini hanya kesalahpahaman administratif?
Tuduhan Media Malaysia Picu Polemik
Akun Palataoball menyebut adanya pelanggaran serius terkait penggunaan paspor Belanda oleh para pemain tersebut, meski mereka sudah membela Timnas Indonesia.
“Indonesia terlibat palsukan VISA? Pemain Indonesia dan klub mereka berisiko dihukum Eredivisie dan KNVB karena mendaftarkan pemain menggunakan paspor yang tidak sah,” tulis @palataoball.
“Dean James, Tjoe-A-On dan Tim Geypens melanggar peraturan Liga karena mengaku berpaspor Belanda walaupun sudah mewakili Indonesia,” lanjut @palataoball.
Pernyataan ini langsung menyebar luas dan memicu reaksi keras dari publik Indonesia.
Netizen Indonesia dengan cepat membantah tuduhan tersebut.
Salah satu akun, @garudafansbook_, memberikan penjelasan yang menenangkan situasi.
“Kami berharap Malaysia mempelajari lagi soal kasus ini jika ingin membahas. Karena ini sama sekali bukan soal PEMALSUAN DOKUMEN, ini hanya masalah pendaftaran pemain yang dilakukan klub menggunakan paspor Belanda kepada pemain yang sudah berpindah kewarganegaraan. Hanya itu, tidak ada pemalsuan,” tulis akun @garudafansbook_.
“Dan ini masalah antarklub dan federasi terkait pendaftaran, bukan salah pemain. Apalagi menyangkut sesuatu yang dipalsukan sama sekali tidak mengarah ke sana,” lanjut @garudafansbook_.
Penjelasan ini menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bersifat administratif, bukan kriminal.
Masalah sebenarnya berkaitan dengan regulasi pemain di Eredivisie dan aturan dari KNVB.
Kasus Dean James menjadi contoh paling jelas.
Saat memperpanjang kontrak bersama Go Ahead Eagles pada Januari 2025, ia masih berstatus warga negara Belanda.
Artinya, ia terdaftar sebagai pemain lokal tanpa batasan gaji minimum tertentu.
Namun, setelah resmi beralih kewarganegaraan menjadi Indonesia pada Februari 2025, statusnya berubah menjadi pemain non-Uni Eropa. Di sinilah masalah muncul.
Di Eredivisie, pemain non-Uni Eropa wajib menerima gaji minimum sekitar 600.000 euro per tahun (sekitar Rp11 miliar).
Sementara kontrak Dean James yang lama masih berlaku dan nilainya jauh di bawah batas tersebut.
Situasi ini dimanfaatkan oleh NAC Breda, yang melayangkan protes setelah kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
Mereka menilai Dean James tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-Uni Eropa karena aspek izin kerja dan standar gaji.
Akibatnya, KNVB turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.
Selama proses berlangsung, ketiga pemain, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Tim Geypens, untuk sementara dibekukan dari aktivitas klub.
Dari berbagai penjelasan yang ada, benang merahnya cukup jelas bahwa tidak ada bukti pemalsuan paspor atau dokumen, masalah terletak pada administrasi pendaftaran pemain oleh klub, dan perubahan kewarganegaraan berdampak langsung pada status regulasi di liga.
Dalam sistem sepak bola Eropa, perubahan status seperti ini memang bisa menimbulkan celah aturan, terutama jika kontrak lama belum disesuaikan.
Kini, semua pihak menunggu keputusan resmi dari KNVB.
Solusi yang mungkin diambil bisa berupa penyesuaian kontrak, revisi administrasi, atau regulasi baru untuk kasus serupa di masa depan.
(tsy)
Load more