Akui Keturunan Batak, Eks Juara Liga Italia Ini Menyesal Tak Pilih Bela Timnas Indonesia dan Malah Main Buat Negara Lain: Andai Waktu Bisa Diputar
- Bhayangkara FC
Radja Nainggolan memang memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Marianus Nainggolan, yang berasal dari suku Batak. Sementara ibunya, Lizy Bogaerts, merupakan warga negara Belgia.
Warisan darah Batak itu disebut sangat memengaruhi karakter Nainggolan di atas lapangan. Ia dikenal sebagai pemain yang keras, berani berduel, dan tidak pernah menyerah dalam situasi apa pun.
Kedekatan emosionalnya dengan Indonesia semakin terasa ketika ia sempat bermain di Liga 1 bersama Bhayangkara FC pada 2023. Momen tersebut menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya.
Selama berada di Indonesia, Nainggolan mengaku merasakan sambutan hangat yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Ia merasa dihargai bukan hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia.
“Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana sangat berbeda dengan sepak bola Belgia,” tegas pemain yang akrab dijuluki Il Ninja tersebut.
Karier Nainggolan sendiri terbilang luar biasa di Eropa. Berdasarkan data Transfermarkt, ia mencatatkan 367 pertandingan di Serie A bersama sejumlah klub besar seperti Cagliari, AS Roma, hingga Inter Milan.
Dari ratusan pertandingan itu, Nainggolan berhasil mengoleksi 48 gol dan 35 assist. Ia juga menjadi bagian dari skuad Inter Milan yang sukses meraih gelar juara Liga Italia pada musim 2020/2021.
Tak hanya sukses secara tim, kualitas individunya juga mendapat pengakuan besar di Italia. Nainggolan bahkan empat kali masuk dalam daftar Serie A Team of the Year berkat performa konsisten yang ditunjukkannya.
(sub)
Load more