News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hector Souto Langsung Gerak Cepat usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2026, Berburu Bakat Muda hingga ke Pelosok!

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mulai menggerakkan program pencarian pemain muda dengan pendekatan yang lebih luas. Upaya ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kualitas tim nasional dari level dasar.
Kamis, 16 April 2026 - 09:21 WIB
Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto
Sumber :
  • FFI

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mulai menggerakkan program pencarian pemain muda dengan pendekatan yang lebih luas. Upaya ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kualitas tim nasional dari level dasar.

Timnas Futsal Indonesia baru saja selesai tampil di Piala AFF 2026. Mereka kandas dari Thailand dengan skor 1-2 dalam duel di final Piala AFF Futsal 2026 tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Langkah konkret langsung dilakukan dengan mengirim sejumlah asisten pelatih ke berbagai wilayah di Indonesia. Mereka ditugaskan untuk menyisir potensi pemain muda yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.

‎Program ini menandai dimulainya fase baru dalam pembinaan futsal nasional. Fokusnya bukan hanya menemukan bakat, tetapi juga membangun sistem yang berkelanjutan.

‎Souto menegaskan bahwa agenda tersebut sudah berjalan dan bukan sekadar rencana di atas kertas. Ia memastikan seluruh tahapan telah disusun secara sistematis agar proses berjalan efektif.

‎Kelompok usia U-17 menjadi prioritas utama dalam tahap awal ini. Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan pemain yang matang di masa depan.

‎"Proses sudah dimulai. Dan sudah terstruktur," ujar Hector Souto dikutip dari Instagram pribadinya pada Kamis (16/4/2026). 

‎"Mulai hari ini, para pelatih memulai development mereka di seluruh Indonesia untuk memimpin Talent Detection U-17," tambahnya. 

‎Dalam pelaksanaannya, tiga asisten pelatih langsung diterjunkan ke daerah yang berbeda. Mereka bergerak secara paralel untuk mempercepat proses penjaringan pemain.

‎Eka Sanjaya memulai tugasnya di Aceh dengan menyasar talenta lokal. Abdul Manan menjalankan peran serupa di Lampung, sementara Amril Daulay fokus di wilayah Semarang.

‎Tidak hanya mengandalkan timnya, Souto juga turun langsung ke lapangan. Ia dijadwalkan bertolak ke Ternate untuk memperluas cakupan pencarian pemain muda.

‎"Eka Sanjaya sudah memulai pekerjaannya pagi ini di Aceh. Abdul Manan memulai hari ini di Lampung. Amril Daulay memulai di Semarang. Saya akan berangkat dini hari ke Ternate (Maluku)," kata Souto.

‎Program ini turut melibatkan pelatih yang memiliki pengalaman di tim kelompok umur nasional. Kehadiran mereka diharapkan menjaga standar seleksi tetap merata di setiap daerah.

‎Dengan sistem kerja seperti ini, proses pencarian pemain tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap wilayah tetap mengikuti pola yang sama agar hasilnya bisa dibandingkan secara objektif.

‎"Masing-masing akan bekerja di wilayah yang berbeda, didukung oleh pelatih yang memiliki pengalaman di tim nasional U-16 dan U-19 untuk memastikan proses yang terstruktur, konsisten, dan berkualitas di seluruh negara," ucap Souto.

‎Ia juga menyinggung luasnya wilayah Indonesia yang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaring pemain. Oleh sebab itu, mekanisme pencarian dibuat bertahap dari tingkat lokal hingga nasional.

‎Peran asosiasi futsal di daerah menjadi ujung tombak dalam proses ini. Mereka bertanggung jawab melakukan penyaringan awal sebelum masuk tahap berikutnya.

‎"Indonesia adalah negara yang sangat luas. Tidak mungkin hadir di setiap kota. Karena itu, sistemnya jelas: Pertama, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) melakukan deteksi talenta di tingkat lokal, kedua AFP mengoordinasikan dan melakukan seleksi awal, ketiga kami melakukan evaluasi final di 38 provinsi," jelas Souto. 

‎Souto menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini secara maksimal. Ia juga membuka ruang bagi pihak daerah untuk aktif berpartisipasi dalam proses tersebut.

‎Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen futsal nasional sangat diperlukan. Tanpa kolaborasi yang kuat, pencarian bakat tidak akan berjalan optimal.

‎"Komitmen kami terhadap proses ini maksimal. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi AFK atau AFP di wilayah masing-masing. Mereka harus menjadi referensi utama di setiap daerah," tegasnya.

‎Lebih jauh, ia menilai masa depan futsal Indonesia sangat ditentukan oleh sistem pembinaan usia dini. Kompetisi yang terstruktur dinilai penting untuk melahirkan pemain berkualitas.

‎Souto pun menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dari usia anak-anak hingga remaja. Hal ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎"Kami sedang membangun sesuatu yang serius. Namun ke depan, deteksi talenta harus lahir dari sistem kompetisi nasional yang terstruktur dengan baik, dari usia 6 hingga 18 tahun. Ini waktunya futsal. Ini waktunya mendorong batas kemampuan talenta nasional," pungkasnya. 

‎(igp/rda)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Sebanyak 10 Korban Kapal Virgo Kembali Ditemukan, 52 Meninggal dan 83 Masih Hilang

Kepala Basarnas, M Syafii memastikan seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Media Korea Soroti Perubahan Fisik Megawati Hangestri, Pevoli Indonesia Itu Disebut...

Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menyita perhatian publik voli Korea Selatan. Menjelang bergulirnya V-League 2026/2027 bersama
‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

Beredar video hasil pengawasan yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalin kemitraan strategis bersama Danantara Indonesia guna memperkokoh ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional. 
Kortas Tipidkor Polri Sita 2 Unit Rumah dan Satu Kendaraan Hiace Milik Bupati Gowa

Kortas Tipidkor Polri Sita 2 Unit Rumah dan Satu Kendaraan Hiace Milik Bupati Gowa

Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun
Permudah Transaksi Pelaku Usaha, Livin’ Merchant Dukung Pelaku Usaha Tumbuh Bersama di Era Digital

Permudah Transaksi Pelaku Usaha, Livin’ Merchant Dukung Pelaku Usaha Tumbuh Bersama di Era Digital

Kelancaran proses transaksi memegang peranan krusial dalam keberlangsungan operasional sebuah bisnis. 

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Berikut 9 narapidana (napi) perkara besar yang disebut menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, yang disidak Ombudsman RI, salah satunya Ferdy Sambo.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 26 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT