GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, membuat pengakuan soal keputusannya dinaturalisasi. Sang penjaga gawang memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Belanda-nya.
Senin, 11 Mei 2026 - 12:09 WIB
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes di-roasting FC Dallas
Sumber :
  • tvonenews.com - Julio Tri Saputra

Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, membuat pengakuan soal keputusannya dinaturalisasi. Sang penjaga gawang memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Belanda-nya.

Paes telah menjadi andalan untuk skuad Garuda sejak dinaturalisasi pada pertengahan tahun 2024 silam. Sang penjaga gawang berusia 27 tahun kini telah mengemas total 11 caps bersama skuad Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat dinaturalisasi, Paes merupakan kiper andalan FC Dallas, sebuah klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Amerika Serikat. Kini, dia membela Ajax Amsterdam di negara asalnya, Belanda.

Maarten Paes lahir dan besar di Nijmegen, Belanda. Dia sempat membela klub kasta tertinggi Liga Belanda, FC Utrecht, sebelum berangkat ke Amerika Serikat pada 2022.

Kini kembali ke Belanda, Paes ditanyakan oleh media setempat, NU, mengenai keputusannya untuk menukar kewarganegaraan. Sang kiper berusia 27 tahun mengaku mengambil keputusan itu demi mendiang neneknya.

“Ketika saya diminta untuk membela Indonesia, nenek saya sudah berada di akhir masa hidupnya,” kata Paes kepada media Belanda, NU.

Paes mengungkap bagaimana neneknya menjadi penyebab dirinya memilih Timnas Indonesia. Jauh sebelum dinaturalisasi, sang kiper sudah diperkenalkan kepada kebudayaan Indonesia berkat nenek.

“Saya bersyukur untuk warisannya. Saya memiliki ikatan spesial dengannya. Dia memperkenalkan saya kepada negara [Indonesia]. Kami sering memasak makanan Indonesia bersama-sama,” tambahnya.

Paes juga berbicara bagaimana perjuangan neneknya di masa perang dunia kedua. Pada saat itu, Indonesia dijajah oleh Jepang dan sang nenek bersama keluarganya ikut terdampak.

"Di Hindia Belanda, keheningan adalah konsep kunci. Tapi nenek menceritakan kepada saya hal-hal yang belum pernah dia ceritakan kepada orang lain. Saya rasa nenek setidaknya pernah mengalami dua belas kali pengalaman nyaris mati,” tandasnya.

“Sebagai seorang anak di Hindia Belanda, dia selamat dari Perang Dunia Kedua. Dia baru berusia lima tahun ketika ibunya meninggal di kamp interniran Jepang," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sang nenek kemudian pergi ke Belanda setelah Indonesia merdeka. Paes mengenang bahwa sang nenek merasakan kehidupan yang sepenuhnya berbeda di Belanda.

"Di sana ia berdiri, mengenakan gaun tipis, melihat salju untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia memasuki dunia yang sama sekali berbeda. Setelah itu, ia mencoba menyatukan kedua budaya tersebut," tukasnya. (rda)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

Caketum BPP HIPMI, Anthony Leong, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri jadi pevoli terakhir yang diumumkan.
Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, mengatakan bagian tubuh tersebut ditemukan menempel pada bagian ketiak dan diduga milik seorang anak kecil.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Ribuan Orang Kunjungi Lampung Sharia Economic Festival 2026

Ribuan Orang Kunjungi Lampung Sharia Economic Festival 2026

Acara Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 yang diadakan oleh kantor perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Lampung berhasil menarik kunjungan hingga tujuh ribu orang.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT