Pernah Bikin Malu Jepang dan Qatar, John Herdman Beri Kata-kata Berkelas usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027
- Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberi respons berkelas setelah skuad Garuda tergabung dalam grup berat bersama Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil drawing, Indonesia berada di Grup F bersama tiga lawan yang sama sekali tidak bisa dianggap ringan.
Alih-alih menunjukkan kepanikan, John Herdman justru melihat situasi ini sebagai tantangan besar untuk mengukur level Timnas Indonesia. Ia sadar betul bahwa jalan menuju level elite Asia tidak bisa ditempuh dengan hanya menghadapi lawan-lawan mudah.
“Saya pikir reaksi pertama saya adalah, "Oh, ini adalah grup tersulit di AFC bagi 280 juta rakyat kita."” ujar John Herdman dikutip dari YouTube Timnas Indonesia pada Jumat (15/5/2026).
Namun, Herdman tidak ingin para pemain Garuda menjadikan status grup neraka sebagai alasan untuk minder. Menurutnya, setiap pemain harus memiliki identitas yang jelas ketika mengenakan seragam Merah Putih.
- AFC
“Mereka harus berkomitmen pada satu, dua, atau tiga hal yang ingin mereka tunjukkan setiap kali mereka bermain.” tegasnya.
Menariknya, Herdman justru percaya Indonesia bukan tim yang bisa diremehkan oleh Jepang maupun Qatar. Ia bahkan menyebut skuad Garuda sebagai lawan paling berbahaya dari pot empat.
“Menurut saya, Indonesia adalah tim tertangguh di pot empat, dan saya yakin Jepang serta Qatar merasakan hal yang sama.” kata Herdman.
Herdman menilai Jepang dan Qatar juga pasti berhitung setelah mengetahui Indonesia masuk ke grup mereka. Apalagi, Thailand juga hadir sebagai lawan Asia Tenggara yang secara tradisi kerap menyulitkan skuad Garuda.
- AFC
“Bahwa mereka tahu mereka mendapatkan grup yang sangat sulit sekarang. Tidak ada tim mudah yang ditarik masuk ke dalam grup mereka.” ucap Herdman.
Dari sisi Indonesia, laga melawan Jepang bisa menjadi ujian paling ideal untuk melihat seberapa jauh perkembangan skuad Garuda. Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar Asia dengan standar permainan yang sangat tinggi.
“Namun dari perspektif saya, Jepang adalah ujian yang luar biasa bagi kami. Saya rasa jika kita ingin lolos ke (Piala Dunia) 2030, dan saya selalu menjaga visi saya di sana, selalu bekerja mundur dari tahun 2030 sebagai tujuan utama, kita harus bisa mendekati level Jepang.” ujar Herdman.
Ucapan itu memperlihatkan bahwa Herdman tidak hanya memikirkan hasil jangka pendek di Piala Asia 2027. Pelatih asal Inggris itu membawa misi lebih besar, yakni menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari perjalanan menuju Piala Dunia 2030.
- AFC
Herdman sendiri bukan pelatih yang asing dengan proyek besar membangun tim nasional. Ia pernah membawa Kanada kembali tampil di Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama 36 tahun.
Pengalaman itulah yang kini coba ia bawa ke Timnas Indonesia. Herdman paham bahwa membangun tim kompetitif tidak cukup hanya dengan pemain berkualitas, tetapi juga membutuhkan mental, taktik, dan keberanian menghadapi tekanan.
“Dan itu adalah sebuah proses. Itu adalah proses mental, dan kemudian proses teknis serta taktis.” kata Herdman.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Timnas Indonesia adalah memangkas jarak dengan Jepang. Herdman mengakui bahwa pada pertemuan sebelumnya, masih ada celah taktis yang terlalu besar antara skuad Garuda dan Samurai Biru.
- JFA,jp
“Memastikan bahwa dalam pertandingan itu, meskipun tujuan akhirnya adalah mencoba mengalahkan Jepang di pertandingan pertama turnamen atau mendapatkan hasil (poin), apa yang saya pelajari dari pertandingan terakhir adalah ada terlalu banyak elemen taktis di mana celahnya terlalu besar.” ungkapnya.
Meski begitu, Herdman tidak datang tanpa modal pengalaman. Saat menangani Kanada, ia pernah merasakan bagaimana cara mengalahkan Jepang dan Qatar sebelum tampil di Piala Dunia 2022.
Kanada pernah menang 2-0 atas Qatar pada laga persahabatan internasional September 2022. Dalam laga tersebut, Cyle Larin dan Jonathan David menjadi pencetak gol kemenangan Kanada.
Tak berhenti di sana, Kanada juga pernah mengalahkan Jepang 2-1 dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2022. Kemenangan itu terjadi berkat gol Steven Vitória dan Lucas Cavallini.
“Kita bisa menjadi sangat cerdas dalam menutup beberapa celah tersebut dengan Jepang. Lalu saya teringat pengalaman saya bersama Kanada; kami mengalahkan Jepang dalam perjalanan menuju Piala Dunia Qatar, dan kami juga mengalahkan Qatar dalam perjalanan menuju Piala Dunia.” ujar Herdman.
Modal pengalaman itu membuat Herdman punya alasan untuk tetap optimistis. Ia tahu Jepang dan Qatar adalah lawan berat, tetapi ia juga pernah membuktikan bahwa keduanya bukan tim yang mustahil dikalahkan.
“So saya memiliki beberapa pengalaman dari kedua tim tersebut, beberapa individu seperti Akram Afif di Qatar yang merupakan pemain top, dan bagaimana mencoba menetralisirnya dalam pertandingan. Jadi saya akan menggunakan sebagian dari pengalaman itu.” katanya.
Kini, tantangan Herdman adalah menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam permainan Timnas Indonesia. Jika Garuda mampu tampil disiplin, berani, dan tidak kehilangan fokus, peluang untuk memberi kejutan tetap terbuka.
“Ketika Anda berbicara tentang perasaan, ada elemen kecemasan karena Anda berada di grup yang sangat sulit, tetapi ada kegembiraan karena saya memiliki pengalaman menang melawan tim-tim ini.” tutur Herdman. (fan)
Load more