News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FIFA Beri Jalan, PSSI Bisa Naturalisasi Kapten Liga Jepang Berposisi Striker untuk Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

PSSI bisa Incar Kapten Klub Jepang untuk Naturalisasi dan membela Timnas Indonesia di FIFA Matchday mendatang, Punya Darah Jawa dan Sudah Lolos Syarat FIFA
Kamis, 23 April 2026 - 18:30 WIB
Riki Matsuda
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube - J.LEAGUE International

Jakarta, tvOnenews.com - PSSI bisa mencoba untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia dengan menaturalisasi kapten Liga Jepang, Riki Matsuda. Ia bisa menjadi opsi bagi pelatih John Herdman untuk menambah kekuatan di lini depan.

Riki Matsuda bisa menjadi salah satu kandidat pemain naturalisasi Timnas Indonesia di tengah persiapan menghadapi agenda internasional mendatang. Penyerang berdarah Jawa-Jepang yang kini menjabat kapten di Kataller Toyama, klub Liga 2 Jepang, itu disebut telah memenuhi seluruh persyaratan FIFA untuk mengenakan seragam Merah Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia sendiri baru saja merampungkan perjalanan di FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27–30 Maret 2026. Skuad Garuda berhasil menjadi runner-up setelah mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 di laga pembuka, namun harus takluk 0-1 dari Bulgaria di partai final.

Gol tunggal yang menentukan kemenangan Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti, menjadikan The Lions keluar sebagai juara FIFA Series 2026 edisi Jakarta. Usai turnamen berakhir, posisi Timnas Indonesia dalam ranking FIFA resmi berada di peringkat ke-122 dunia dengan koleksi 1.144,88 poin.

Riki Matsuda, pemain keturunan Indonesia di Liga Jepang
Riki Matsuda, pemain keturunan Indonesia di Liga Jepang
Sumber :
  • Instagram/riki_matsuda_official

Turnamen tersebut sekaligus menjadi debut resmi John Herdman dalam memimpin Skuad Garuda sejak resmi diperkenalkan pada Januari 2026. Pelatih berkebangsaan Inggris itu kini tengah menyusun strategi penguatan skuad, termasuk mengidentifikasi potensi pemain keturunan yang layak dinaturalisasi.

Salah satu nama yang bisa masuk dalam radar adalah Riki Matsuda, striker kelahiran Tokyo yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya yang asli Jawa, sementara sang ibu merupakan warga negara Jepang. Bersama saudara kembarnya, Riku Matsuda, keduanya diakui memiliki darah Jawa yang kuat dari sang ayah, sehingga secara regulasi FIFA keduanya memenuhi syarat untuk proses naturalisasi.

Peluang naturalisasi Riki terbilang sangat terbuka lantaran statusnya yang memenuhi regulasi FIFA, menjadikannya opsi strategis yang dibutuhkan Timnas Indonesia, khususnya di lini depan yang masih bergantung pada Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen. Selain kemampuan teknis yang teruji, rekam jejak kepemimpinannya sebagai kapten di klubnya menjadi nilai tambah tersendiri bagi Timnas Indonesia.

Berdasarkan data Transfermarkt, Riki Matsuda telah menorehkan 67 gol dan 40 assist dari 399 penampilan sepanjang kariernya di berbagai klub Jepang, termasuk Nagoya Grampus dan Cerezo Osaka. Di usianya yang kini menginjak 34 tahun, pengalamannya yang matang di kompetisi Level I dan II Jepang menjadikannya sosok penyerang yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube resmi J.League, Matsuda secara tegas tidak menutup kemungkinan untuk mengenakan jersey merah putih suatu hari nanti. Pernyataannya ini tentu menjadi sinyal positif yang bisa mendorong PSSI untuk segera mengambil langkah konkret.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau level negara saya belum pernah di Indonesia. Kalau soal keinginan (bela Timnas Indonesia), pasti ada. Pertama, kita berarti harus ke sana terlebih dahulu, ya," ujar Riki.

Kini bola ada di tangan PSSI untuk menindaklanjuti minat tersebut, mengingat FIFA sudah memberikan lampu hijau atas kelayakan naturalisasi Riki Matsuda. Jika proses berjalan mulus, kehadiran striker berpengalaman ini diyakini akan memperkokoh lini depan Timnas Indonesia yang selama ini belum menemukan ketajaman yang konsisten di luar Ole Romeny. (fan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DBH CHT 2027 akan Dipertajam untuk Berantas Rokok Ilegal, Sumbat Kebocoran Penerimaan Negara

DBH CHT 2027 akan Dipertajam untuk Berantas Rokok Ilegal, Sumbat Kebocoran Penerimaan Negara

Kemenkeu akan memperkuat pemanfaatan DBH CHT tahun 2027 untuk penindakan rokok ilegal demi menekan kebocoran penerimaan negara dan meningkatkan pendapatan daerah.
Kubu Sarwendah Bantah Jadi Dalang Isu 'Penyakit Tiga Huruf' Ruben Onsu, Video Pertengkaran Ikut Disorot

Kubu Sarwendah Bantah Jadi Dalang Isu 'Penyakit Tiga Huruf' Ruben Onsu, Video Pertengkaran Ikut Disorot

Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, semakin memanas di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih berjalan.
Peran Betrand Peto Terkait Konflik Ruben Onsu-Sarwendah Dibongkar, Aditya Gumay: Dia Pemegang Kartu

Peran Betrand Peto Terkait Konflik Ruben Onsu-Sarwendah Dibongkar, Aditya Gumay: Dia Pemegang Kartu

Betrand Peto jadi sorotan di tengah memanasnya polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dia disebut sebagai sosok yang mengetahui banyak hal mengenai kedua orang tua angkatnya.
Update! Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta: ASN yang Bertugas WFH Bergantian, Pramono Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Update! Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta: ASN yang Bertugas WFH Bergantian, Pramono Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Imbas kebakaran, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan ASN yang bekerja di gedung Bapenda untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH) bergantian. 
Perwira Polisi yang Terlibat Kecelakaan hingga Tewaskan Balita Ditahan, Polres Bone Dalami Dugaan Rem Blong

Perwira Polisi yang Terlibat Kecelakaan hingga Tewaskan Balita Ditahan, Polres Bone Dalami Dugaan Rem Blong

Seorang perwira polisi yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan seorang balita berinisial GN (4) meninggal dunia di Kabupaten Bone ditahan.
Ahli Ungkap Penyebab Kulit Sensitif Semakin Banyak Dikeluhkan

Ahli Ungkap Penyebab Kulit Sensitif Semakin Banyak Dikeluhkan

Keluhan kulit sensitif semakin sering menjadi perhatian, terutama di tengah cuaca yang berubah-ubah, paparan polusi, penggunaan pendingin ruangan, hingga tingginya aktivitas harian.

Trending

Kubu Sarwendah Bantah Jadi Dalang Isu 'Penyakit Tiga Huruf' Ruben Onsu, Video Pertengkaran Ikut Disorot

Kubu Sarwendah Bantah Jadi Dalang Isu 'Penyakit Tiga Huruf' Ruben Onsu, Video Pertengkaran Ikut Disorot

Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, semakin memanas di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih berjalan.
Update! Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta: ASN yang Bertugas WFH Bergantian, Pramono Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Update! Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta: ASN yang Bertugas WFH Bergantian, Pramono Pastikan Layanan Tetap Berjalan

Imbas kebakaran, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan ASN yang bekerja di gedung Bapenda untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH) bergantian. 
Perwira Polisi yang Terlibat Kecelakaan hingga Tewaskan Balita Ditahan, Polres Bone Dalami Dugaan Rem Blong

Perwira Polisi yang Terlibat Kecelakaan hingga Tewaskan Balita Ditahan, Polres Bone Dalami Dugaan Rem Blong

Seorang perwira polisi yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan seorang balita berinisial GN (4) meninggal dunia di Kabupaten Bone ditahan.
Peran Betrand Peto Terkait Konflik Ruben Onsu-Sarwendah Dibongkar, Aditya Gumay: Dia Pemegang Kartu

Peran Betrand Peto Terkait Konflik Ruben Onsu-Sarwendah Dibongkar, Aditya Gumay: Dia Pemegang Kartu

Betrand Peto jadi sorotan di tengah memanasnya polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dia disebut sebagai sosok yang mengetahui banyak hal mengenai kedua orang tua angkatnya.
Seluruh Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan

Seluruh Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penutupan secara total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur.
Ahli Ungkap Penyebab Kulit Sensitif Semakin Banyak Dikeluhkan

Ahli Ungkap Penyebab Kulit Sensitif Semakin Banyak Dikeluhkan

Keluhan kulit sensitif semakin sering menjadi perhatian, terutama di tengah cuaca yang berubah-ubah, paparan polusi, penggunaan pendingin ruangan, hingga tingginya aktivitas harian.
Antisipasi Begal, 350 Personel Polisi Dikerahkan

Antisipasi Begal, 350 Personel Polisi Dikerahkan

Mengantisipasi aksi begal dan gangguan keamanan pada malam akhir pekan, Polresta Bandung bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengerahkan sekitar 350 personel dalam patroli gabungan skala besar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT