News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alasan Rasisme di Balik Aksi Fadly Alberto Dipertanyakan Pemain Dewa United: Lebay

Fadly Alberto menjadi sorotan usai aksi tendangan kerasnya dalam laga EPA U-20, yang disebut dipicu dugaan rasisme. Namun, pengakuan tersebut disindir langsung.
Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB
Fadly Alberto, Bintang Timnas U-17
Sumber :
  • instagram albrtoo_10

tvOnenews.com - Insiden tendangan 'kungfu' yang dilakukan Fadly Alberto dalam laga EPA U-20 memicu kontroversi luas.

Ia mengaku terpancing emosi akibat dugaan serangan rasis sebelum melancarkan aksinya, namun klaim tersebut justru mendapat respons tajam dari pemain Dewa United, Oumar Nja Ariel Denzel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa itu terjadi saat pertandingan antara Bhayangkara FC dan Dewa United U-20 di Semarang.

Tendangan kungfu Fadly Alberto ke pemain lawan
Tendangan kungfu Fadly Alberto ke pemain lawan
Sumber :
  • Instagram @smgfootball

Dalam video yang beredar, Fadly terlihat menendang pemain lawan dengan gaya “kungfu”.

Dua pemain Dewa United menjadi korban, yakni Mohamad Ridwan dan Rakha Nurkholis, dengan Rakha mengalami luka di bagian wajah.

Akibat insiden tersebut, pihak tim nasional mengambil tindakan tegas. Ketua BTN, Sumardji, memastikan Fadly dicoret dari Timnas Indonesia U-20 meskipun ia merupakan pemain penting dalam skuad.

Setelah mendapat kritik luas, Fadly Alberto akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah aksinya dalam laga melawan Dewa United U-20 menuai sorotan luas. Ia mengakui kesalahannya dan menyesali tindakan yang dilakukannya di lapangan.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Fadly Alberto Hengga pemain Bhayangkara FC Presisi Lampung U-20 dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20,” ujar Fadly.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada korban dari insiden tersebut, yakni Rakha Nurkholis, serta seluruh tim Dewa United.

“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,” lanjutnya.

Tak hanya kepada pihak lawan, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada timnya, Bhayangkara FC, Timnas Indonesia U-20, serta para sponsor yang terdampak akibat tindakannya. Ia menegaskan penyesalannya dan berjanji menjadikan insiden ini sebagai pelajaran ke depan.

Ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan kepada Rakha, tim Dewa United, Bhayangkara FC, serta pihak lain yang terdampak.

Terkait penyebab insiden, Sumardji menjelaskan bahwa Fadly mengaku mendapat ejekan bernuansa rasis dari bangku cadangan Dewa United sebelum kejadian.

Hal itulah yang disebut memicu emosinya, meskipun tindakan kekerasan yang dilakukan tetap dinilai tidak dapat dibenarkan.

Namun, pernyataan tersebut ditanggapi sinis oleh Oumar Nja Ariel Denzel.

Reaksi Pemain Dewa United atas Alasan Tendangan Fadly Alberto

Pengakuan Fadly Alberto yang menyebut dirinya menjadi korban rasisme langsung mendapat tanggapan dari pemain Dewa United U-20, Oumar Nja Ariel Denzel.

Denzel, yang merupakan pemain keturunan Kamerun, diketahui tidak masuk dalam skuad saat Dewa United menghadapi Bhayangkara FC.

Meski begitu, ia tetap bereaksi setelah melihat rekan setimnya menjadi korban kekerasan dalam pertandingan tersebut.

Pemain yang pernah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 itu secara terbuka menyindir pernyataan Fadly yang mengaku terpancing oleh rasisme sebelum melakukan tendangan keras ke arah Rakha Nurkholis.

Menurut Denzel, dirinya juga pernah mengalami perlakuan rasis dari pihak Bhayangkara FC saat masih bermain di level U-18. Namun, ia menilai hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk bertindak berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gak usah lebay bre, kemarin anak Bhayangkara U-18 manggil gue bxxxk, mxxxxt, hxxxm, tapi gw santai aja tuh gak lebay kayak lu,” tulis Denzel.

Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Perdebatan pun muncul, terutama terkait isu rasisme yang dinilai masih menjadi persoalan serius dalam dunia sepak bola. (han/ind)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Bercita Rasa Samba, 3 Pemain Brasil Egilible Dinaturalisasi dan Bela Merah Putih: Garuda Siap Ber-Jogo Bonito

Timnas Indonesia Bercita Rasa Samba, 3 Pemain Brasil Egilible Dinaturalisasi dan Bela Merah Putih: Garuda Siap Ber-Jogo Bonito

Timnas Indonesia berpeluang dapat sentuhan khas Brasil di skuadnya. Kehadiran pemain yang egilible dinaturalisasi ini diyakini bisa tingkatkan kualitas Garuda.
Dilepas Red Sparks dan Resmi jadi Pemain Free Agent, MB Muda Ini Malah Dilarang Tampil di V League Musim Depan

Dilepas Red Sparks dan Resmi jadi Pemain Free Agent, MB Muda Ini Malah Dilarang Tampil di V League Musim Depan

Bursa transfer pemain free agent V League untuk musim depan telah resmi berakhir pada Selasa 21 April 2026 kemarin.
Dari Bayang-Bayang Tim Cook ke Kursi CEO Apple, John Ternus Hadapi Ujian Berat Era AI

Dari Bayang-Bayang Tim Cook ke Kursi CEO Apple, John Ternus Hadapi Ujian Berat Era AI

John Ternus resmi gantikan Tim Cook sebagai CEO Apple. Di balik warisan Tim Cook, Ternus diuji membawa Apple mengejar ketertinggalan AI.
STY Ungkap Perbedaan Mencolok Pemain Timnas Indonesia Era 2020 dan 2024

STY Ungkap Perbedaan Mencolok Pemain Timnas Indonesia Era 2020 dan 2024

Shin Tae-yong menyoroti perbedaan mencolok kondisi fisik dan kedisiplinan pemain Timnas Indonesia antara era 2020 dan 2024, yang menurutnya cukup menantang.
Kejagung Geledah Perusahaan Bayangan Penampung Hasil TPPU Zarof Ricar, Lima Kontainer Dokumen Tanah-Emas Batangan Disita

Kejagung Geledah Perusahaan Bayangan Penampung Hasil TPPU Zarof Ricar, Lima Kontainer Dokumen Tanah-Emas Batangan Disita

Tim penyidik Kejaksaan Agung geledah sebuah perusahaan bayangan milik tersangka Zarof Ricar dalam rangka menampung hasil TPPU saat menjabat di Mahkamah Agung
Angin Topan Goncang Perairan Laut Madura, Para Nelayan Ketakutan

Angin Topan Goncang Perairan Laut Madura, Para Nelayan Ketakutan

Pusaran angin topan menggoncang perairan Laut Selat Selatan Madura, tepatnya di area Jembatan Suramadu, Kecamatan Labang dan membuat sejumlah nelayan ketakutan

Trending

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Kabar gembira datang bagi para pecinta voli Indonesia. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan tanah air, resmi memutuskan untuk kembali berkarier -
Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Nama Jayden Oosterwolde mendadak jadi sorotan setelah dikabarkan masuk radar raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia pernah tolak bela Timnas Indonesia.
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Tak Mainkan Ole Romeny, Oxford United Selangkah Lagi Susul Leicester City Degradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris

Oxford United selangkah lagi menyusul Leicester City terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, League One. Hal ini terjadi setelah kekalahan dari Wrexham, ketika Ole Romeny tak dimainkan sama sekali.
Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Herman Dzumafo lahir di Douala, Kamerun. Meski sudah memegang paspor Indonesia, setelah dinaturalisasi pada 2017, ia tak pernah dipanggil ke Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT