GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat China Tak Terima Timnas U-17 Indonesia Menang, Semprot Pelatih Jepang Bin Ukishima: Percuma Digaji Mahal

Pengamat China marah usai Timnas U-17 Indonesia mengalahkan China di Piala Asia U-17 2026. Pelatih Jepang Bin Ukishima 'disemprot'.
Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:40 WIB
Fardan Farras saat Timnas Indonesia U-17 mengalahkan China 1-0
Sumber :
  • AFC

tvOnenews.com - Kemenangan dramatis Timnas Indonesia U-17 atas China di laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026 rupanya memicu reaksi panas dari Negeri Tirai Bambu.

Sejumlah pengamat sepak bola China meluapkan kekecewaan mereka usai tim muda negaranya takluk 0-1 dari Garuda Muda di Jeddah, Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorotan tajam terutama diarahkan kepada pelatih asal Jepang, Bin Ukishima, yang dinilai gagal membawa China tampil efektif meski federasi telah mengeluarkan dana besar untuk merekrut pelatih asing.

Hasil ini cukup mengejutkan. Pasalnya, sebelum tampil di putaran final Piala Asia U-17 2026, China dua kali sukses menumbangkan Indonesia dalam laga uji coba, bahkan sempat menang telak 7-0 pada Februari lalu.

Pemain Timnas Indonesia U-17 Peres Tjoe
Pemain Timnas Indonesia U-17 Peres Tjoe
Sumber :
  • AFC

Namun saat duel resmi berlangsung, situasinya berubah total.

Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto justru tampil lebih disiplin dan mampu mencuri gol kemenangan lewat Keanu Sanjaya pada menit ke-87.

Gol telat itu memastikan Garuda Muda membuka turnamen dengan tiga poin penting.

Kekalahan tersebut membuat pengamat senior sepak bola China, Ma Dexing, angkat bicara.

Ia menilai penyebab utama hasil buruk itu bukan kualitas pemain, melainkan keputusan taktik sang pelatih.

"Ma Dexing dengan tegas menyatakan bahwa tanggung jawab utama atas kekalahan ini harus dipikul oleh pelatih kepala Bin Ukishima," tulis media China 163.com.

Menurutnya, skuad China sebenarnya punya materi pemain yang cukup untuk mengatasi Indonesia.

Namun pendekatan permainan yang diterapkan terlalu konservatif dan minim kreativitas.

"Meskipun secara teori memiliki kekuatan yang lebih unggul, kekalahan dalam pertandingan tersebut sama sekali bukan masalah sikap atau kemampuan para pemain," kata Ma Dexing.

Ia juga menyoroti susunan pemain yang dianggap terlalu aman sejak menit awal.

"Pengerahan pasukan dan manajemen di lapangan yang dilakukan Ukishima memiliki kekurangan yang jelas dari awal hingga akhir."

"Susunan pemain inti saja sudah cukup menunjukkan bahwa pemilihan pemain ini terlalu konservatif," lanjutnya.

Sepanjang laga, China memang mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Indonesia.

Namun rapatnya lini belakang Garuda Muda membuat mereka frustrasi.

Ma Dexing menilai timnya gagal memaksimalkan keunggulan fisik dan duel udara.

"Menghadapi pertahanan Indonesia yang rapat, tim tersebut benar-benar kekurangan pemain andalan di udara dan opsi serangan."

"Mereka berulang kali mengirimkan umpan silang dari sisi sayap, tetapi tidak dapat menemukan titik penerimaan yang di dalam kotak penalti."

Ia bahkan menyebut pola serangan China terlalu mudah ditebak.

"Taktik menyerang mereka monoton dan kaku, hanya mengandalkan umpan silang mekanis sepanjang pertandingan, tanpa penetrasi dan koordinasi di lini tengah."

Selain strategi, lambatnya respons Bin Ukishima dalam membaca jalannya pertandingan juga menuai kritik keras.

"Dalam hal komando di lokasi, penyesuaian yang dilakukan Bin Ukishima sangat lambat."

"Ketika tim kesulitan menembus pertahanan lawan dan serangan mereka macet, pelatih ragu-ragu untuk melakukan pergantian pemain."

Di sisi lain, Indonesia tampil sangat efektif memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat. 

Bahkan Garuda Muda sempat mencetak gol tambahan sebelum dianulir wasit karena handball.

Ma Dexing pun menilai hasil ini menjadi tamparan besar bagi federasi sepak bola China yang telah berinvestasi besar untuk pembinaan usia muda.

"Indonesia memanfaatkan kelemahan dalam pertahanan tim nasional China, seringkali menciptakan ancaman melalui serangan balik," ujar Ma Dexing.

"Yang lebih menyedihkan lagi adalah kontras yang mencolok antara pertandingan pemanasan tim nasional junior dan pertandingan resmi mereka."

"Mereka menghabiskan banyak uang untuk mempekerjakan pelatih asing, tetapi gagal mengembangkan gaya bermain yang sesuai dengan kondisi lokal," pungkasnya.

Bagi Indonesia, kemenangan ini menjadi sinyal positif perkembangan sepak bola usia muda nasional.

Setelah sempat dipandang sebelah mata akibat hasil buruk di laga uji coba, Garuda Muda kini membuktikan mental bertanding mereka meningkat signifikan di level Asia.

Tiga poin atas China membuka peluang besar Indonesia melangkah ke fase gugur sekaligus menjaga asa lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laga berikutnya kontra Qatar diprediksi menjadi ujian penting untuk menentukan langkah Garuda Muda di Grup B.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rangkaian Seleksi Draft Pemain Asing V League 2026/2027, 19 Pemain yang Berpartisipasi Kini Tengah Melakukan...

Rangkaian Seleksi Draft Pemain Asing V League 2026/2027, 19 Pemain yang Berpartisipasi Kini Tengah Melakukan...

Setelah melalui bursa transfer pemain free agent dan kuota Asia, KOVO kali ini tengah menggelar draft pemain asing untuk V League 2026/2027.
Soal Judol di Hayam Wuruk, Polisi Sita Uang Rp1,9 M hingga 53,8 Juta Dong dari 321 WNA

Soal Judol di Hayam Wuruk, Polisi Sita Uang Rp1,9 M hingga 53,8 Juta Dong dari 321 WNA

Soal kasus judi online (Judol) yang baru saja diungkap oleh Bareskrim Polri beserta Polda Metro Jaya, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar). Ternyata,
Curhatan Nelayan soal Nikah Siri Langsung Dijawab Sherly Tjoanda, Pemprov Malut Siapkan Nikah Massal Gratis

Curhatan Nelayan soal Nikah Siri Langsung Dijawab Sherly Tjoanda, Pemprov Malut Siapkan Nikah Massal Gratis

Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian setelah merespons langsung curhatan para nelayan terkait kendala pengajuan KUR untuk bantuan kapal di Maluku Utara.
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Bisa Ditanami Lagi, Butuh Rp337,97 Miliar untuk Rebabilitasi Total

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Bisa Ditanami Lagi, Butuh Rp337,97 Miliar untuk Rebabilitasi Total

Data Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, target pemulihan sawah di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran Rp337,97 miliar.
Menguak Tabir Kasus Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut

Menguak Tabir Kasus Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut

Kasus skandal dugaan penipuan dan penggelapan melalui modus pemalsuan QRIS yang menimpa Toko The Exclusive Tailor Medan kini memasuki babak baru, bahkan jadi
Hasil Arema FC Vs PSM Makassar: Digasak Singo Edan 3-0, Juku Eja Masih Terancam Degradasi

Hasil Arema FC Vs PSM Makassar: Digasak Singo Edan 3-0, Juku Eja Masih Terancam Degradasi

Arema FC pesta gol ke gawang PSM Makassar usai menang 3-0 di Kanjuruhan. Kekalahan ini membuat Juku Eja masih dibayangi ancaman degradasi.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT