Hector Souto Langsung Gerak Cepat usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2026, Berburu Bakat Muda hingga ke Pelosok!
- FFI
‎Dengan sistem kerja seperti ini, proses pencarian pemain tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap wilayah tetap mengikuti pola yang sama agar hasilnya bisa dibandingkan secara objektif.
‎"Masing-masing akan bekerja di wilayah yang berbeda, didukung oleh pelatih yang memiliki pengalaman di tim nasional U-16 dan U-19 untuk memastikan proses yang terstruktur, konsisten, dan berkualitas di seluruh negara," ucap Souto.
‎Ia juga menyinggung luasnya wilayah Indonesia yang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaring pemain. Oleh sebab itu, mekanisme pencarian dibuat bertahap dari tingkat lokal hingga nasional.
‎Peran asosiasi futsal di daerah menjadi ujung tombak dalam proses ini. Mereka bertanggung jawab melakukan penyaringan awal sebelum masuk tahap berikutnya.
‎"Indonesia adalah negara yang sangat luas. Tidak mungkin hadir di setiap kota. Karena itu, sistemnya jelas: Pertama, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) melakukan deteksi talenta di tingkat lokal, kedua AFP mengoordinasikan dan melakukan seleksi awal, ketiga kami melakukan evaluasi final di 38 provinsi," jelas Souto.Â
‎Souto menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini secara maksimal. Ia juga membuka ruang bagi pihak daerah untuk aktif berpartisipasi dalam proses tersebut.
‎Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen futsal nasional sangat diperlukan. Tanpa kolaborasi yang kuat, pencarian bakat tidak akan berjalan optimal.
‎"Komitmen kami terhadap proses ini maksimal. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi AFK atau AFP di wilayah masing-masing. Mereka harus menjadi referensi utama di setiap daerah," tegasnya.
‎Lebih jauh, ia menilai masa depan futsal Indonesia sangat ditentukan oleh sistem pembinaan usia dini. Kompetisi yang terstruktur dinilai penting untuk melahirkan pemain berkualitas.
‎Souto pun menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dari usia anak-anak hingga remaja. Hal ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
‎"Kami sedang membangun sesuatu yang serius. Namun ke depan, deteksi talenta harus lahir dari sistem kompetisi nasional yang terstruktur dengan baik, dari usia 6 hingga 18 tahun. Ini waktunya futsal. Ini waktunya mendorong batas kemampuan talenta nasional," pungkasnya.Â
‎(igp/rda)
Load more