Kepada Media Belanda, Pluim Bongkar Praktik 'Kotor' Naturalisasi Indonesia: Sempat Dipaksa sampai Ada Pemain Timnas Indonesia Punya Paspor Ganda
- Instagram - PSM Makassar
Ia memahami alasan banyak pemain akhirnya memilih jalur tersebut. Pasalnya, status sebagai pemain lokal di Indonesia bisa langsung meningkatkan nilai jual mereka di bursa transfer.
“Di Indonesia, nilai Anda tiba-tiba jauh lebih tinggi dengan paspor. Tapi itu bukan faktor bagi saya. Saya sudah bermain di sana selama beberapa tahun, tidak perlu membuktikan banyak hal lagi, dan karena itu saya tidak akan mengambil risiko itu," ucap Pluim.
Pluim juga mengaku pernah mencoba mengingatkan pemain lain soal potensi masalah di masa depan. Namun, menurut dia, peringatan itu tak banyak digubris karena sistem yang ada terlanjur dianggap aman.
“Saya sudah menunjukkannya sebelumnya… Pada akhirnya, itu tidak diperbolehkan. Saya pikir pada akhirnya, itu hanyalah kebijakan toleransi dari federasi Indonesia. Saya pikir semuanya terjadi di bawah janji palsu. Seperti: ‘jika Anda tidak membicarakannya, itu tidak akan diperhatikan, tidak ada yang akan membicarakannya lagi, dan Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan.’ Sampai NAC Breda membuat Anda kesal…”
Di sisi lain, Pluim menilai pemain tidak sepenuhnya layak disalahkan dalam kasus ini. Menurutnya, banyak pemain muda tergiur peluang tampil di level internasional dan meraih popularitas lebih besar.
“Mereka masih muda, mereka bisa bermain di pertandingan internasional, mendapatkan perhatian, dan tiba-tiba menjadi bintang dunia di belahan dunia lain. Itu juga berpengaruh; mungkin itu yang membuat mereka menginginkannya," pungkasnya. (fan)
Load more